Situasinya hampir selalu sama: TV dan ponsel di ruangan yang sama, tersambung ke Wi-Fi yang sama, tetapi video di TV buffering sementara di ponsel lancar. Speedtest di ponsel menunjukkan angka bagus, dan Anda menyimpulkan internetnya tidak bermasalah. Kesimpulan itu benar. Yang bermasalah adalah TV-nya, dan ada alasan yang jelas.

Kenapa TV berbeda dari ponsel

  • Antenanya buruk. Antena Wi-Fi TV terkurung di dalam bodi logam, sering di bagian belakang yang menempel ke dinding atau meja. Ponsel Anda memegang antenanya di udara terbuka.
  • Chip Wi-Fi-nya lebih tua dan lebih murah. TV dirancang untuk bertahan 7–10 tahun, dan bagian Wi-Fi-nya bukan tempat pabrikan mengeluarkan biaya. Banyak TV di bawah kelas atas hanya punya satu antena (1x1), separuh dari ponsel menengah.
  • Prosesornya lambat. Aplikasi streaming di TV berjalan di prosesor yang jauh lebih lemah daripada ponsel. Aplikasi yang lama terbuka atau tersendat saat berpindah menu sering bukan soal internet sama sekali.
  • Butuh aliran yang stabil, bukan cepat. Video 4K butuh sekitar 25 Mbps yang tidak terputus. Ponsel yang memuat halaman web tidak peduli bila sinyal turun sedetik; video langsung buffering.

Enam langkah, dari yang termudah

1. Sambungkan lewat kabel LAN

Ini penyelesaian yang paling pasti, dan hampir semua Smart TV punya port LAN di belakangnya. Satu kabel dari router atau switch ke TV menghilangkan seluruh persoalan antena. Bila router berada di ruangan yang sama, tidak ada alasan untuk tidak melakukannya. Bila di ruangan lain, pertimbangkan powerline atau alternatifnya.

2. Pastikan TV di 5 GHz, atau justru pindahkan ke 2,4 GHz

Bila router memakai dua nama Wi-Fi, sambungkan TV ke yang 5 GHz bila router di ruangan yang sama: lebih cepat dan lebih sedikit gangguan. Bila router di ruangan lain dan sinyal 5 GHz-nya lemah, justru pindahkan ke 2,4 GHz yang menembus dinding lebih baik, video HD hanya butuh 5–8 Mbps. Bila router memakai satu nama untuk kedua pita, lihat panduan band steering untuk memisahkannya.

3. Geser router, atau geser TV beberapa sentimeter

Antena TV ada di bagian belakang. TV yang menempel rapat ke dinding beton, atau dikelilingi rak logam dan speaker, kehilangan banyak sinyal. Menjauhkan TV lima sentimeter dari dinding, atau memindahkan router dari lantai ke rak setinggi meja dengan pandangan langsung ke TV, sering membuat perbedaan yang mengejutkan. Panduan umumnya di menempatkan router.

4. Perbarui TV dan aplikasinya, lalu restart

Aplikasi streaming di TV lama menyimpan cache yang menumpuk bertahun-tahun. Buka setelan TV, jalankan pembaruan sistem, perbarui aplikasinya dari toko aplikasi TV, hapus cache aplikasi streaming (di Android TV: Setelan → Aplikasi → pilih aplikasi → Hapus cache), lalu cabut TV dari listrik satu menit. TV yang tidak pernah benar-benar dimatikan, hanya standby, kadang berjalan berbulan-bulan tanpa restart.

5. Ganti DNS di TV

Beberapa layanan streaming lambat memulai video karena DNS penyedia internet lambat menjawab. Setel DNS di setelan jaringan TV ke DNS publik, caranya dan pertimbangannya di panduan mengganti DNS. Ini memperbaiki "lama memulai", bukan "buffering di tengah".

6. Bila TV sudah tua: pakai streaming box

TV berusia lebih dari empat tahun sering sudah tidak menerima pembaruan aplikasi, dan chip Wi-Fi-nya ketinggalan dua generasi. Streaming box, Chromecast, Android TV box, Apple TV, dicolok ke port HDMI dan mengambil alih seluruh urusan aplikasi dan Wi-Fi dengan perangkat keras yang baru. TV tetap dipakai sebagai layar. Ini sering lebih murah daripada mengganti router, dan hasilnya lebih terasa.

Bila semua TV dan perangkat lain juga buffering

Kalau bukan hanya TV yang bermasalah, penyebabnya ada di jaringan, bukan di TV. Lihat streaming buffering padahal speedtest cepat untuk persoalan yang lebih umum, dan internet lambat pada jam tertentu bila buffering hanya terjadi di malam hari.

TV punya antena yang buruk, chip Wi-Fi yang murah, dan prosesor yang lambat, wajar bila ia kalah dari ponsel. Kabel LAN menyelesaikan hampir semuanya; kalau tidak bisa, pilih pita yang tepat, geser posisinya, perbarui dan restart, ganti DNS, dan untuk TV tua pasang streaming box.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa sinyal Wi-Fi di TV lebih lemah daripada di HP di ruangan yang sama?

Antena Wi-Fi TV kecil dan terkurung di dalam bodi logam, sering di bagian belakang yang menghadap dinding. Ponsel memegang antena di tangan Anda, di ruang terbuka. Beda beberapa desimeter posisi dan beberapa lapis logam sudah cukup membuat selisih besar.

Apakah TV Android box lebih baik daripada aplikasi bawaan TV?

Sering iya, terutama untuk TV berusia lebih dari tiga tahun. Box seperti Chromecast atau Android TV box punya prosesor dan Wi-Fi yang lebih baru, dan aplikasinya masih diperbarui. TV lama dengan aplikasi yang sudah tidak diperbarui sebaiknya dipakai sebagai layar saja.

Kabel LAN ke TV pakai yang mana?

Cat 5e atau Cat 6 biasa sudah cukup; port LAN di kebanyakan TV hanya 100 Mbps, jadi kabel yang lebih mahal tidak membuat perbedaan. Yang penting kabelnya tersambung ke router atau switch, bukan ke port WAN.