Skenario yang sering terjadi: router bawaan penyedia diganti dengan router yang lebih mahal, lebih baru, dengan lebih banyak antena, dan internet terasa lebih lambat daripada sebelumnya. Router baru itu hampir pasti baik-baik saja. Yang berbeda adalah setelan bawaannya, yang dirancang untuk "aman di mana saja", bukan "cepat di rumah Anda". Tujuh setelan berikut menjelaskan hampir semua kasus, dan urutannya dari yang paling sering.

Ukur dulu, lewat kabel

Sebelum mengubah apa pun, sambungkan laptop ke router baru dengan kabel LAN dan jalankan speedtest, caranya di panduan cek kecepatan internet. Bila hasilnya penuh sesuai paket, persoalannya ada di Wi-Fi (setelan 1–5). Bila lewat kabel pun lambat, lompat ke setelan 6–7.

1. Perangkat tersambung ke 2,4 GHz, bukan 5 GHz

Router baru sering menyalakan band steering, satu nama untuk kedua pita, dan perangkat yang sudah hafal nama itu dari router lama masuk ke 2,4 GHz lalu bertahan di sana. Cek di setelan Wi-Fi ponsel/laptop: bila tertulis 2,4 GHz padahal dekat router, "lupakan" jaringan itu lalu sambung ulang. Bila masih keras kepala, pisahkan nama pita dan sambungkan ke yang 5 GHz.

2. Lebar kanal terlalu sempit atau terlalu lebar

Di 5 GHz, router baru sering diset 20 atau 40 MHz "untuk kompatibilitas". Ubah ke 80 MHz, itu yang membuat kecepatan Wi-Fi 5/6 terasa. Sebaliknya di 2,4 GHz, biarkan 20 MHz; 40 MHz di pita yang sesak justru memperburuk. Setelan ini biasanya di menu Wireless → Advanced → Channel Width.

3. Kanal otomatis memilih kanal yang sesak

"Auto" pada router baru memilih kanal saat pertama dinyalakan, sering di jam sepi, lalu bertahan di kanal itu ketika tetangga ramai. Pilih kanal manual berdasarkan pemindaian, panduannya di memilih kanal Wi-Fi yang tepat. Untuk 5 GHz, coba kanal DFS (52–144) yang biasanya lebih lengang, bila semua perangkat Anda mendukungnya.

4. Mode kompatibilitas lama menyala

Setelan seperti 802.11 b/g/n mixed di 2,4 GHz, atau "Legacy mode", membuat seluruh pita melambat demi satu perangkat tua yang mungkin tidak ada. Pilih n only atau n/ax di 2,4 GHz dan ac/ax di 5 GHz. Bila ada perangkat yang tiba-tiba tidak bisa tersambung setelah ini, itulah perangkat tua yang dimaksud, beri ia SSID khusus 2,4 GHz mode campuran, jangan korbankan semuanya.

5. Router baru diletakkan di tempat router lama

Router bawaan penyedia sering menyatu dengan ONT di dekat titik masuk kabel fiber, pojok rumah, dekat lantai. Router baru yang lebih kuat pun tidak dapat menembus tiga dinding dari pojok. Pindahkan ke tengah rumah, setinggi meja atau lebih; kabel dari ONT ke router boleh panjang. Lihat panduan menempatkan router. Dan bila antenanya bisa diatur, jangan semua tegak, miringkan satu.

6. QoS atau "pengaman" yang menyala sendiri

Beberapa router baru mengaktifkan QoS, pemindai keamanan, kontrol orang tua, atau "traffic analyzer" secara bawaan. Fitur-fitur ini memproses setiap paket dan pada router kelas menengah dapat membatasi throughput di 100–300 Mbps, lebih rendah dari paket fiber Anda. Matikan semuanya dulu, ukur, lalu nyalakan yang benar-benar dipakai satu per satu. Untuk QoS yang benar-benar dibutuhkan, lihat panduan QoS.

7. Double NAT: router lama masih menjadi router

Ini yang paling sering terlewat bila lewat kabel pun lambat. Bila ONT/modem penyedia masih dalam mode router dan router baru dicolok di belakangnya, ada dua router bertumpuk: dua kali NAT, dua firewall, dan latensi tambahan. Cirinya: alamat WAN di router baru berawalan 192.168.x.x atau 10.x.x.x. Solusinya salah satu: minta penyedia mengubah ONT ke mode bridge (router baru yang melakukan PPPoE), atau jadikan router baru sebagai access point saja. Penjelasannya di dua router dalam satu jaringan dan panduan NAT.

Terakhir: firmware

Router yang baru dibeli sering membawa firmware dari saat ia diproduksi, bisa setahun lalu. Pembaruan pertama kerap memperbaiki kinerja Wi-Fi secara signifikan. Caranya di panduan memperbarui firmware; lakukan ini sebelum menyetel hal lain, supaya setelannya tidak perlu diulang.

Catatan penutup

Ukur lewat kabel dulu. Lambat di Wi-Fi saja → pita 5 GHz, lebar kanal 80 MHz, kanal manual, mode kompatibilitas dimatikan, posisi di tengah rumah. Lambat di kabel juga → matikan fitur QoS/keamanan bawaan, lalu periksa double NAT. Dan perbarui firmware sebelum semuanya. Router baru tidak perlu "waktu beradaptasi", ia hanya perlu disetel.

Pertanyaan yang sering diajukan

Router baru tidak menampilkan kecepatan penuh paket internet, apa yang salah?

Ukur dulu lewat kabel LAN ke router. Bila lewat kabel sudah penuh, masalahnya di Wi-Fi (pita, kanal, lebar kanal, posisi). Bila lewat kabel pun tidak penuh, periksa apakah port WAN router baru tersambung ke port yang benar di ONT/modem, dan apakah PPPoE atau setelan penyedia sudah dipindahkan.

Perlukah setelan dari router lama disalin ke router baru?

Salin hanya yang wajib: setelan koneksi ke penyedia (PPPoE, VLAN bila ada), nama dan kata sandi Wi-Fi supaya perangkat tidak perlu disambung ulang. Jangan mengimpor berkas cadangan dari router merek lain, formatnya berbeda dan sering merusak setelan.

Apakah router baru perlu waktu "belajar" supaya cepat?

Tidak. Router tidak menjadi lebih cepat seiring waktu. Bila lambat di hari pertama, ada setelan yang perlu diubah, bukan ditunggu.