Dua istilah ini muncul terus dalam pembahasan jaringan, dan keduanya sebenarnya sederhana. Analoginya begini: satu alamat IP adalah satu bangunan, dan port adalah nomor pintu di bangunan itu. Protokol adalah bahasa yang dipakai setelah pintunya dibuka.
Memahami keduanya menjawab satu pertanyaan yang sering muncul dan terasa misterius: kenapa internet jalan normal, situs terbuka semua, tetapi satu aplikasi tertentu tidak mau tersambung.
Port sebagai nomor pintu
Sebuah server bisa melayani banyak layanan sekaligus dari satu alamat. Yang membedakan permintaan mana untuk layanan mana adalah nomor portnya. Ketika Anda membuka sebuah situs, permintaan itu pergi ke alamat server di port 443. Ketika aplikasi surel mengambil pesan, ia pergi ke alamat yang mungkin sama tetapi port yang berbeda.
Nomornya berjalan dari 1 sampai 65535, dan yang di bawah 1024 disepakati untuk layanan tertentu. Yang praktis perlu diingat hanya beberapa:
- 443, web terenkripsi. Hampir semua lalu lintas yang Anda pakai sehari-hari lewat sini.
- 80, web tanpa enkripsi. Masih dipakai untuk mengalihkan ke 443, dan sering dipakai perangkat jaringan untuk halaman pengaturannya.
- 53, penerjemahan nama menjadi alamat. Kalau ini terganggu, gejalanya tampak seperti internet mati padahal tidak, dan itu dibahas di DNS server tidak merespons serta apa itu DNS.
- 123, penyamaan jam. Kecil tetapi penting, karena jam yang salah membuat sertifikat situs ditolak.
- 22, akses baris perintah ke server. Sering diblokir di jaringan kantor dan hotel.
Sisanya jarang perlu diingat. Yang lebih berguna adalah tahu bahwa nomornya ada, dan bahwa ia bisa diblokir satu per satu.
TCP dan UDP
Di bawah port ada dua cara mengirim data, dan bedanya terasa langsung dalam pemakaian sehari-hari.
TCP memastikan semuanya tiba, urut, dan lengkap. Kalau ada bagian yang hilang, ia dikirim ulang sebelum sisanya dilanjutkan. Ini yang dipakai untuk membuka situs, mengunduh berkas, dan mengirim surel, karena berkas yang kurang satu bagian menjadi tidak berguna.
UDP mengirim tanpa menunggu konfirmasi dan tanpa mengirim ulang yang hilang. Terdengar lebih buruk, tetapi untuk panggilan video justru inilah yang benar: suara yang tertunda satu detik karena menunggu potongan yang hilang jauh lebih mengganggu daripada suara yang putus sekejap. Karena itu panggilan video dan permainan daring memakai UDP, dan karena itu gejalanya berbeda ketika jaringan bermasalah.
Ini juga yang menjelaskan keluhan di video call patah-patah dan ping tinggi saat bermain game: keduanya sensitif terhadap jeda dan data yang hilang, bukan terhadap besarnya kecepatan. Perbedaan ukurannya dijelaskan di bandwidth, latensi, dan throughput.
Kalau satu aplikasi tidak jalan, yang lain jalan
Inilah gunanya memahami port. Gejalanya khas: situs terbuka semua, kecepatan normal, tetapi satu aplikasi berputar terus tanpa pernah tersambung. Yang terjadi bukan koneksi bermasalah, melainkan satu pintu tertutup.
Penutupnya bisa beberapa pihak:
- Jaringan tempat Anda berada. Wi-Fi kantor, sekolah, hotel, dan kafe sering hanya membuka port web dan menutup sisanya. Ini alasan paling umum aplikasi permainan, VPN, dan panggilan video gagal di tempat umum.
- Firewall di router atau komputer Anda (apa itu firewall).
- Penyedia internet, terutama untuk port yang sering disalahgunakan.
- Pembatasan alamat, bukan port. Kalau yang diblokir alamat situsnya, gejalanya berbeda dan dibahas di kenapa situs diblokir.
Cara memastikannya sederhana dan tidak butuh alat: coba aplikasi yang sama lewat hotspot ponsel. Kalau di sana jalan, penyaringannya ada di jaringan yang pertama, bukan di aplikasi atau perangkat Anda. Langkah lanjutannya di aplikasi tertentu tidak bisa dibuka.
Port masuk, dan kenapa ini bagian yang berisiko
Semua di atas tentang koneksi yang Anda mulai dari dalam. Arah sebaliknya berbeda sifatnya. Router secara bawaan menolak koneksi yang datang dari internet, dan itu perlindungan yang paling berguna yang Anda miliki tanpa melakukan apa pun. Mekanismenya dijelaskan di apa itu NAT dan CGNAT.
Membuka port masuk berarti membatalkan perlindungan itu untuk satu pintu tertentu. Kadang memang perlu, misalnya untuk melihat kamera dari luar atau menjalankan server kecil di rumah. Tiga hal yang wajib disadari sebelum melakukannya:
- Pemindai otomatis akan menemukannya, biasanya dalam hitungan jam, bukan bulan. Tidak ada port yang tersembunyi karena nomornya tidak lazim.
- Yang di baliknya harus siap. Kata sandi bawaan diganti, firmware diperbarui, dan kalau perangkat itu tidak lagi menerima pembaruan, jangan dibuka sama sekali.
- VPN hampir selalu pilihan yang lebih baik. Ia memberi akses ke jaringan rumah Anda tanpa membuka pintu untuk siapa pun. Pembahasan lengkapnya di cara port forwarding di router.
Untuk kamera dan perangkat pintar, jawabannya hampir selalu jangan dibuka. Alasannya di keamanan kamera CCTV.
Melihat sendiri
Dua perintah yang cukup untuk hampir semua pemeriksaan sehari-hari, dan keduanya sudah ada di komputer Anda tanpa perlu memasang apa pun:
- ping memastikan sebuah alamat dapat dijangkau, dan mengukur jedanya.
- tracert di Windows atau traceroute di macOS dan Linux menunjukkan di titik mana perjalanan berhenti, sehingga Anda tahu apakah masalahnya di rumah, di penyedia, atau di tujuan.
Cara membaca hasilnya, termasuk kenapa titik yang tidak menjawab belum tentu berarti masalah, ada di memakai ping dan traceroute.
Yang perlu diingat
Port adalah nomor pintu pada satu alamat, dan bisa diblokir satu per satu, sehingga satu aplikasi bisa gagal sementara semua situs terbuka normal. TCP menjamin kelengkapan, UDP mengutamakan kecepatan, dan itu menjelaskan kenapa gejala gangguan pada panggilan video berbeda dari gangguan saat mengunduh. Dan koneksi masuk tidak sama dengan koneksi keluar: membuka satu port masuk adalah keputusan yang perlu alasan, bukan langkah pertama saat mencoba memperbaiki sesuatu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa bedanya TCP dan UDP secara praktis?
TCP memastikan setiap data tiba dan urut, dengan cara mengirim ulang yang hilang. UDP mengirim tanpa menunggu konfirmasi. Karena itu panggilan video memakai UDP: suara yang terlambat satu detik lebih buruk daripada suara yang hilang sekejap.
Kalau situs terbuka tetapi satu aplikasi tidak, apa yang diperiksa?
Kemungkinan besar port yang dipakai aplikasi itu diblokir, sementara port web tetap terbuka. Uji dari jaringan lain seperti hotspot ponsel. Kalau di sana jalan, penyaringannya ada di jaringan yang pertama.
Apakah membuka port di router berbahaya?
Ya, kalau perangkat di baliknya tidak siap diakses dari internet. Membuka port berarti mengundang seluruh internet mengetuk pintu itu, dan pemindai otomatis menemukannya dalam hitungan jam.