Ada satu kendala yang selalu muncul saat memasang access point di plafon atau kamera di sudut gudang: tempat terbaik untuk perangkatnya hampir tidak pernah punya stopkontak.

PoE, Power over Ethernet: menyelesaikan persoalan itu dengan cara yang sederhana: listriknya dikirim melalui kabel jaringan yang memang sudah harus ditarik ke sana.

Cara kerjanya

Kabel LAN berisi delapan kawat. Pada Ethernet 100 Mbps, hanya empat yang dipakai untuk data; empat sisanya menganggur. PoE memanfaatkan yang menganggur itu, atau, pada gigabit dan di atasnya, menumpangkan listrik pada kawat yang sama dengan data, pada tegangan yang tidak saling mengganggu.

Susunan kawat dan mutu kabelnya dibahas pada panduan memilih kabel LAN, dan pada PoE mutu itu lebih berarti daripada biasanya: kawat yang lebih tipis kehilangan lebih banyak tegangan sepanjang tarikan.

Ada dua peran dalam setiap pasangan PoE:

  • Sumber daya: switch PoE atau injector, yang mengalirkan listriknya.
  • Perangkat penerima: access point, kamera, atau telepon IP, yang mengambilnya.

Sebelum mengalirkan daya, sumber melakukan pemeriksaan singkat: ia mengirim tegangan kecil dan menunggu tanda tertentu dari ujung sana. Bila tandanya tidak ada, misalnya yang tercolok laptop biasa, daya tidak pernah dialirkan. Inilah yang membuat PoE standar aman dicolokkan ke apa pun.

Tiga standar, dan cara memilihnya

Angkanya terlihat membingungkan, tetapi maksudnya cuma satu: berapa watt yang tersedia.

  • 802.3af (PoE): sekitar 15 watt di sumber, kira-kira 12,95 watt yang benar-benar sampai. Cukup untuk telepon IP, kamera tetap, dan access point sederhana.
  • 802.3at (PoE+): sekitar 30 watt di sumber, sekitar 25 watt sampai. Ini yang paling banyak dipakai sekarang: access point Wi-Fi 6, kamera dengan penggerak dan penghangat, layar informasi kecil.
  • 802.3bt (PoE++): 60 sampai 100 watt. Untuk perangkat berat: access point kelas atas dengan banyak radio, kamera dengan pencahayaan, dan sebagian layar.

Selisih antara watt di sumber dan watt yang sampai bukan pemborosan yang dapat dihindari, itu susut sepanjang kabel, dan angkanya sudah diperhitungkan dalam standarnya. Yang perlu Anda pakai saat memilih perangkat adalah angka yang sampai, bukan angka di sumber.

Yang perlu dijauhi: PoE pasif

Selain ketiga standar itu ada injector murah yang disebut "PoE pasif". Ia mengalirkan tegangan begitu saja, tanpa pemeriksaan apa pun, sering pada tegangan yang tidak baku (24 volt, misalnya).

Dua akibatnya nyata. Perangkat yang tidak dirancang menerimanya bisa rusak, dan tegangannya mungkin tidak cocok dengan perangkat PoE standar sehingga tidak menyala sama sekali. Bila Anda tidak sedang mencocokkan sepasang perangkat dari satu merek yang memang meminta demikian, PoE pasif tidak sepadan dengan penghematannya.

Menghitung anggaran daya

Kesalahan paling sering pada switch PoE bukan salah memilih standar, melainkan melewatkan satu angka: anggaran daya total.

Sebuah switch 8 port PoE+ tidak berarti mampu memberi 30 watt pada kedelapan portnya. Angka yang menentukan tertulis terpisah, misalnya "PoE budget 60W". Switch itu mampu memberi 30 watt, tetapi hanya untuk dua port sekaligus.

Cara menghitungnya sederhana:

  1. Jumlahkan kebutuhan daya semua perangkat yang akan dipasang.
  2. Tambahkan cadangan sekitar 25 persen. Perangkat menarik daya lebih besar saat menyala, dan kebutuhan hampir selalu bertambah, tidak pernah berkurang.
  3. Pilih switch dengan anggaran daya di atas angka itu.

Sebagai gambaran, empat access point Wi-Fi 6 pada 20 watt menghabiskan 80 watt; dengan cadangan menjadi sekitar 100 watt. Switch dengan anggaran 65 watt akan menyerah pada perangkat keempat, biasanya dengan mematikannya diam-diam, bukan dengan pesan yang jelas.

Bila switch-nya juga menjadi tulang punggung jaringan, pertimbangan pemilihannya yang lain ada pada panduan memilih switch jaringan.

Kapan PoE benar-benar berguna

PoE bukan peningkatan yang selalu pantas dibeli. Ia menyelesaikan persoalan tertentu, dan di luar persoalan itu tambahan biayanya tidak kembali.

Sepadan bila:

  • Perangkatnya di tempat tanpa stopkontak: plafon, tiang, dinding luar. Ini alasan utamanya, dan seringkali satu-satunya yang diperlukan.
  • Perangkatnya banyak dan tersebar: beberapa access point di satu gedung. Susunannya dibahas pada panduan kapasitas Wi-Fi untuk venue.
  • Perangkatnya perlu dinyalakan ulang dari jauh. Switch PoE yang dapat diatur mampu mematikan dan menghidupkan satu port, artinya menyalakan ulang access point di plafon tanpa perlu tangga.
  • Semuanya perlu tetap hidup saat listrik padam. Satu UPS di rak menghidupi switch, dan switch menghidupi seluruh perangkat di ujung kabel. Ini jauh lebih rapi daripada satu UPS per titik, lihat panduan UPS untuk router.

Tidak sepadan bila:

  • Perangkatnya cuma satu dan ada stopkontak di sebelahnya.
  • Yang dicari sekadar kerapian kabel di meja.
  • Anggarannya terbatas dan sebenarnya lebih dibutuhkan untuk access point yang lebih baik. Antara access point bagus dengan adaptor biasa dan access point biasa dengan PoE, yang pertama hampir selalu lebih terasa.

Masalah yang sering muncul

Perangkat tidak menyala sama sekali

Urutan memeriksanya: pastikan standarnya cocok (perangkat 802.3at pada sumber 802.3af akan kurang daya), periksa apakah anggaran daya switch sudah habis oleh port lain, lalu coba port lain untuk memisahkan kerusakan port dari kerusakan perangkat.

Menyala, lalu mati sendiri berulang

Ini hampir selalu kekurangan daya, bukan kerusakan. Perangkat menyala dengan daya awal, lalu meminta lebih ketika radionya aktif, dan sumbernya tidak sanggup. Gejalanya berulang dengan jeda yang teratur, pola yang mirip dengan yang dibahas pada panduan arti lampu indikator.

Menyala tetapi jaringannya lambat

Curigai kabelnya. Tarikan panjang dengan kawat tipis dapat memberi cukup daya untuk menyala tetapi tidak cukup mutu untuk gigabit. Menukar kabel adalah uji yang paling cepat menjawabnya, dan panduan mengatasi Wi-Fi lemot memuat langkah lain bila ternyata bukan itu.

Panas berlebih di rak

Switch PoE yang mengalirkan daya besar menghasilkan panas yang jauh lebih besar daripada switch biasa. Perlakukan seperti router: beri ruang di sekelilingnya, lihat panduan router panas.

PoE menghapus satu kendala pemasangan: kebutuhan akan stopkontak di tempat perangkatnya berada. Bila kendala itu tidak Anda punya, PoE tidak menawarkan banyak.

Bila Anda memakainya, dua angka yang menentukan adalah standarnya, 802.3at cukup untuk hampir semua kebutuhan hari ini, dan anggaran daya total switch-nya, yang perlu dihitung dari jumlah seluruh perangkat, bukan dari jumlah port.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu PoE secara sederhana?

PoE adalah cara mengirim listrik melalui kabel jaringan yang sama dengan yang membawa data. Perangkat seperti access point atau kamera cukup ditarik satu kabel LAN saja, tanpa perlu stopkontak di tempatnya dipasang.

Apakah PoE bisa merusak perangkat yang tidak mendukungnya?

Pada perangkat PoE standar, tidak. Sebelum mengalirkan daya, sumber melakukan pemeriksaan singkat dan hanya melanjutkan bila menemukan tanda bahwa perangkat di ujung sana memang meminta daya. Yang berbahaya adalah injector "pasif" murah yang mengalirkan tegangan tanpa pemeriksaan apa pun.

Berapa jauh PoE bisa menjangkau?

Batasnya sama dengan batas Ethernet biasa, yaitu 100 meter untuk kabel tembaga. Pada jarak mendekati batas itu, tegangan yang sampai di ujung sudah menyusut, sehingga perangkat berdaya besar sebaiknya tidak dipasang pada ujung tarikan terpanjang.