Speedtest menunjukkan 100 Mbps, tetapi film berhenti memuat setiap beberapa menit. Kombinasi ini membingungkan karena kita terlanjur menganggap angka speedtest sebagai nilai rapor internet. Padahal speedtest mengukur kecepatan puncak selama sepuluh detik ke server terdekat, biasanya milik penyedia Anda sendiri. Streaming menuntut hal lain: aliran data yang rata selama satu sampai dua jam, dari server yang bisa jadi berada di negara lain.
Tiga angka yang menentukan kelancaran
- Throughput berkelanjutan: kecepatan yang benar-benar bertahan, bukan puncak sesaat. Bedanya dibahas di bandwidth, latensi, dan throughput.
- Jitter: naik-turunnya waktu tempuh paket. Jitter tinggi membuat penyangga (buffer) pemutar video habis meski rata-rata kecepatannya cukup.
- Packet loss: paket yang hilang harus dikirim ulang. Satu persen saja sudah terasa sebagai tersendat.
Speedtest biasa tidak menampilkan dua angka terakhir dengan jelas. Cara memeriksanya ada di panduan ping dan traceroute: jalankan ping panjang ke 8.8.8.8 selama satu menit dan perhatikan sebaran waktunya, bukan nilai rata-ratanya.
Urutan pemeriksaan
- Uji dengan kabel LAN. Bila lewat kabel lancar dan lewat Wi-Fi tersendat, masalahnya ada di Wi-Fi rumah, bukan pada langganan internet.
- Dekatkan perangkat ke router. Sinyal penuh belum berarti jalurnya bersih, lihat sinyal penuh tetapi internet lambat.
- Periksa jam kejadian. Bila hanya malam hari, kemungkinan besar kepadatan jaringan penyedia. Rinciannya di internet lambat pada jam tertentu.
- Hitung perangkat lain. Satu unduhan besar atau satu pencadangan foto otomatis cukup untuk menghabiskan jalur unggah. Pengaturannya di prioritas bandwidth (QoS).
- Ganti kanal Wi-Fi. Terutama di 2,4 GHz yang padat, lihat memilih kanal Wi-Fi yang tepat.
Jalur unggah yang sering dilupakan
Video memang mengalir turun, tetapi perangkat Anda terus mengirim konfirmasi penerimaan ke atas. Bila jalur unggah penuh, oleh pencadangan awan, CCTV yang mengunggah rekaman, atau rapat daring, konfirmasi itu terlambat dan pengirim melambatkan video. Inilah sebabnya buffering kadang muncul persis saat ada orang lain menelepon video di rumah. Lihat kenapa upload lebih lambat dari download.
Saat penyebabnya bukan jaringan
- TV atau set-top box lawas. Perangkat lama sering hanya mendukung 2,4 GHz dan prosesornya tidak kuat memutar 4K. Lihat menghubungkan TV ke Wi-Fi.
- Penyimpanan perangkat penuh. Penyangga video butuh ruang simpan sementara.
- VPN aktif. Semua lalu lintas dibelokkan ke server lain, lihat internet lambat saat memakai VPN.
Ringkasnya
Buffering di tengah angka speedtest yang besar hampir selalu soal kestabilan, bukan kecepatan. Uji dengan kabel untuk memisahkan masalah Wi-Fi dari masalah langganan, perhatikan jitter dan packet loss, lalu periksa siapa yang sedang memakai jalur unggah di rumah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa kecepatan minimal untuk streaming 4K?
Sekitar 25 Mbps yang stabil per perangkat. Angka itu kecil dibanding paket rumahan biasa, sehingga buffering pada paket 50 Mbps ke atas hampir selalu soal kestabilan, bukan besaran kecepatan.
Mengapa buffering hanya terjadi pada satu aplikasi?
Karena tiap layanan memakai jalur dan server yang berbeda. Bila hanya satu aplikasi bermasalah, penyebabnya ada di jalur menuju server layanan itu atau di aplikasinya, bukan di Wi-Fi rumah.