Ketika fiber belum sampai, atau ketika internet hanya dibutuhkan sementara, perangkat berbasis kartu seluler menjadi jalan keluar yang paling cepat. Toko daring menawarkan ratusan pilihan dengan nama yang saling tumpang tindih.
Dua hal menentukan kepuasan Anda, dan keduanya jarang dibahas penjual: bentuk perangkat yang tepat, dan dukungan pita frekuensi.
MiFi atau router 4G
| MiFi | Router 4G | |
|---|---|---|
| Sumber daya | Baterai | Listrik rumah |
| Perangkat terhubung | 8–16 | 32–64 |
| Antena | Internal, kecil | Lebih besar, sering bisa ditambah |
| Port LAN | Tidak ada | Ada |
| Jangkauan Wi-Fi | Satu ruangan | Satu rumah kecil |
| Kisaran harga | Rp 300 rb – 900 rb | Rp 600 rb – 2,5 jt |
| Cocok untuk | Perjalanan, pemakaian sementara | Internet rumah harian |
Aturan sederhananya: bila perangkatnya akan diam di satu tempat dan dipakai sepanjang hari, pilih router 4G. MiFi memang bisa dipakai terus-menerus, tapi ada dua konsekuensi yang sering tidak diperhitungkan.
Baterainya menua lebih cepat bila dibiarkan tercolok terus, dan pada sebagian model baterai yang menggembung mendorong casing sampai terbuka. Bila memang ingin memakai MiFi sebagai perangkat menetap, cari model yang bisa berjalan tanpa baterai terpasang.
Antenanya terbatas. Ukuran ringkas berarti ruang antena kecil, dan itu langsung terasa di lokasi yang sinyalnya pas-pasan.
Bagian yang paling menentukan: dukungan pita
Ini penyebab nomor satu perangkat yang "tidak dapat sinyal padahal ponsel bisa", dan tidak ada pengaturan yang bisa memperbaikinya.
Operator memancar di beberapa pita frekuensi sekaligus, dan pembagiannya berbeda antar daerah. Perangkat yang hanya mendukung sebagian pita akan bekerja baik di satu kota dan buruk di kota lain.
Pita yang lazim dipakai untuk 4G di Indonesia mencakup Band 1, 3, 5, 8, 40, dan 41. Yang perlu Anda lakukan sebelum membeli:
- Periksa daftar pita di keterangan produk. Bila penjual tidak mencantumkannya sama sekali, itu sendiri sudah menjadi pertanda.
- Cocokkan dengan operator yang akan Anda pakai di daerah tersebut.
- Hindari perangkat impor tanpa sertifikasi. Selain pitanya sering tidak cocok, garansinya juga tidak berlaku — pembahasannya di panduan sertifikasi perangkat telekomunikasi.
Waspadai perangkat yang harganya jauh di bawah pasaran. Selisih itu hampir selalu berasal dari dukungan pita yang dipangkas, modem generasi lama, atau perangkat bekas jaringan luar negeri yang dikunci. Perangkat semacam ini tidak dapat diperbaiki dengan antena tambahan sekalipun.
Membaca kategori LTE
| Kategori | Batas teoretis | Catatan |
|---|---|---|
| Cat4 | 150 Mbps | Sudah melampaui kecepatan nyata di sebagian besar lokasi |
| Cat6 | 300 Mbps | Berguna di kota dengan jaringan padat perangkat |
| Cat12 ke atas | 600 Mbps+ | Jarang terpakai penuh di Indonesia |
Seperti angka pada kemasan router Wi-Fi, kategori adalah batas atas teoretis — bukan janji kecepatan. Di lapangan, yang lebih menentukan adalah kualitas sinyal di titik tempat perangkat diletakkan.
Untuk sebagian besar rumah, Cat4 dengan dukungan pita yang lengkap memberi hasil lebih baik daripada Cat12 yang pitanya terbatas.
Menempatkan dan menguji
Selisih hasil antara meja kerja dan ambang jendela sering berlipat. Beberapa menit memindah-mindahkan perangkat memberi perbaikan yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Buka panel perangkat dan cari angka sinyal
Yang dicari adalah RSRP dan SINR, bukan jumlah batang. RSRP di atas -100 dBm tergolong baik; SINR di atas 10 dB menandakan sinyalnya bersih dari gangguan.
Coba beberapa titik
Dekat jendela, lantai atas, dan sisi rumah yang menghadap menara terdekat. Catat angkanya di tiap titik, jangan mengandalkan perasaan.
Uji pada jam sibuk
Pukul delapan sampai sepuluh malam adalah ujian sesungguhnya. Hasil siang hari sering jauh lebih baik dan menyesatkan — panduan cek kecepatan internet.
Kapan antena luar sepadan
Bila RSRP terbaik yang bisa Anda dapatkan masih di bawah -105 dBm, antena luar biasanya memberi perbaikan yang lebih besar daripada mengganti perangkat.
Syaratnya satu: perangkat harus punya konektor antena eksternal — biasanya bertanda TS-9 atau SMA di balik penutup kecil. Perangkat tanpa konektor itu tidak bisa ditingkatkan sama sekali, dan ini layak diperiksa sebelum membeli.
Pemasangannya mengikuti prinsip yang sama seperti antena lain: setinggi mungkin, dan diarahkan ke menara terdekat. Untuk lokasi yang sangat jauh dari jangkauan, pilihan yang tersisa dibahas di panduan internet satelit.
Soal kartu dan kuota
Perangkatnya sendiri hanya separuh cerita. Beberapa hal yang layak diperiksa:
- Paket khusus perangkat rumahan biasanya lebih murah per gigabita daripada paket ponsel, tapi kadang mengunci kartu pada satu perangkat tertentu.
- Batas pemakaian wajar hampir selalu ada meski dipasarkan sebagai tanpa batas. Tanyakan angkanya tertulis.
- Kecepatan unggah pada jaringan seluler umumnya jauh lebih kecil daripada unduh. Bila Anda sering berapat daring, ini layak diperiksa lebih dulu.
Bila kebutuhannya menetap
Untuk internet rumah yang dipakai sehari-hari dan jangka panjang, ada dua pembanding yang layak dipertimbangkan sebelum memutuskan.
Paket 5G rumahan dari operator umumnya memberi hasil lebih baik daripada merakit sendiri router 4G dengan kartu prabayar — perangkatnya disesuaikan dengan jaringan mereka, dan paketnya dirancang untuk pemakaian rumah. Perbandingannya dengan fiber ada di panduan internet 5G rumahan vs fiber.
Dan bila fiber sebenarnya tersedia di alamat Anda, hampir selalu ia pilihan yang lebih tepat untuk pemakaian menetap. Perangkat seluler paling menonjol pada perannya yang lain: internet sementara, dan jalur cadangan saat kabel bermasalah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda MiFi dan router 4G?
MiFi berbaterai, ringkas, dan dirancang untuk dibawa — cocok untuk perjalanan dan pemakaian beberapa jam. Router 4G memakai listrik rumah, punya antena lebih baik, port LAN, dan mampu melayani jauh lebih banyak perangkat sepanjang hari.
Apakah MiFi cukup untuk internet rumah sehari-hari?
Untuk satu atau dua orang dengan pemakaian ringan, biasanya cukup. Untuk keluarga dengan televisi pintar dan beberapa ponsel, MiFi akan kewalahan — jumlah perangkat maksimumnya kecil dan baterainya menua lebih cepat bila terus dicolok.
Apa arti kategori LTE seperti Cat4 atau Cat6?
Kategori menandakan batas kecepatan teoretis perangkat. Cat4 mencapai sekitar 150 Mbps, Cat6 sekitar 300 Mbps. Untuk sebagian besar lokasi di Indonesia, Cat4 sudah melampaui kecepatan yang benar-benar tersedia di lapangan.
Kenapa perangkat murah kadang tidak dapat sinyal padahal ponsel bisa?
Karena perangkat itu tidak mendukung seluruh pita frekuensi yang dipakai operator di daerah Anda. Ini masalah paling umum pada perangkat impor tanpa sertifikasi, dan tidak bisa diperbaiki dengan pengaturan apa pun.