Data di internet tidak dikirim sebagai satu aliran utuh. Ia dipotong menjadi paket-paket, dan setiap jaringan yang dilalui punya batas ukuran paket terbesar yang dapat diteruskannya. Batas itulah yang disebut MTU: maximum transmission unit.

Sebagian besar waktu, tidak ada yang perlu memikirkannya. Perangkat dan router menyepakatinya sendiri. Tetapi ketika kesepakatan itu gagal, gejalanya termasuk yang paling membingungkan di dunia jaringan rumah.

Gambaran sederhananya

Bayangkan jalan yang dilalui truk, dengan satu terowongan rendah di tengahnya. Truk kecil lewat tanpa masalah. Truk yang terlalu tinggi harus dibongkar muatannya menjadi dua, atau berputar balik.

Di internet, "membongkar" itu disebut fragmentasi, dan jaringan modern sering tidak mau melakukannya. Sebagai gantinya, jaringan mengirim pesan kembali ke pengirim: "paketmu terlalu besar". Masalah muncul ketika pesan balasan itu diblokir di tengah jalan, oleh firewall yang terlalu ketat, misalnya. Pengirim tidak pernah tahu, terus mengirim paket besar, dan paket itu terus hilang.

Gejala khasnya

Yang membuat masalah MTU sulit dikenali adalah pilih-pilihnya:

  • Sebagian situs terbuka normal, sebagian lain memutar terus tanpa pernah memuat.
  • Halaman mulai tampil lalu berhenti di tengah, biasanya saat bagian yang besar seperti gambar atau skrip dimuat.
  • Situs dan aplikasi yang memakai sambungan terenkripsi, perbankan, email kantor, lebih sering terkena.
  • Pesan chat pendek terkirim, tetapi foto tidak.
  • Masalah baru muncul setelah memasang VPN, mengganti router, atau pindah jenis sambungan.

Paket kecil lolos, paket besar hilang. Karena itu sambungan tampak "hampir bekerja".

Kenapa PPPoE sering terlibat

Banyak sambungan internet rumah memakai PPPoE, yang menambahkan 8 byte label pada setiap paket. Ruang untuk data pun berkurang dari 1500 menjadi 1492. Router yang disetel dengan benar menangani ini secara otomatis. Router yang dipasang manual dengan MTU 1500 di atas PPPoE adalah salah satu sumber masalah paling klasik.

VPN melakukan hal serupa dengan label yang lebih besar, sehingga ruang datanya menyusut lagi.

Memeriksa tanpa menebak

Di komputer Windows, perintah ping dapat mengirim paket berukuran tertentu dengan larangan dipecah:

  • Buka Command Prompt, lalu jalankan ping google.com -f -l 1472.
  • Bila muncul pesan bahwa paket perlu dipecah, kecilkan angkanya sedikit demi sedikit, 1464, 1452, dan seterusnya, sampai berhasil.
  • Angka terbesar yang berhasil ditambah 28 adalah MTU jalur itu. 1472 + 28 = 1500.

Di macOS dan Linux, perintah setaranya memakai pilihan yang berbeda, tetapi prinsipnya sama.

Memperbaikinya

Bila hasil pengukuran lebih kecil dari yang disetel di router, ubah nilai MTU pada pengaturan WAN router ke angka yang ditemukan. Pada sambungan PPPoE, banyak router juga punya pilihan bernama MSS clamping yang sebaiknya dinyalakan, ia memberi tahu perangkat di balik router untuk memakai paket yang pas sejak awal.

Bila masalah hanya terjadi saat VPN menyala, ubah MTU di pengaturan aplikasi VPN, bukan di router.

Gejala sebagian situs tidak mau terbuka juga dapat berasal dari DNS atau pemblokiran. Pemeriksaan lainnya ada di panduan aplikasi tertentu tidak bisa dibuka.

MTU adalah ukuran paket terbesar yang dapat lewat. Bila salah, paket kecil lolos dan paket besar hilang, sehingga sebagian situs tidak mau memuat. Ukur dengan ping berukuran tertentu, lalu setel angkanya di router atau VPN. Selama tidak ada gejala, biarkan pengaturan otomatis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa nilai MTU yang benar?

Untuk Ethernet biasa, 1500. Sambungan PPPoE umumnya memerlukan 1492. VPN dan beberapa jenis terowongan memerlukan nilai lebih kecil lagi. Pada kebanyakan router rumah, pilihan otomatis sudah benar dan tidak perlu diubah.

Apakah mengecilkan MTU membuat internet lebih cepat?

Tidak. MTU yang tepat hanya mencegah masalah. Mengecilkannya lebih dari yang diperlukan justru sedikit menambah beban karena data dipecah menjadi lebih banyak paket.