Begitu VPN dinyalakan, setiap data yang keluar dari perangkat tidak lagi langsung menuju tujuannya. Ia dienkripsi, dikirim ke server VPN, dibuka di sana, lalu baru diteruskan. Jawaban dari tujuan menempuh jalan yang sama untuk kembali.
Karena itu VPN selalu membuat internet sedikit lebih lambat. Pertanyaannya bukan apakah melambat, melainkan apakah perlambatannya masuk akal.
Tiga sumber perlambatan
- Jarak tambahan. Server VPN di benua lain menambah ratusan milidetik ke setiap permintaan, meski situs yang dituju berada di kota yang sama.
- Kerja enkripsi. Perangkat harus mengenkripsi dan membuka setiap paket. Laptop modern hampir tidak merasakannya; router lama yang menjalankan VPN untuk seluruh rumah sangat merasakannya.
- Beban server. Server VPN gratis atau server populer pada jam sibuk dipakai ribuan orang sekaligus.
Ukur dengan adil
Lakukan uji kecepatan tanpa VPN, lalu dengan VPN, pada jam yang sama dan dari tempat yang sama. Lakukan dua atau tiga kali. Tanpa pembanding, sulit mengetahui apakah yang lambat VPN-nya atau internetnya sendiri.
Urutan perbaikan
- Pilih server terdekat yang masih memenuhi kebutuhan. Bila VPN dipakai untuk keamanan di Wi-Fi publik, server di negara sendiri atau negara tetangga sudah cukup.
- Ganti protokol. Kebanyakan aplikasi VPN menyediakan beberapa pilihan. Protokol modern seperti WireGuard umumnya jauh lebih cepat daripada OpenVPN, terutama di ponsel.
- Coba UDP bila tersedia. Mode TCP lebih mudah menembus jaringan yang ketat, tetapi lebih lambat dan lebih mudah tersendat pada sambungan yang kurang stabil.
- Pindah server bila server yang dipilih sedang padat. Banyak aplikasi menampilkan persentase beban.
- Nyalakan split tunneling bila VPN hanya dibutuhkan untuk aplikasi tertentu.
VPN kantor
VPN kantor sering disetel agar seluruh lalu lintas melewati kantor, termasuk video dan media sosial. Bila sambungan internet kantor kecil, semua karyawan yang bekerja dari rumah berbagi jalur sempit yang sama.
Ini bukan hal yang dapat diubah karyawan sendiri. Yang dapat dilakukan adalah melaporkan kepada tim TI dengan data, kecepatan dengan dan tanpa VPN, jam kejadian, dan menanyakan apakah split tunneling dapat diaktifkan untuk lalu lintas yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Bila gejalanya aneh, bukan sekadar lambat
Bila dengan VPN sebagian situs tidak mau terbuka sama sekali, halaman berhenti di tengah, atau hanya unggahan besar yang gagal, penyebabnya sering bukan kecepatan melainkan ukuran paket. Penjelasan dan cara memeriksanya ada di panduan apa itu MTU. Menurunkan MTU di pengaturan aplikasi VPN biasanya menyelesaikannya.
VPN di router
Menjalankan VPN di router membuat semua perangkat terlindungi sekaligus, tetapi router rumahan jarang punya prosesor yang cukup kuat. Kecepatan yang tertahan di angka rendah berapa pun paketnya adalah tanda router yang kewalahan. Untuk kebanyakan orang, VPN di masing-masing perangkat lebih cepat.
Kesimpulan
Penurunan sedikit itu wajar. Bila berlebihan, pilih server terdekat, ganti ke protokol modern, gunakan UDP, dan pakai split tunneling. Bila sebagian situs tidak mau terbuka, periksa MTU. Untuk VPN kantor, bawa datanya ke tim TI.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa penurunan kecepatan yang wajar saat memakai VPN?
Dengan server di negara yang sama atau negara tetangga dan protokol modern, penurunan 10–30% masih wajar. Bila kecepatan turun lebih dari separuh, biasanya ada yang dapat diperbaiki: jarak server, protokol, atau beban server.
Apakah VPN dapat membuat internet lebih cepat?
Jarang, dan hanya dalam keadaan khusus, misalnya bila penyedia internet memperlambat jenis lalu lintas tertentu, atau rute penyedia ke suatu layanan buruk. Pada keadaan normal, VPN selalu menambah beban.
Apa itu split tunneling?
Pengaturan yang membuat hanya sebagian lalu lintas melewati VPN, misalnya hanya sistem kantor, sementara sisanya langsung ke internet. Hasilnya, video, pembaruan, dan penjelajahan biasa tidak ikut melambat.