Nasihat "ganti kanal Wi-Fi Anda" beredar di mana-mana, dan sebagian besar orang menjalankannya tanpa tahu apa yang sedang diubah, lalu heran ketika tidak ada yang membaik.

Kanal patut diubah pada keadaan tertentu, dan tidak berguna sama sekali pada keadaan lain. Yang membedakan keduanya mudah dikenali begitu diketahui.

Apa itu kanal

Wi-Fi bekerja pada pita frekuensi yang dibagi menjadi potongan-potongan bernomor. Potongan itulah yang disebut kanal.

Yang perlu diingat satu hal saja: kanal bukan jalur pribadi. Ia ruang bersama. Bila router Anda dan router tetangga berada di kanal yang sama, keduanya harus bergantian bicara, dan giliran itu memakan waktu.

Karena itu kanal yang padat tidak terlihat sebagai sinyal lemah. Batang sinyal tetap penuh, tetapi halaman terbuka lambat. Gejala yang sama dibahas dari sisi lain pada panduan sinyal penuh tetapi internet lambat.

Dua pita, dua persoalan yang berbeda

2,4 GHz, sempit dan ramai

Pita ini punya belasan kanal bernomor, tetapi angka itu menipu: kanal yang bersebelahan saling tumpang tindih. Hanya tiga yang benar-benar tidak menimpa satu sama lain: 1, 6, dan 11.

Memilih kanal 3 atau 8 terdengar seperti "mencari yang kosong". Kenyataannya justru memperburuk: alih-alih bergantian rapi dengan satu tetangga, Anda mengganggu dua sekaligus. Perangkat yang saling menimpa sebagian tidak dapat saling mendengar untuk bergantian, mereka hanya saling merusak.

Pita ini juga dipakai perangkat yang bukan Wi-Fi sama sekali. Sumbernya dibahas pada panduan interferensi Wi-Fi dari perangkat lain.

5 GHz, lapang, tetapi ada syaratnya

Kanal di 5 GHz jauh lebih banyak dan tidak saling menimpa bila lebarnya wajar. Di sini persoalannya bukan kepadatan, melainkan dua hal lain:

  • Jangkauannya lebih pendek dan lebih mudah tertahan tembok. Perbandingannya ada pada panduan beda 2,4 GHz, 5 GHz, dan 6 GHz.
  • Sebagian kanal termasuk DFS, yang dibagi dengan radar cuaca dan penerbangan. Router wajib meninggalkan kanal itu bila mendeteksi radar, dan jaringan Anda hilang beberapa menit tanpa penjelasan.

Wi-Fi yang menghilang sesaat pada jam yang tak beraturan, lalu kembali sendiri, hampir selalu DFS, bukan router yang rusak.

Lebar kanal: yang paling sering salah diatur

Lebar kanal menentukan berapa banyak ruang yang dipakai sekali kirim. Lebih lebar berarti lebih cepat, dan lebih mudah bertabrakan.

  • 2,4 GHz: pakai 20 MHz. Selalu. 40 MHz di pita sesempit ini memakan hampir separuh ruang yang ada dan menjamin tabrakan dengan tetangga.
  • 5 GHz: 80 MHz untuk rumah biasa. Turunkan ke 40 MHz bila lingkungannya padat, seperti apartemen atau rumah berdempetan.
  • 160 MHz: jarang sepadan. Ia menelan banyak ruang, sering memaksa masuk ke kanal DFS, dan hasilnya hanya terasa pada perangkat yang dekat dan mendukungnya.

Aturan praktisnya: di lingkungan padat, lebih sempit sering lebih cepat: karena yang dihemat adalah waktu menunggu giliran, dan itu lebih berharga daripada kecepatan puncak yang tidak pernah tercapai.

Memeriksa sebelum mengubah

Menebak tidak ada gunanya di sini. Pasang aplikasi pemindai Wi-Fi di ponsel, panduan aplikasi analisa sinyal Wi-Fi membahas pilihannya, lalu lihat dua hal:

  1. Kanal mana yang dipakai jaringan sekitar pada 2,4 GHz, dan seberapa kuat masing masing.
  2. Seberapa kuat mereka dibandingkan jaringan Anda di tempat Anda biasa memakai perangkat. Tetangga yang sinyalnya lemah di telinga Anda tidak mengganggu banyak.

Lakukan pemeriksaan pada jam sibuk, malam hari, umumnya. Peta kanal jam sepuluh pagi tidak menggambarkan keadaan yang Anda keluhkan.

Setelah itu pilih di antara 1, 6, dan 11 yang paling lengang. Bila ketiganya sama-sama ramai, mengubah kanal tidak akan menolong, dan yang perlu dilakukan ada di bagian berikutnya.

Mengubahnya

  1. Masuk ke halaman admin router, caranya ada pada panduan setting router baru.
  2. Buka pengaturan nirkabel, dan atur tiap pita terpisah.
  3. Pada 2,4 GHz: pilih 1, 6, atau 11, dan lebar 20 MHz.
  4. Pada 5 GHz: biarkan otomatis lebih dulu. Kunci ke kanal non-DFS hanya bila jaringan sering menghilang sesaat.
  5. Simpan, tunggu router menyala ulang, lalu pakai seperti biasa selama sehari sebelum menilai.

Ubah satu hal pada satu waktu. Mengganti kanal, lebar, dan mode sekaligus membuat Anda tidak tahu mana yang berpengaruh, dan mana yang justru memperburuk.

Ketika masalahnya bukan kanal

Mengganti kanal tidak akan menolong bila:

  • Hanya satu perangkat yang bermasalah, sementara yang lain baik-baik saja, lihat panduan masalah Wi-Fi pada satu perangkat.
  • Lambatnya muncul pada jam yang sama setiap hari di seluruh perangkat, termasuk yang tersambung kabel. Antreannya ada di sisi penyedia.
  • Sinyalnya memang lemah di tempat itu. Yang perlu diperbaiki penempatan atau jumlah titik akses, panduan menempatkan router.
  • Seluruh kanal sama padatnya. Di rumah susun yang rapat, ini keadaan yang wajar. Jalan keluarnya memindahkan sebanyak mungkin perangkat ke 5 GHz, bukan mengaduk-aduk 2,4 GHz.

Kanal layak diperiksa ketika Wi-Fi lambat padahal sinyalnya penuh, dan lingkungannya padat. Di luar itu, ia jarang menjadi jawabannya.

Di 2,4 GHz, hanya 1, 6, dan 11 yang pantas dipilih, dengan lebar 20 MHz. Di 5 GHz, biarkan otomatis kecuali jaringan sering hilang sesaat, itu tanda DFS, dan jawabannya mengunci ke kanal non-DFS.

Dan bila semua kanal sama ramainya, berhentilah mengganti. Yang tersisa bukan pilihan kanal, melainkan memindahkan perangkat ke pita yang lebih lapang.