Menjalankan jaringan VPN butuh biaya nyata: server di banyak negara, bandwidth yang dibayar per terabita, dan orang yang merawatnya. Aplikasi yang memberikan semua itu tanpa batas dan tanpa bayar tetap harus menutup biayanya dari suatu tempat.

Pertanyaannya bukan apakah Anda membayar, melainkan dengan apa.

Apa yang sebenarnya Anda serahkan

VPN bekerja dengan membungkus seluruh lalu lintas perangkat dan mengirimkannya lewat server penyedia. Ini berguna di jaringan yang tidak dipercaya, karena pemilik Wi-Fi tidak lagi bisa melihat ke mana Anda pergi. Tetapi posisi itu tidak hilang, hanya berpindah. Sekarang penyedia VPN yang berada di tengah.

Artinya, memasang VPN sama dengan berkata: saya lebih percaya perusahaan ini daripada jaringan yang sedang saya pakai. Untuk layanan yang jelas pemilik dan reputasinya, itu pertukaran yang wajar. Untuk aplikasi yang tidak diketahui siapa pembuatnya, itu taruhan.

Empat cara VPN gratis menutup biayanya

Menjual data penggunaan. Daftar situs yang Anda kunjungi, jam aktif, lokasi kasar, dan jenis perangkat bernilai bagi pengiklan dan perantara data. Sebagian aplikasi menuliskannya terang-terangan di kebijakan privasi, dengan bahasa yang sengaja dibuat samar seperti "berbagi informasi dengan mitra".

Menyisipkan iklan dan pelacak. Aplikasinya dipenuhi pustaka iklan yang mengumpulkan pengenal perangkat. Yang lebih buruk, beberapa menyisipkan iklan atau pelacak langsung ke halaman yang Anda buka, sesuatu yang hanya mungkin karena mereka berada di jalur lalu lintas.

Menjual koneksi Anda. Ada aplikasi yang menjadikan perangkat penggunanya sebagai titik keluar bagi orang lain. Lalu lintas pihak asing keluar lewat alamat internet Anda, dan kalau lalu lintas itu dipakai untuk hal yang melanggar hukum, alamat Anda yang tercatat.

Aplikasi palsu yang sejak awal jahat. Memakai nama dan logo mirip layanan terkenal, atau diunduh dari luar toko aplikasi resmi dengan janji "premium gratis". Isinya bisa pencuri kata sandi, pembaca SMS, atau pintu belakang. Pola penyamarannya mirip dengan phishing lewat Wi-Fi publik, hanya bentuknya aplikasi.

Aplikasi VPN meminta izin yang sangat dalam: hak untuk melihat dan mengarahkan seluruh lalu lintas perangkat. Memberikannya kepada pembuat yang tidak dikenal sama seperti menyerahkan kunci rumah kepada orang yang baru ditemui di jalan.

Cara menilai sebuah aplikasi VPN

Tidak perlu menjadi ahli. Lima pertanyaan ini sudah menyaring sebagian besar aplikasi bermasalah:

  1. Siapa pemiliknya? Nama perusahaan, negara asal, dan alamat yang bisa diperiksa. Kalau yang ada hanya alamat surel umum dan situs satu halaman, lewati.
  2. Bagaimana mereka mendapat uang? Layanan yang sehat punya versi berbayar, dan versi gratisnya sengaja dibatasi kuota atau pilihan server. Gratis tanpa batas tanpa penjelasan adalah tanda bahaya.
  3. Apa kata kebijakan privasinya? Cari bagian tentang log dan berbagi data. Kalimat seperti "kami dapat membagikan data agregat kepada mitra" berarti data Anda dijual dalam bentuk tertentu.
  4. Izin apa yang diminta? VPN tidak butuh akses kontak, SMS, galeri, atau mikrofon. Permintaan seperti itu cukup sebagai alasan untuk menghapusnya.
  5. Pernah diaudit pihak luar? Layanan yang serius menerbitkan hasil audit independen atas klaim "tanpa log". Tidak wajib untuk penggunaan ringan, tetapi pembeda yang jelas.

Satu aturan tambahan yang mudah: pasang hanya dari toko aplikasi resmi, dan periksa nama pengembangnya, bukan hanya nama aplikasinya. Berkas APK "versi premium gratis" dari grup obrolan atau situs unduhan hampir selalu membawa sesuatu yang tidak Anda inginkan.

Kapan VPN sebenarnya tidak perlu

Banyak orang memasang VPN karena merasa harus, padahal kebutuhannya tidak ada:

  • Di jaringan rumah sendiri. Router dan penyedia internetnya sudah Anda kenal. Situs penting memakai HTTPS, jadi isi komunikasi tidak terbaca. VPN di sini hanya memindahkan kepercayaan, bukan menambahnya.
  • Untuk perbankan. Aplikasi bank sudah mengenkripsi koneksinya sendiri. Yang lebih penting adalah kebiasaan, dibahas di keamanan mobile banking di Wi-Fi.
  • Untuk mencegah peretasan akun. VPN tidak melindungi dari kata sandi yang bocor atau halaman palsu. Untuk itu, yang bekerja adalah verifikasi dua langkah.

VPN paling berguna di Wi-Fi publik yang tidak Anda kenal, saat bepergian, atau saat perlu mengakses jaringan kantor dari luar. Kapan tepatnya ia membantu dijelaskan di VPN untuk Wi-Fi publik, dan kebiasaan dasarnya di cara aman menggunakan Wi-Fi publik.

Pilihan yang lebih aman

Kalau memang butuh, ada jalan tengah yang tidak mahal:

  • Versi gratis dari layanan berbayar yang jelas. Kuotanya terbatas, tetapi model bisnisnya terbuka: mereka berharap Anda kelak berlangganan, bukan menjual data Anda.
  • VPN dari kantor untuk urusan pekerjaan. Dikelola tim yang bisa dimintai pertanggungjawaban.
  • DNS terenkripsi kalau tujuannya sekadar menyembunyikan situs yang dikunjungi dari jaringan lokal. Lebih ringan daripada VPN penuh, dibahas di DNS publik dan privasi.

Perlu diingat juga bahwa VPN bukan alat untuk melewati aturan. Situs yang diblokir punya alasan dan mekanismenya sendiri, dijelaskan di kenapa situs diblokir dan cara kerjanya. Kalau koneksi terasa berat setelah VPN dinyalakan, penyebab umumnya ada di internet lambat saat memakai VPN.

Kalau aplikasi meragukan sudah terpasang

Jangan panik, tetapi jangan ditunda:

  1. Matikan dan hapus aplikasinya, lalu periksa pengaturan VPN di sistem untuk memastikan tidak ada profil yang tertinggal.
  2. Cabut izin yang terlanjur diberikan dan periksa apakah ada aplikasi lain yang ikut terpasang tanpa Anda sadari.
  3. Ganti kata sandi akun penting yang dibuka selama aplikasi itu aktif, dimulai dari surel utama.
  4. Pantau aktivitas akun beberapa minggu ke depan: perangkat yang masuk, transaksi, dan pemberitahuan masuk dari lokasi asing.

Gratis itu menyenangkan. Tetapi untuk aplikasi yang meminta hak melihat seluruh lalu lintas Anda, harga yang tidak tertulis biasanya yang paling mahal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua VPN gratis berbahaya?

Tidak semuanya. Ada versi gratis dari layanan berbayar yang jelas pemiliknya, biasanya dengan batas kuota atau kecepatan. Yang berisiko adalah aplikasi yang sepenuhnya gratis tanpa batas, tanpa pemilik yang jelas, dan tanpa model bisnis yang masuk akal.

Apa yang bisa dilihat penyedia VPN dari lalu lintas saya?

Semua yang bisa dilihat penyedia internet Anda kini bisa dilihat penyedia VPN: situs yang dikunjungi, kapan, dan berapa lama. Isi halaman HTTPS tetap terenkripsi, tetapi daftar tujuan dan kebiasaannya terbuka bagi mereka.

Apakah perlu memakai VPN di rumah sendiri?

Untuk sebagian besar orang, tidak. Di jaringan rumah yang Anda kendalikan, situs penting sudah memakai HTTPS. VPN di rumah hanya memindahkan kepercayaan dari penyedia internet ke penyedia VPN, dan sering memperlambat koneksi.