Keluhan yang khas apartemen: paket internetnya sama dengan yang di rumah lama, routernya juga sama, tetapi kecepatannya jauh lebih buruk, terutama pada malam hari. Penyebabnya jarang ada pada routernya. Di gedung bertingkat, lantai dan dinding tidak cukup tebal untuk menahan sinyal, sehingga Wi-Fi dari puluhan unit lain sampai ke unit Anda, dan semuanya berebut kanal yang jumlahnya terbatas.

Lihat dulu seberapa sesak

Pasang aplikasi analisa sinyal di ponsel Android dan hitung berapa jaringan yang terlihat dari dalam unit, serta di kanal mana saja mereka menumpuk. Panduannya di aplikasi analisa sinyal Wi-Fi. Di apartemen padat, angka 30 sampai 60 jaringan adalah hal biasa, dan hampir semuanya ada di 2,4 GHz.

Lakukan juga satu pengukuran yang memisahkan dua masalah berbeda: sambungkan laptop ke router dengan kabel LAN, lalu jalankan speedtest pada jam sibuk. Bila lewat kabel kecepatannya penuh, yang bermasalah hanya Wi-Fi, dan seluruh langkah di bawah berlaku. Bila lewat kabel pun lambat, yang penuh adalah jalur gedung ke penyedia, dan itu bukan sesuatu yang dapat diperbaiki dari dalam unit. Caranya di cara cek kecepatan internet, latar belakangnya di internet lambat pada jam tertentu.

Langkah yang tidak perlu membeli apa pun

Pindahkan sebanyak mungkin perangkat ke 5 GHz

Ini yang paling berpengaruh di apartemen. Pita 2,4 GHz hanya punya tiga kanal yang benar-benar tidak bertumpuk, dan di gedung padat ketiganya pasti penuh. Pita 5 GHz punya jauh lebih banyak kanal, dan sinyalnya tidak menembus dinding tetangga sebaik 2,4 GHz, yang di sini justru menguntungkan. Unit apartemen umumnya cukup kecil sehingga jangkauan 5 GHz yang lebih pendek bukan masalah.

Bila router memakai satu nama untuk kedua pita, perangkat sering memilih 2,4 GHz dan bertahan di sana. Pisahkan namanya, lalu sambungkan ponsel, laptop, dan TV ke yang 5 GHz. Caranya di apa itu band steering. Sisakan 2,4 GHz untuk perangkat pintar yang memang hanya mendukungnya.

Pilih kanal secara manual, jangan biarkan otomatis

Setelan otomatis memilih kanal saat router dinyalakan, lalu bertahan di sana meski keadaan berubah. Di apartemen, keadaannya berubah setiap malam. Pilih kanal manual berdasarkan hasil pemindaian: di 2,4 GHz hanya kanal 1, 6, atau 11, dan di 5 GHz pertimbangkan kanal DFS (52 sampai 144) yang biasanya jauh lebih lengang karena banyak router murah tidak memakainya. Panduannya di memilih kanal Wi-Fi.

Kecilkan lebar kanal di 2,4 GHz

Setel 2,4 GHz ke 20 MHz, bukan 40 MHz. Kanal yang lebih lebar memang lebih cepat di ruang kosong, tetapi di udara yang sesak ia bertabrakan dengan lebih banyak tetangga dan justru lebih lambat. Di 5 GHz, 80 MHz masih masuk akal selama pemindaian menunjukkan kanalnya cukup lengang.

Geser router, meski unitnya kecil

Di apartemen, router sering diletakkan di dekat pintu masuk karena di situ titik kabel penyedia berada, yang berarti setengah pancarannya terbuang ke koridor dan unit seberang. Pindahkan ke tengah unit bila memungkinkan, dan jauhkan dari kulkas, microwave, serta dinding beton bertulang. Panduannya di menempatkan router, dan gangguan dari perangkat lain di interferensi Wi-Fi.

Turunkan daya pancar, jangan naikkan

Terdengar terbalik, tetapi masuk akal di gedung padat. Daya yang lebih besar membuat sinyal Anda terdengar lebih jauh oleh tetangga, sementara ponsel Anda tetap berdaya kecil dan jawabannya tidak ikut menguat. Yang bertambah hanyalah gangguan. Bila router punya setelan daya pancar, 50 sampai 75 persen biasanya cukup untuk satu unit dan membuat seluruh gedung sedikit lebih tenang. Penjelasan arah bolak-balik ini ada di sinyal penuh tetapi internet lambat.

Bila langkah gratis belum cukup

  • Kabel LAN untuk perangkat yang diam. TV, konsol, dan komputer kerja tidak perlu berada di Wi-Fi. Setiap perangkat yang dipindahkan ke kabel berarti satu perangkat yang berhenti berebut udara. Panduannya di memilih kabel LAN.
  • Router yang mendukung 6 GHz (Wi-Fi 6E atau 7). Ini jawaban paling tepat untuk apartemen: pita 6 GHz masih hampir kosong, dan jangkauannya yang pendek membuat sinyal tetangga tidak sampai. Syaratnya perangkat Anda juga mendukungnya. Perbandingannya di perbedaan Wi-Fi 5, 6, dan 7.
  • Access point kecil di ruangan yang jauh, bila unitnya panjang atau bertingkat. Yang dipakai access point lewat kabel, bukan repeater, karena repeater justru menambah lalu lintas di udara yang sudah sesak. Perbandingannya di access point atau router kedua.

Yang sebaiknya tidak dilakukan

  • Memasang repeater atau extender. Di apartemen padat, repeater memperburuk keadaan: ia memakai kanal yang sama dua kali dan menambah sumber sinyal baru bagi tetangga. Alasan lengkapnya di mesh Wi-Fi vs repeater.
  • Membeli antena berpenguatan tinggi. Ia memipihkan pancaran ke arah mendatar, yaitu ke unit-unit tetangga sekamar lantai. Lihat antena Wi-Fi eksternal.
  • Menyembunyikan nama Wi-Fi. Tidak mengurangi kepadatan sama sekali, dan menyulitkan perangkat Anda sendiri. Lihat menyembunyikan nama Wi-Fi.

Bila internetnya dari pengelola gedung

Sebagian apartemen menyediakan internet bersama, dan penghuni tidak dapat mengganti routernya. Dalam hal ini yang bisa dilakukan: tanyakan apakah boleh memasang router sendiri di belakang titik yang disediakan, dan bila jawabannya tidak, ukur kecepatan lewat kabel pada jam sibuk lalu laporkan angkanya ke pengelola. Data pengukuran jauh lebih berguna daripada keluhan umum. Hak Anda sebagai pelanggan dibahas di hak pelanggan saat internet lambat, dan bila berlangganan sendiri, ketentuan kontraknya di berhenti langganan dan denda kontrak.

Intinya

Di apartemen, yang langka bukan kecepatan paket melainkan udara. Pindahkan sebanyak mungkin perangkat ke 5 GHz, pilih kanal manual, pakai 20 MHz di 2,4 GHz, geser router ke tengah unit, dan turunkan daya pancarnya. Kabel untuk perangkat yang diam, dan 6 GHz bila anggarannya ada. Hindari repeater dan antena besar, keduanya menambah keramaian yang justru menjadi masalahnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa Wi-Fi apartemen lambat hanya pada malam hari?

Dua sebab bertumpuk. Pertama, seluruh gedung memakai internet pada jam yang sama, sehingga jalur bersama penyedia penuh. Kedua, seluruh Wi-Fi tetangga juga aktif pada jam yang sama, sehingga udaranya ikut sesak. Yang pertama hanya bisa diadukan ke penyedia; yang kedua dapat Anda atasi sendiri.

Menaikkan paket dari 50 ke 200 Mbps akan membantu?

Hanya bila speedtest lewat kabel LAN sudah menunjukkan paket Anda tercapai penuh dan yang lambat hanya Wi-Fi. Bila lewat kabel pun lambat di jam sibuk, masalahnya di jaringan gedung, dan paket lebih besar tidak mengubah apa pun.

Apakah boleh memasang access point sendiri di apartemen sewa?

Perangkat yang diletakkan di dalam unit dan dicolok ke stopkontak biasa umumnya tidak bermasalah. Yang perlu izin pengelola adalah pengeboran dinding, penarikan kabel ke koridor, dan pemasangan antena di balkon atau fasad gedung.

Wi-Fi 6 GHz cocok untuk apartemen?

Sangat cocok bila perangkat Anda mendukungnya. Pita 6 GHz masih lengang karena baru, dan jangkauannya yang pendek justru menguntungkan di unit apartemen: sinyal tetangga tidak sampai ke unit Anda, dan sebaliknya.