Router rumahan umumnya menyediakan empat port LAN. Begitu ada televisi, konsol permainan, komputer, dan perekam kamera, port itu habis, dan pertanyaannya muncul: apakah menambah switch akan membuat semuanya melambat?

Tidak. Dan alasannya perlu dijelaskan, karena salah paham ini membuat banyak orang membeli perangkat yang jauh lebih mahal dari kebutuhannya.

Switch tidak membagi kecepatan

Bayangan yang umum: satu sambungan masuk ke switch, lalu dibagi rata ke semua port seperti memotong kue. Bukan begitu cara kerjanya.

Switch meneruskan data antar port pada kecepatan penuh. Switch gigabit termurah pun memiliki kapasitas internal beberapa gigabit per detik, jauh melampaui kecepatan langganan rumahan mana pun di Indonesia.

Yang membuat terasa lambat adalah jumlah perangkat yang benar-benar memakainya bersamaan, dan itu terjadi dengan atau tanpa switch. Menambah switch tidak menambah beban; ia hanya menambah tempat mencolokkan.

Satu hal yang perlu diperiksa. Pastikan switch yang dibeli berkecepatan gigabit, bukan 100 Mbps. Switch 100 Mbps masih dijual dengan harga sedikit lebih murah, dan itu memang menjadi penyempit bila langganan Anda di atas 100 Mbps. Cari tulisan 10/100/1000 pada kemasannya.

Dua jenis, dan siapa yang membutuhkannya

UnmanagedManaged
PengaturanTidak ada, langsung pakaiPunya panel sendiri
VLANTidakYa
Pemantauan per portTidakYa
Kisaran harga 8 portRp 200 rb – 500 rbRp 900 rb – 3 jt
Cocok untukRumah, kantor kecilUsaha yang perlu pemisahan jaringan

Untuk rumah, unmanaged hampir selalu cukup. Managed baru masuk akal bila Anda memerlukan pemisahan jaringan sungguhan antara tamu, operasional, dan perangkat pintar, kebutuhan yang dibahas di panduan memisahkan jaringan tamu.

Ada jenis di antaranya, kadang disebut smart atau web managed. Ia menyediakan VLAN dasar dengan harga jauh di bawah managed penuh, dan sering menjadi titik temu yang tepat untuk kafe atau klinik.

Kapan PoE benar-benar berguna

PoE mengirim listrik lewat kabel jaringan yang sama. Perangkat di ujung tidak memerlukan stopkontak sendiri.

Ini bukan fitur mewah, ia menyelesaikan masalah yang nyata:

  • Access point di plafon. Tidak ada stopkontak di plafon, dan menariknya ke sana jauh lebih mahal daripada selisih harga switch PoE.
  • Kamera pengawas. Satu kabel untuk data dan listrik menyederhanakan pemasangan secara drastis.
  • Perangkat di luar ruangan. Mengurangi jumlah titik yang perlu dilindungi dari air.

Perhatikan total daya yang mampu disediakan switch, bukan hanya jumlah port PoE-nya. Switch 8 port PoE dengan anggaran 60 watt tidak dapat menyalakan delapan access point yang masing-masing menyerap 12 watt.

Memilih dalam empat pertanyaan

Berapa port yang diperlukan?

Hitung kebutuhan sekarang, tambahkan dua. Selisih harga 5 port dan 8 port kecil, sementara kehabisan port berarti membeli lagi.

Ada perangkat yang perlu PoE?

Access point di plafon atau kamera. Bila tidak ada dan tidak direncanakan, lewati, switch PoE dua sampai tiga kali lebih mahal.

Perlu memisahkan jaringan?

Bila ya, cari yang mendukung VLAN. Bila tidak, unmanaged sudah cukup.

Di mana akan diletakkan?

Switch tanpa kipas lebih tenang dan cocok untuk ruang kerja. Yang berkipas biasanya hanya perlu untuk PoE berdaya besar, dan sebaiknya diletakkan jauh dari tempat orang bekerja.

Yang perlu diperhatikan saat memasang

Sambungkan switch ke port LAN router, bukan ke port WAN. Ini kesalahan yang sama dengan yang sering terjadi saat menambah router kedua, dan akibatnya juga serupa, dibahas di panduan menyetel dua router dalam satu jaringan.

Switch tidak memerlukan pengaturan apa pun. Ia tidak membagikan alamat IP dan tidak menggantikan peran router, pembagian tugasnya dijelaskan di panduan beda modem, router, dan ONT.

Untuk kabelnya, Cat5e sudah memadai untuk gigabit sampai jarak 100 meter. Yang lebih menentukan adalah bahannya tembaga murni, bukan aluminium berlapis, terutama bila memakai PoE. Pembahasannya di panduan memilih kabel LAN.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah menambah switch membuat internet jadi lebih lambat?

Tidak. Switch meneruskan data pada kecepatan penuh antar port, dan kapasitas internal switch gigabit murah pun jauh melampaui kecepatan langganan rumahan. Yang membagi kapasitas adalah jumlah perangkat yang memakainya bersamaan, bukan keberadaan switch.

Perlukah switch managed untuk rumah?

Hampir tidak pernah. Switch managed berguna bila Anda memerlukan VLAN, pemantauan per port, atau pengaturan prioritas lalu lintas. Untuk rumah dan kantor kecil tanpa kebutuhan itu, switch unmanaged sudah memadai dan jauh lebih murah.

Apa itu PoE dan kapan diperlukan?

PoE mengirim listrik lewat kabel jaringan yang sama. Berguna untuk access point di plafon atau kamera pengawas di titik yang tidak ada stopkontaknya, karena Anda cukup menarik satu kabel alih-alih dua.