Gejala ini punya bentuk yang khas: nama jaringannya tertulis "Terhubung", batang sinyalnya penuh, dan di sebelahnya ada tanda seru kecil. Halaman tidak mau terbuka.

Kebingungannya masuk akal, dan berasal dari satu anggapan yang keliru: bahwa tersambung ke Wi-Fi sama dengan tersambung ke internet.

Dua hal yang berbeda

Tersambung ke Wi-Fi hanya berarti satu hal, perangkat Anda berhasil berbicara dengan router. Sampai di situ, internet belum disentuh sama sekali.

Setelah itu ada tiga tahap lagi, dan masing-masing dapat gagal sendiri-sendiri:

  1. Mendapat alamat. Router memberi perangkat nomor rumah di jaringan lokal, lihat panduan IP lokal dan DHCP.
  2. Jalur keluar. Router harus punya sambungan yang hidup ke penyedia internet.
  3. Penerjemah nama. Alamat seperti giakreasi.com harus diubah menjadi angka, itu tugas DNS, dijelaskan pada panduan DNS.

Tanda seru itu muncul ketika salah satu dari ketiganya gagal. Yang bagus: masing-masing meninggalkan jejak yang berbeda, sehingga tidak perlu ditebak.

1. Periksa apakah hanya satu perangkat

Ini pertanyaan pertama, dan ia membelah pencarian menjadi dua jalan yang sama sekali berbeda.

Coba buka halaman apa pun dari perangkat lain di jaringan yang sama.

  • Hanya satu perangkat bermasalah: jaringannya sehat. Lompat ke bagian perangkat di bawah.
  • Semua perangkat bermasalah: persoalannya di router atau di penyedia. Lanjutkan berurutan.

2. Baca alamat IP perangkatnya

Satu angka ini menyempitkan pencarian lebih banyak daripada langkah lain mana pun. Alamatnya ada di pengaturan Wi-Fi perangkat, pada rincian jaringan yang sedang tersambung.

Alamat dimulai denganArtinya
169.254.Router tidak menjawab. Perangkat membuat alamatnya sendiri.
192.168. atau 10.Router menjawab dengan benar. Masalahnya lebih jauh.
Kosong atau tidak adaSambungannya belum benar-benar selesai.

Alamat 169.254 menutup separuh kemungkinan sekaligus: persoalannya antara perangkat dan router, dan penyedia internet tidak ada hubungannya. Penyebab yang paling sering adalah DHCP router yang penuh atau mati, rinciannya pada panduan IP lokal, DHCP, dan bentrok alamat.

3. Lihat lampu modem, bukan lampu router

Bila seluruh perangkat bermasalah dan alamatnya normal, giliran memeriksa jalur keluarnya.

Yang dibaca adalah lampu bertanda internet, PON, atau WAN, bukan lampu Wi-Fi. Lampu Wi-Fi menyala normal selama routernya memancar, bahkan ketika sambungan ke penyedia putus total. Itu sebabnya gejala ini membingungkan: semuanya terlihat menyala.

Arti tiap warna dan pola kedipnya berbeda antar merek, dan dibahas pada panduan arti lampu indikator router.

4. Uji DNS dengan satu percobaan

Bila alamat IP normal dan lampu modem normal, tersangka berikutnya adalah penerjemah nama.

Ujinya sederhana: buka 1.1.1.1 di peramban. Itu alamat angka, bukan nama, jadi ia tidak membutuhkan DNS sama sekali.

5. Nyalakan ulang dengan urutan yang benar

Menyalakan ulang memang klise, tetapi urutannya jarang diperhatikan, dan urutan yang salah membuatnya gagal sementara yang benar berhasil.

  1. Matikan modem dan router. Cabut dari listrik, bukan sekadar tombolnya.
  2. Tunggu satu menit penuh. Ini bukan takhayul: sebagian modem menahan sesi lamanya selama beberapa puluh detik, dan menyalakan terlalu cepat menyambungkannya kembali ke sesi yang sudah rusak.
  3. Nyalakan modem lebih dulu, tunggu lampunya stabil.
  4. Baru nyalakan router.

Router yang menyala sebelum modem siap akan mencari jalur keluar yang belum ada, lalu menyerah dan tidak mencoba lagi sampai dinyalakan ulang.

Bila hanya satu perangkat

Jaringannya sehat, jadi yang diperiksa berbeda. Tiga penyebab menutupi hampir semua kasus:

  • Alamat IP tetap yang bentrok. Perangkat yang pernah disetel manual akan memakai alamat yang sama di jaringan mana pun, termasuk jaringan yang tidak mengenalinya. Kembalikan ke otomatis.
  • DNS manual yang sudah tidak berfungsi. Alamat DNS yang dulu disetel bisa saja sudah dihentikan layanannya.
  • VPN yang masih aktif. Sambungan VPN yang terputus separuh membiarkan perangkat mengirim data ke jalur yang tidak ada, lihat panduan VPN untuk Wi-Fi publik.

Bila ketiganya sudah benar, langkah lain yang khusus untuk satu perangkat ada pada panduan masalah Wi-Fi pada satu perangkat.

Satu kasus yang sering disalahpahami

Di kafe, hotel, dan tempat umum, gejala yang persis sama sering bukan gangguan sama sekali, melainkan halaman masuk yang belum dibuka. Perangkat memang tersambung ke Wi-Fi, tetapi jalurnya tertahan sampai syaratnya disetujui.

Bila halaman itu tidak muncul sendiri, panduan halaman login Wi-Fi tidak muncul menjelaskan cara memanggilnya, dan panduan captive portal menjelaskan cara kerjanya.

Yang tidak membantu

  • Melupakan jaringan lalu menyambung ulang sebagai langkah pertama. Ia menghapus petunjuk, alamat IP yang tadi bisa dibaca, tanpa memperbaiki apa pun.
  • Mereset router ke setelan pabrik. Terlalu jauh untuk gejala ini, dan menghapus seluruh pengaturan yang mungkin tidak Anda ingat cara menyusunnya kembali.
  • Mengganti router. Pada sebagian besar kasus, routernya baik-baik saja.

Tersambung ke Wi-Fi berarti perangkat berbicara dengan router. Internet menuntut tiga hal sesudahnya, dan tanda seru itu hanya memberi tahu bahwa salah satunya gagal, bukan yang mana.

Dua pemeriksaan menemukan yang mana pada hampir semua kasus: apakah perangkat lain juga bermasalah, dan apakah alamat IP-nya dimulai dengan 169.254. Sesudah dua jawaban itu, sisanya tinggal mengikuti satu jalan saja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa Wi-Fi terhubung tapi internet tidak jalan?

Karena keduanya dua tahap yang berbeda. Tersambung ke Wi-Fi berarti perangkat berhasil berbicara dengan router. Mendapat internet menuntut tiga hal berikutnya: alamat IP dari router, jalur keluar ke penyedia, dan penerjemah nama situs. Salah satu dari ketiganya gagal sudah cukup membuat sambungan terlihat penuh tetapi tidak berguna.

Apa arti alamat IP yang dimulai 169.254?

Itu alamat yang dibuat perangkat sendiri ketika tidak menerima jawaban dari router. Artinya jelas dan menyempitkan pencarian: masalahnya ada antara perangkat dan router, bukan antara router dan penyedia internet.

Kenapa hanya satu perangkat yang bermasalah sementara yang lain normal?

Maka masalahnya hampir pasti pada perangkat itu, bukan pada jaringan. Yang paling sering: alamat IP tetap yang bentrok, DNS yang disetel manual dan sudah tidak berfungsi, atau VPN yang aktif tanpa disadari.