Gejalanya membingungkan karena bertentangan dengan diri sendiri: internet jelas jalan, halaman lain terbuka, pesan terkirim, tetapi satu aplikasi berputar-putar lalu menyerah.

Bila semuanya gagal, sebabnya jelas. Yang menyulitkan justru ketika hampir semuanya berhasil.

Dan justru karena hanya satu yang gagal, sebabnya hampir tidak pernah kecepatan. Aplikasi yang berbeda memakai jalan yang berbeda, dan yang rusak adalah salah satu jalan itu.

Pemeriksaan pertama yang menghemat segalanya

Sebelum menyentuh pengaturan apa pun: coba aplikasi yang sama lewat data seluler, dengan Wi-Fi dimatikan.

  • Jalan di seluler, gagal di Wi-Fi: penyebabnya di jaringan Anda. Lanjutkan membaca.
  • Gagal di keduanya: layanannya yang bermasalah. Tidak ada yang perlu diperbaiki di rumah, dan waktu yang dihabiskan mengutak-atik router akan terbuang.

Satu menit ini membelah persoalannya menjadi dua, dan separuhnya bukan urusan Anda.

Empat tersangka

Bila memang di jaringan Anda, penyebabnya hampir selalu salah satu dari empat ini, dan masing-masing punya gejala yang membedakannya.

1. DNS, nama tidak dapat diterjemahkan

Aplikasi menghubungi servernya lewat nama, dan nama itu harus diubah menjadi angka lebih dulu. Bila penerjemahnya gagal untuk nama tertentu, hanya aplikasi itu yang jatuh.

Gejalanya: gagal seketika, bukan menunggu lama. Pesannya biasanya menyebut server tidak ditemukan.

Ujinya: ganti DNS perangkat ke DNS publik, lalu coba lagi, caranya pada panduan mengganti DNS. Cara kerjanya dijelaskan pada panduan DNS, dan bila DNS-nya memang sedang bermasalah, panduan DNS tidak merespons membahasnya lebih dalam.

2. Pemblokiran

Layanannya sengaja ditutup, oleh penyedia internet, oleh pengaturan di router, atau oleh penyaringan tingkat jaringan.

Gejalanya: gagal secara konsisten, selalu, dari semua perangkat di jaringan itu, tetapi normal di jaringan lain.

Cara kerjanya dan bagaimana membedakan jenis pemblokirannya ada pada panduan kenapa situs diblokir. Bila yang memblokir adalah pengaturan di rumah sendiri, periksa panduan kontrol orang tua di router, fitur ini sering menyala tanpa disadari, terutama pada router bawaan penyedia.

3. Port tertutup

Sebagian aplikasi tidak memakai pintu yang sama dengan peramban. Permainan daring, panggilan suara, kamera pengawas, dan aplikasi kantor sering memakai nomor pintu tersendiri, dan sebagian jaringan menutup pintu selain yang umum.

Gejalanya: aplikasinya terbuka dan memuat menu, tetapi bagian utamanya gagal. Permainan masuk ke lobi tetapi tidak dapat bergabung; aplikasi panggilan berdering tetapi suaranya tidak sampai.

Ini paling sering terjadi di jaringan kantor, kos, dan Wi-Fi publik. Di rumah sendiri, penyebabnya bisa CGNAT, lihat panduan NAT dan CGNAT, dan bila memang perlu dibuka, panduan port forwarding menjelaskan caranya.

4. MTU, paket terlalu besar untuk lewat

Ini yang paling jarang diketahui, dan gejalanya paling khas.

Data dikirim dalam potongan, dan ada batas ukuran potongan yang dapat lewat jalur tertentu. Bila batas di perangkat lebih besar daripada batas yang sebenarnya ada di jalan, potongan besar tersangkut sementara potongan kecil lewat dengan mulus.

Gejalanya: halaman terbuka tetapi gambarnya tidak muncul. Aplikasi masuk tetapi video tidak jalan. Teks sampai, berkas tidak.

Ujinya: turunkan MTU di pengaturan WAN router, dari 1500 ke 1492, lalu ke 1400 bila perlu. Ini paling sering muncul pada sambungan yang memakai PPPoE.

Urutan memeriksanya

Diurutkan dari yang paling cepat dijawab, bukan dari yang paling sering terjadi:

  1. Coba lewat data seluler. Membelah persoalan menjadi dua.
  2. Coba dari perangkat lain di Wi-Fi yang sama. Bila hanya satu perangkat, lompat ke panduan masalah pada satu perangkat.
  3. Ganti DNS, coba lagi. Lima menit, dan menutup satu kemungkinan penuh.
  4. Perhatikan bentuk kegagalannya. Gagal seketika mengarah ke DNS atau pemblokiran; menunggu lama lalu menyerah mengarah ke port; sebagian jalan dan sebagian tidak mengarah ke MTU.
  5. Matikan VPN dan penyaring iklan, bila ada. Keduanya sering menutup satu layanan tanpa menyentuh yang lain, lihat panduan VPN.
  6. Turunkan MTU, bila gejalanya cocok.

Dua kasus yang punya penjelasan sendiri

Semuanya gagal setelah tersambung ke Wi-Fi baru. Itu bukan persoalan per aplikasi, lihat panduan Wi-Fi terhubung tanpa internet.

Aplikasi gagal di Wi-Fi kafe atau hotel. Jaringan publik banyak yang menutup sebagian besar pintu selain yang dipakai peramban. Panggilan suara dan permainan daring adalah korban yang paling sering, dan itu memang disengaja pengelolanya, bukan gangguan. Yang perlu diperhatikan di jaringan seperti itu ada pada panduan menggunakan Wi-Fi publik dengan aman.

Yang tidak membantu

  • Menyalakan ulang router berkali-kali. Bila sekali tidak menyelesaikan, sepuluh kali juga tidak. Persoalan yang hanya menimpa satu aplikasi bukan persoalan yang hilang dengan dinyalakan ulang.
  • Menaikkan paket internet. Kecepatan tidak ada hubungannya, yang lain jalan dengan kecepatan yang sama.
  • Memasang ulang aplikasinya berulang kali, sebelum menguji lewat data seluler. Bila layanannya yang bermasalah, memasang ulang tidak mengubah apa pun.

Ketika semuanya jalan kecuali satu, kecepatan bukan penyebabnya. Ada empat jalan yang dapat rusak sendiri-sendiri: penerjemahan nama, pemblokiran, pintu yang tertutup, dan ukuran paket.

Bentuk kegagalannya yang menunjuk mana. Gagal seketika mengarah ke DNS atau pemblokiran; menunggu lama lalu menyerah mengarah ke port; terbuka sebagian tetapi gambar dan video tidak muncul hampir selalu MTU.

Dan sebelum semuanya: coba lewat data seluler. Separuh kasus berakhir di sana, dengan kesimpulan bahwa tidak ada yang perlu diperbaiki.