Satu router sering tidak cukup untuk rumah dua lantai atau ruko memanjang. Menambah router kedua adalah jalan keluar yang murah, apalagi bila router lama masih tersimpan di lemari.

Masalahnya, sebagian besar panduan berhenti pada "sambungkan kabelnya" tanpa menjelaskan port mana yang dipakai. Padahal di situlah letak kesalahan yang paling sering terjadi, dan akibatnya bukan sekadar tidak optimal, perangkat di lantai atas jadi tidak bisa mencetak ke printer di lantai bawah.

Dua cara menyambung, dan hanya satu yang menghasilkan satu jaringan

Sebelum menyentuh kabel, pahami perbedaan ini. Semua langkah berikutnya bergantung padanya.

LAN ke LANLAN ke WAN
Kabel masuk kePort LAN router keduaPort WAN router kedua
HasilnyaSatu jaringanDua jaringan bertumpuk
Perangkat saling terlihatYaTidak
Printer dan berkas bersamaBisa diakses dari mana sajaHanya dari sisi yang sama
DHCP di router keduaDimatikanTetap menyala
Cocok untukMemperluas jangkauanMemisahkan jaringan tamu

Karena yang Anda cari adalah satu jaringan, seluruh panduan ini memakai LAN ke LAN. Dalam susunan ini router kedua berhenti menjadi router, ia berubah fungsi menjadi titik akses biasa yang menumpang jaringan router pertama.

Kapan LAN ke WAN justru yang benar. Bila tujuan Anda memisahkan jaringan tamu atau perangkat pintar dari komputer kerja, pemisahan itu memang diinginkan. Bahasannya ada di panduan memisahkan jaringan tamu.

Catat dulu tiga angka dari router pertama

Buka halaman pengaturan router pertama, lalu catat:

  1. Alamat IP router: biasanya 192.168.1.1 atau 192.168.0.1
  2. Subnet mask: hampir selalu 255.255.255.0
  3. Rentang DHCP: misalnya 192.168.1.100 sampai 192.168.1.200

Rentang DHCP adalah kumpulan alamat yang dibagikan otomatis kepada perangkat. Router kedua harus memakai alamat di luar rentang itu, supaya tidak ada dua perangkat yang mendapat alamat sama. Penjelasan lengkap soal ini ada di panduan IP lokal, DHCP, dan bentrok alamat.

Enam langkah menyetel router kedua

Kerjakan seluruhnya sebelum router kedua disambungkan ke router pertama. Hubungkan laptop langsung ke salah satu port LAN router kedua dengan kabel, dan jangan sambungkan apa pun ke port WAN-nya.

Kembalikan ke setelan pabrik

Bila router kedua bekas pakai, tekan tombol reset sekitar sepuluh detik. Konfigurasi lama yang tertinggal adalah sumber masalah yang sulit dilacak.

Ubah alamat IP router kedua

Cari menu LAN atau Network. Isi dengan alamat di subnet yang sama tapi di luar rentang DHCP, misalnya 192.168.1.2 bila router pertama memakai 192.168.1.1. Catat alamat ini; mulai sekarang inilah pintu masuk ke pengaturannya.

Matikan DHCP server

Ini langkah yang paling menentukan. Dua DHCP aktif dalam satu jaringan membuat perangkat menerima alamat dari sumber berbeda, dan gejalanya membingungkan: kadang tersambung, kadang tidak, tanpa pola yang jelas. Biarkan hanya router pertama yang membagikan alamat.

Samakan nama dan kata sandi Wi-Fi

Isi SSID, kata sandi, dan jenis enkripsi persis sama dengan router pertama, termasuk huruf besar-kecilnya. Dengan begitu perangkat menganggapnya satu jaringan dan berpindah sendiri saat sinyalnya melemah.

Bedakan kanalnya

Di 2,4 GHz pakai kanal 1, 6, atau 11, hanya ketiganya yang benar-benar tidak saling bertindih. Bila router pertama di kanal 1, setel router kedua ke 6 atau 11. Di 5 GHz, pilih kanal yang berjauhan.

Matikan fungsi router lain

Bila tersedia, nonaktifkan NAT, firewall WAN, dan UPnP pada router kedua. Fungsi itu sudah dijalankan router pertama, dan membiarkannya aktif hanya menambah lapisan yang tidak perlu.

Menyambungkan kabelnya

Setelah semua tersimpan, cabut laptop dan tarik kabel dari port LAN router pertama ke port LAN router kedua.

Perhatikan sekali lagi: port LAN di kedua ujungnya. Port WAN, biasanya berwarna beda dan diberi label Internet: dibiarkan kosong pada router kedua.

Kabel Cat5e sudah memadai untuk kecepatan gigabit sampai jarak 100 meter. Yang lebih menentukan justru bahannya harus tembaga murni, bukan aluminium berlapis tembaga; ini dibahas di panduan memilih kabel LAN.

Kalau jalur kabel tidak memungkinkan. Powerline mengirim data lewat instalasi listrik yang sudah ada, dan hasilnya lebih stabil daripada repeater nirkabel untuk jarak antar lantai. Pertimbangannya ada di panduan powerline dan alternatifnya.

Jarak antar router menentukan hasilnya

Menaruh router kedua di ujung terjauh terdengar masuk akal, tapi justru meninggalkan lubang di tengah. Sebaliknya, menaruhnya terlalu dekat membuat keduanya melayani area yang sama.

Targetnya: di titik peletakan router kedua, sinyal router pertama masih terbaca dengan kekuatan sedang, sekitar dua dari empat batang. Dari situ cakupannya bersambung tanpa celah. Faktor penempatan lain dibahas di panduan menempatkan router.

Menguji hasilnya

Empat pemeriksaan ini memastikan susunannya benar-benar satu jaringan:

  • Alamat IP. Sambungkan perangkat ke router kedua, lalu periksa alamat IP-nya. Harus berada di rentang yang sama dengan perangkat di router pertama.
  • Saling menjangkau. Dari perangkat di router kedua, coba buka printer atau berkas bersama yang terhubung ke router pertama. Bila terbuka, keduanya benar-benar satu jaringan.
  • Perpindahan. Berjalanlah dari satu ujung ke ujung lain sambil memutar video. Jeda satu dua detik masih wajar; putus total berarti ada yang keliru.
  • Panel pengaturan. Buka alamat baru router kedua dari perangkat mana pun di rumah. Bila terbuka, berarti ia sudah menyatu dengan jaringan.

Gejala yang umum muncul dan artinya

GejalaPenyebab yang paling mungkin
Perangkat tidak dapat alamat IPKabel masuk ke port WAN, bukan LAN
Kadang tersambung, kadang tidakDHCP di router kedua belum dimatikan
Panel router kedua tidak bisa dibukaAlamatnya sudah berubah ke yang baru
Perangkat lantai atas tak lihat printer bawahTersambung mode LAN ke WAN
Lambat padahal sinyal penuhKedua router memakai kanal yang sama
Perangkat menempel di router jauhPerilaku wajar; matikan Wi-Fi sesaat

Gejala terakhir itu disebut sticky client. Perangkat cenderung bertahan pada jaringan yang sudah terhubung sampai sinyalnya benar-benar buruk, meski ada titik akses lain yang jauh lebih dekat. Dua router biasa tidak bisa memaksa perpindahan, inilah perbedaan nyata dengan sistem mesh.

Kapan sebaiknya memakai mesh saja

Dua router yang disambung kabel memberi kecepatan yang lebih baik daripada mesh nirkabel, dan biayanya jauh lebih murah bila router keduanya sudah ada. Kelemahannya ada pada perpindahan yang tidak semulus mesh, dan pengaturan yang harus dilakukan di dua tempat terpisah.

Bila Anda sering berpindah ruangan sambil menelepon lewat internet, mesh lebih nyaman. Bila perangkat lebih banyak diam di tempat, dua router jauh lebih hemat. Perbandingan lengkapnya ada di panduan mesh, repeater, atau access point.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kabelnya masuk ke port LAN atau port WAN di router kedua?

Port LAN, di kedua ujungnya. Menancapkannya ke port WAN membuat router kedua menjalankan jaringan sendiri di belakang router pertama, sehingga perangkat di kedua sisi tidak bisa saling melihat. Itu bukan satu jaringan, melainkan dua yang bertumpuk.

Apakah nama Wi-Fi kedua router harus sama?

Sebaiknya sama, berikut kata sandi dan jenis enkripsinya, supaya perangkat berpindah sendiri saat Anda berjalan. Bila dibuat berbeda, Anda harus mengganti jaringan secara manual setiap pindah ruangan. Yang justru harus dibedakan adalah kanalnya.

Bisakah tanpa kabel, cukup lewat Wi-Fi?

Bisa lewat mode WDS, repeater, atau bridge nirkabel, tapi kecepatan di router kedua turun sekitar setengahnya karena satu radio dipakai bergantian untuk menerima dan meneruskan. Kabel selalu memberi hasil lebih baik bila jalurnya memungkinkan.

Kenapa halaman pengaturan router kedua tidak bisa dibuka lagi?

Karena alamatnya sudah berubah menjadi alamat baru yang Anda tetapkan, misalnya 192.168.1.2, bukan lagi alamat bawaannya. Buka alamat yang baru itu. Bila lupa, tekan tombol reset pada router kedua dan ulangi konfigurasi dari awal.