Anda ingin melihat kamera pengawas rumah dari kantor, atau mengakses penyimpanan jaringan saat bepergian. Panduan yang ditemukan menyebut satu istilah: port forwarding.

Langkah pengaturannya sendiri hanya lima menit. Yang membuat banyak orang menyerah adalah sesuatu yang tidak terlihat di menu mana pun, dan sebaiknya diperiksa lebih dulu.

Apa yang sebenarnya terjadi

Seluruh perangkat di rumah Anda berbagi satu alamat menghadap internet. Router membagikan alamat lokal ke masing-masing perangkat, dan menerjemahkan lalu lintas keluar-masuk, dijelaskan di panduan IP lokal dan DHCP.

Untuk lalu lintas yang Anda mulai dari dalam, router ingat siapa yang meminta dan tahu ke mana balasannya dikirim. Untuk permintaan yang datang dari luar tanpa diminta, router tidak punya petunjuk apa pun, dan ia membuangnya.

Port forwarding adalah catatan yang Anda buat: "bila ada permintaan masuk di port sekian, teruskan ke perangkat ini."

Periksa ini dulu sebelum apa pun

Sebagian besar kegagalan berhenti di sini, dan memeriksanya hanya butuh satu menit.

Banyak langganan rumahan di Indonesia tidak memberi alamat IP publik sungguhan. Alih-alih, puluhan sampai ratusan pelanggan berbagi satu alamat lewat mekanisme bernama CGNAT. Dalam susunan ini, permintaan dari luar tidak pernah sampai ke router Anda, jadi tidak ada pengaturan yang bisa menolong.

Catat alamat WAN di router

Buka halaman pengaturan router, cari bagian status atau WAN, dan catat alamat IP yang tertera di sana.

Catat alamat yang terlihat dari internet

Di peramban, cari "IP saya" dan catat angka yang ditampilkan.

Bandingkan keduanya

Sama persis berarti Anda punya alamat publik dan port forwarding dapat bekerja. Berbeda berarti Anda di belakang CGNAT, lanjutkan ke bagian alternatif di bawah.

Bila ternyata di belakang CGNAT. Sebagian penyedia menyediakan alamat IP publik sebagai layanan tambahan berbayar, biasanya untuk pelanggan bisnis. Tanyakan ke layanan pelanggan dengan menyebut istilah "IP publik statis", mereka akan langsung mengerti maksud Anda.

Langkah pengaturannya

Bila alamat publik Anda ada, lanjutkan:

  1. Beri alamat tetap pada perangkat tujuan. Ini wajib. Bila alamatnya berubah setelah router dinyalakan ulang, aturan yang Anda buat menunjuk ke alamat yang salah. Cari menu DHCP Reservation dan kaitkan alamat MAC perangkat dengan satu alamat tetap.
  2. Cari nomor port yang dipakai perangkat. Ada di manual atau di pengaturannya. Kamera pengawas umumnya memakai 554 untuk aliran video dan 80 untuk halaman antarmukanya.
  3. Buka menu port forwarding di router. Namanya bisa Virtual Server, NAT Forwarding, atau Port Mapping tergantung merek.
  4. Isi aturannya: port luar, alamat tujuan, port dalam, dan protokol TCP atau UDP.
  5. Uji dari luar jaringan rumah. Matikan Wi-Fi di ponsel dan pakai data seluler. Menguji dari dalam rumah sering memberi hasil menyesatkan.

Bila alamat publiknya berubah-ubah

Alamat publik pada langganan rumahan biasanya dinamis, berubah setiap beberapa hari atau setiap kali modem dinyalakan ulang. Aturan port forwarding tetap berlaku, tapi Anda tidak lagi tahu ke alamat mana harus menghubungi.

DDNS menyelesaikan ini. Anda memperoleh nama tetap, dan router memperbarui nama itu setiap kali alamatnya berubah. Sebagian besar router menyediakan menu DDNS bawaan dengan beberapa penyedia gratis.

Risiko yang perlu diketahui

Port yang terbuka dapat ditemukan pemindai otomatis dalam hitungan jam. Ini bukan peringatan berlebihan, ada mesin pencari khusus yang mengindeks perangkat yang terbuka ke internet, dan kamera pengawas adalah salah satu isi terbanyaknya.

Bila Anda tetap memilih membuka port, kerjakan empat hal ini:

  • Ganti kata sandi bawaan perangkat sebelum portnya dibuka.
  • Perbarui perangkat lunaknya, dan periksa apakah masih didukung produsen.
  • Pakai nomor port luar yang tidak lazim, bukan angka bawaan.
  • Tempatkan perangkat itu di jaringan terpisah dari komputer kerja, panduan memisahkan jaringan.

Pertimbangan khusus untuk kamera dan perangkat pintar dibahas di panduan keamanan perangkat pintar.

Tiga alternatif yang lebih aman

CaraPerlu IP publik?Catatan
Layanan awan produsenTidakPaling mudah, tapi data lewat pihak ketiga
VPN ke rumahYaSatu pintu terkendali, bukan beberapa pintu terbuka
Terowongan terbalikTidakBekerja di belakang CGNAT, perlu penyiapan

Untuk sebagian besar keperluan rumah tangga, melihat kamera dari luar, layanan awan produsen sudah memadai dan tidak menuntut apa pun dari sisi jaringan. Port forwarding baru benar-benar diperlukan ketika Anda menjalankan layanan sendiri yang harus dapat dihubungi langsung.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa port forwarding sudah benar tapi tetap tidak bisa diakses?

Paling sering karena langganan Anda tidak memberi alamat IP publik sungguhan, melainkan alamat yang dibagi banyak pelanggan lewat CGNAT. Dalam keadaan itu tidak ada pengaturan router yang bisa menolong, karena permintaan dari luar tidak pernah sampai ke router Anda.

Bagaimana cara tahu saya punya IP publik atau tidak?

Bandingkan alamat WAN yang tertera di halaman router dengan alamat yang muncul saat Anda mencari "IP saya" di peramban. Bila keduanya sama, Anda punya alamat publik. Bila berbeda, sambungan Anda berada di belakang CGNAT.

Apakah membuka port berbahaya?

Ada risikonya. Port yang terbuka dapat ditemukan oleh pemindai otomatis dalam hitungan jam. Perangkat dengan kata sandi lemah atau perangkat lunak lama yang portnya dibuka adalah salah satu jalan masuk yang paling sering dipakai.

Adakah cara yang lebih aman daripada port forwarding?

Ada. Sebagian besar kamera dan perangkat penyimpanan modern menyediakan akses lewat layanan awan produsennya tanpa perlu membuka port sama sekali. Alternatif lain adalah VPN ke rumah, yang membuka satu pintu terkendali alih-alih beberapa pintu terbuka.