Ada satu jenis keputusan jaringan yang tidak bisa diperbaiki dengan membeli perangkat yang lebih bagus: jalur kabel di dalam dinding. Saat dinding masih terbuka, menambah satu jalur hampir tidak ada biayanya. Setelah dicat, dipasang keramik, dan ditempeli lemari, pekerjaan yang sama berubah menjadi pembongkaran.

Masalahnya, keputusan itu biasanya diambil pada saat tidak ada yang sedang memikirkan jaringan. Tulisan ini isinya hal-hal yang perlu disebutkan ke tukang atau kontraktor, dan waktunya adalah bersamaan dengan instalasi listrik.

Tentukan titik masuk lebih dulu

Semua bermula dari satu titik: tempat kabel penyedia masuk ke rumah. Di situlah nanti ONT dan router berada, dan dari situ semua jalur lain berangkat.

Yang membuat titik itu baik:

  • Ada stopkontak, sebaiknya dua atau tiga, karena di sana akan ada ONT, router, switch, dan nantinya mungkin UPS.
  • Tidak lembap dan tidak kena panas langsung. Bukan di belakang kulkas, bukan di dekat dapur, bukan di gudang tanpa ventilasi.
  • Mudah dijangkau, karena perangkat di sini perlu dimatikan dan dinyalakan sesekali. Titik di plafon yang butuh tangga akan menyusahkan pada saat yang paling tidak tepat.
  • Dekat dengan tengah rumah bila memungkinkan, karena router akan berada di sana. Kalau tidak memungkinkan, tidak apa-apa, asalkan ada jalur kabel ke tengah rumah.

Pertimbangan posisi router selengkapnya di menempatkan router, dan perbedaan perangkat yang akan ada di sana dijelaskan di beda modem, router, dan ONT.

Ke mana kabelnya ditarik

Daftar yang masuk akal untuk rumah biasa, dan tidak perlu lebih panjang dari ini:

  • Ruang TV. Televisi, konsol permainan, dan dekoder semuanya lebih baik dengan kabel, dan ketiganya tidak pernah berpindah (menghubungkan TV ke jaringan).
  • Ruang kerja atau kamar yang dipakai bekerja. Panggilan video dan siaran langsung adalah dua hal yang paling terasa bedanya antara kabel dan Wi-Fi.
  • Satu titik di plafon, di tengah rumah. Ini untuk akses poin, dan ini yang paling sering dilupakan padahal paling berharga.
  • Satu titik di plafon lantai atas, kalau rumahnya bertingkat. Alasannya di Wi-Fi lemah di lantai atas.
  • Titik kamera, kalau berencana memasangnya. Kamera berkabel jauh lebih andal daripada kamera Wi-Fi, dan satu kabel bisa sekaligus memberi dayanya (PoE).

Empat sampai enam titik yang dipikirkan jauh lebih berguna daripada belasan titik yang dipasang asal rata. Yang penting bukan jumlahnya, melainkan apakah titiknya ada di tempat perangkat benar-benar akan diletakkan.

Kabel apa yang dipakai

Untuk rumah, Cat 6 adalah titik yang tepat: cukup untuk kecepatan yang akan ada bertahun-tahun ke depan, dan selisih harganya dari Cat 5e kecil sekali ketika dihitung per rumah. Cat 6A dan di atasnya lebih tebal, lebih kaku, lebih sulit ditarik di conduit, dan manfaatnya tidak akan terasa di rumah biasa. Pembahasannya di memilih kabel LAN.

Dua hal yang lebih menentukan daripada kategori kabelnya:

  • Jangan satu jalur dengan kabel listrik. Pakai conduit terpisah. Kabel jaringan yang berjalan sejajar dengan kabel listrik sepanjang beberapa meter akan menangkap gangguan, dan gejalanya sulit dilacak bertahun-tahun kemudian.
  • Jangan ditekuk tajam dan jangan ditarik terlalu kencang. Kerusakan dari penarikan tidak terlihat dan tidak langsung terasa; ia muncul sebagai sambungan yang kadang lambat.

Yang paling berharga: conduit kosong

Kalau hanya satu hal yang bisa Anda minta, minta ini. Conduit kosong dari titik masuk ke tengah rumah dan ke lantai atas, dengan tali penarik di dalamnya.

Conduit kosong berarti kabel apa pun bisa ditarik nanti tanpa membongkar apa pun: kabel yang belum ada standarnya hari ini, fiber di dalam rumah, atau sekadar mengganti kabel yang rusak. Biayanya saat bangunan masih terbuka hampir tidak ada, dan nilainya baru terasa sepuluh tahun kemudian.

Tali penarik itu penting. Conduit tanpa tali sering berakhir tidak terpakai karena menarik kabel baru melewati belokan menjadi pekerjaan tersendiri.

Tempat semua kabel berkumpul

Semua kabel berakhir di satu tempat, dan tempat itu perlu disiapkan, bukan dibiarkan menjadi tumpukan di lantai. Tidak harus rak besar. Sebuah lemari kecil berventilasi di dinding sudah cukup untuk rumah, asalkan:

  • Ada aliran udara. Lemari tertutup rapat membuat perangkat panas, dan panas memperpendek umurnya.
  • Ada stopkontak di dalamnya.
  • Ruangnya cukup untuk switch kecil, karena router bawaan penyedia biasanya hanya punya empat port dan akan habis (memilih switch jaringan).

Pilihan lemari dan raknya dibahas di memilih rak dan lemari jaringan.

Kabel tetap perlu meski memakai mesh

Ini sering disalahpahami: orang memasang mesh justru untuk menghindari menarik kabel. Padahal mesh yang paling baik adalah mesh yang titik-titiknya terhubung kabel. Titik yang menyambung secara nirkabel harus memakai jalur yang sama untuk menerima dan meneruskan, sehingga kapasitasnya terpotong setiap kali data diteruskan.

Satu titik di plafon tengah rumah dengan kabel biasanya mengalahkan tiga titik nirkabel yang disebar. Perbandingannya di mesh dibanding repeater dan akses poin dibanding router tambahan.

Kalau rumahnya punya halaman atau teras yang akan dipakai, pikirkan juga satu titik ke luar (akses poin luar ruangan).

Bahan bangunan ikut menentukan

Dua hal yang layak diketahui sejak awal karena tidak bisa diubah setelahnya:

  • Dinding beton bertulang dan dak beton melemahkan sinyal jauh lebih kuat daripada bata ringan atau gipsum. Rumah beton bertingkat hampir selalu butuh titik akses poin per lantai, dan itu keputusan kabel, bukan keputusan perangkat.
  • Kaca berlapis logam pada jendela hemat energi memantulkan sinyal. Ini biasanya justru menguntungkan di dalam rumah, tetapi berarti Wi-Fi tidak akan menjangkau teras atau halaman.

Kalau rumahnya sudah jadi

Semua di atas tetap berlaku saat renovasi, dengan satu tambahan: kerjakan bersamaan dengan pekerjaan lain yang memang sudah membongkar. Mengganti plafon adalah kesempatan terbaik untuk menarik kabel ke titik akses poin, dan memasang keramik baru adalah kesempatan untuk jalur di lantai.

Kalau menarik kabel benar-benar tidak mungkin, pilihan yang tersisa dibahas di powerline dan alternatifnya. Ia bekerja, dengan catatan yang perlu dipahami sebelum membeli.

Setelah semuanya terpasang

Dua hal yang layak dikerjakan sebelum tukang pergi, karena keduanya jauh lebih sulit setelahnya:

  • Uji setiap titik LAN satu per satu dengan laptop, dan pastikan semuanya benar-benar jalan. Titik yang salah sambung di balik dinding baru ketahuan bertahun-tahun kemudian, ketika tidak ada lagi yang bisa ditanya. Daftar pemeriksaan lengkapnya di menguji jaringan setelah pemasangan baru.
  • Foto jalur kabel sebelum dinding ditutup, dan simpan bersama catatan jaringan Anda. Foto itu adalah satu-satunya peta yang akan pernah ada (mendokumentasikan jaringan sendiri).

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa titik LAN yang wajar untuk rumah biasa?

Cukup sedikit tapi di tempat yang benar: satu di ruang TV, satu di ruang kerja, satu di plafon tengah rumah untuk akses poin, dan satu di titik masuk kabel penyedia. Empat titik yang dipikirkan mengalahkan sepuluh titik yang asal pasang.

Apakah perlu memasang kabel kalau sudah ada Wi-Fi mesh?

Justru mesh yang paling diuntungkan oleh kabel. Titik mesh yang terhubung kabel memberi kecepatan penuh, sementara yang menyambung nirkabel memotong kapasitas setiap kali datanya diteruskan.

Kapan waktu paling tepat membicarakannya dengan tukang?

Bersamaan dengan instalasi listrik, sebelum dinding ditutup. Setelah itu setiap tambahan berarti membongkar, dan biayanya berubah dari hampir nol menjadi pekerjaan tersendiri.