Ada tempat di Indonesia yang tidak dijangkau kabel fiber, dan sinyal selulernya pun tipis atau tidak ada sama sekali. Pulau kecil, kebun, lokasi tambang, penginapan di lereng gunung, kapal.
Untuk tempat-tempat itu, satelit sering menjadi satu-satunya pilihan yang tersisa. Ia juga pilihan yang paling banyak salah pahamnya, karena reputasinya dibentuk oleh teknologi generasi lama yang sudah berubah cukup banyak.
Dua jenis yang sangat berbeda
Perbedaan orbit menentukan hampir semua yang Anda rasakan sehari-hari.
| Orbit tinggi (GEO) | Orbit rendah (LEO) | |
|---|---|---|
| Ketinggian | Sekitar 36.000 km | Beberapa ratus km |
| Latensi | 600 ms ke atas | 25–60 ms |
| Rapat video | Terasa berat | Umumnya nyaman |
| Jumlah satelit | Sedikit, tetap di satu titik | Banyak, terus bergerak |
| Arah antena | Tetap, sekali disetel | Mengikuti, otomatis |
Reputasi "internet satelit itu lambat dan penuh jeda" berasal dari yang orbit tinggi. Jaraknya membuat data menempuh 72.000 kilometer pulang-pergi — batas fisika yang tidak bisa diperbaiki teknologi apa pun.
Satelit orbit rendah mengubah ini secara mendasar. Latensinya masuk ke kisaran yang membuat percakapan daring terasa wajar. Konsekuensinya, karena satelitnya bergerak cepat, dibutuhkan sangat banyak satelit dan antena yang dapat berpindah target terus-menerus.
Syarat yang tidak bisa ditawar
Ini bagian yang paling sering diremehkan, dan penyebab nomor satu kekecewaan setelah pemasangan.
Perangkat memerlukan pandangan langit yang benar-benar terbuka. Bukan sekadar "cukup terbuka". Satu dahan pohon yang melintasi jalur pandang sudah cukup menyebabkan putus beberapa detik yang berulang.
Yang membuatnya sulit dikenali: gangguannya tidak terus-menerus. Satelit terus bergerak, jadi putusnya hanya terjadi ketika satelit yang sedang dipakai kebetulan berada tepat di balik penghalang. Gejalanya terasa acak, dan sering disalahartikan sebagai perangkat yang rusak.
- Pohon yang hari ini tidak menghalangi bisa menghalangi enam bulan lagi
- Atap tetangga yang sedang ditinggikan mengubah keadaan
- Tiang, kabel listrik, dan menara air ikut berpengaruh
Sebagian besar penyedia menyediakan alat pemeriksa halangan lewat aplikasi ponsel. Pakai alat itu di beberapa titik sebelum memutuskan lokasi pemasangan, bukan sesudah.
Atap hampir selalu lebih baik daripada halaman. Selain menjauhkan perangkat dari pepohonan, posisi tinggi juga mengurangi kemungkinan tertutup bangunan yang didirikan kemudian. Biaya tiang dan pemasangan yang benar sepadan dibanding menelusuri gangguan berulang selama bertahun-tahun.
Hujan dan pengaruhnya
Sinyal satelit memakai frekuensi tinggi yang diserap air. Saat hujan lebat, kecepatan turun dan koneksi bisa terputus — gejala yang dikenal sebagai rain fade.
Di Indonesia ini layak diperhitungkan, terutama pada musim hujan dan di daerah dengan curah hujan tinggi. Yang perlu diketahui:
- Gangguannya biasanya berlangsung selama hujan paling deras, lalu pulih sendiri
- Awan tebal tanpa hujan umumnya tidak berpengaruh berarti
- Pemasangan yang benar mengurangi tapi tidak menghilangkannya
- Perangkat perlu dapat mengalirkan air dan tidak menahan genangan
Bila gejalanya adalah koneksi memburuk setiap hujan pada sambungan kabel, penyebabnya berbeda sama sekali dan dibahas di panduan internet bermasalah saat hujan.
Yang perlu diperiksa sebelum berlangganan
Ketersediaan di titik koordinat Anda
Jangkauan satelit tidak merata dan kapasitas per wilayah terbatas. Sebagian penyedia menutup pendaftaran di daerah yang sudah padat, dan yang menentukan adalah koordinat, bukan nama kota.
Total biaya, bukan hanya tagihan bulanan
Perangkatnya mahal di awal. Hitung biaya perangkat, pengiriman, tiang, dan pemasangan sebelum membandingkan dengan pilihan lain.
Batas pemakaian dan prioritas
Banyak paket menurunkan prioritas setelah kuota tertentu, terutama pada jam sibuk. Tanyakan angkanya tertulis.
Kecepatan unggah
Umumnya jauh lebih kecil daripada unduh. Bila Anda sering berapat daring atau mengunggah berkas, ini layak diperiksa lebih dulu — panduan bandwidth, latensi, dan throughput.
Kebutuhan listrik
Perangkat satelit menyerap daya jauh lebih besar daripada router biasa, dan naik saat memanaskan diri di cuaca dingin. Di lokasi bertenaga surya, ini perhitungan yang menentukan.
Periksa dulu sebelum memilih satelit
Satelit sebaiknya menjadi pilihan setelah dua hal lain benar-benar dipastikan tidak tersedia, karena keduanya jauh lebih murah.
- Fiber dari penyedia lokal. Jangan berhenti pada penyedia besar. Di banyak daerah ada penyedia setempat yang jangkauannya tidak terdaftar di mana pun kecuali dari mulut ke mulut.
- Seluler dengan antena luar. Ini yang paling sering terlewat. Sinyal yang tidak berguna di dalam rumah sering kali cukup baik di atap dengan antena terarah, dan biayanya sepersekian dari satelit — pertimbangannya di panduan memilih MiFi atau router 4G.
Bila keduanya benar-benar tidak ada, barulah satelit menjadi pilihan yang masuk akal. Perbandingan antara fiber dan seluler untuk daerah yang punya keduanya ada di panduan internet 5G rumahan vs fiber.
Setelah terpasang
Perangkat satelit hanya menyediakan sambungan ke internet. Sisi Wi-Fi di dalam bangunan mengikuti aturan yang sama seperti sambungan lain, dan sering menjadi penyempit yang keliru disalahkan pada satelitnya.
- Router bawaan perangkat satelit umumnya sederhana. Untuk bangunan lebih dari satu ruangan, tambahkan titik akses sendiri — panduan mesh, repeater, atau access point.
- Perangkat satelit sering diletakkan di atap, jauh dari tempat orang bekerja. Tarik kabel LAN ke titik tengah bangunan dan pasang titik akses di sana — panduan memilih kabel LAN.
- Di daerah yang listriknya sering padam, sediakan cadangan daya. Perangkat satelit menyerap daya besar, jadi hitung ulang kapasitasnya — panduan UPS untuk router.
Untuk siapa ini benar-benar tepat
Satelit paling masuk akal untuk lokasi yang benar-benar tidak punya pilihan lain: pulau kecil, perkebunan, lokasi proyek, penginapan terpencil, dan kapal. Untuk tempat-tempat itu, ia mengubah hal yang tadinya mustahil menjadi mungkin.
Untuk lokasi yang sebenarnya masih terjangkau seluler atau fiber, satelit hampir selalu lebih mahal dengan hasil yang tidak lebih baik. Memeriksa dua pilihan itu lebih dulu — dengan sungguh-sungguh, termasuk mencoba antena luar — biasanya sepadan dengan waktu yang dihabiskan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda satelit orbit rendah dan orbit tinggi?
Satelit orbit tinggi berada sekitar 36.000 kilometer di atas bumi, sehingga latensinya 600 milidetik ke atas dan terasa berat untuk percakapan. Satelit orbit rendah berada beberapa ratus kilometer saja, dan latensinya turun ke kisaran 25 sampai 60 milidetik.
Apakah internet satelit terganggu hujan?
Ya, dan gejalanya khas: kecepatan turun atau koneksi terputus saat hujan lebat, lalu pulih sendiri setelah reda. Namanya rain fade, dan tidak bisa dihilangkan sepenuhnya — hanya dikurangi dengan pemasangan yang benar.
Perlukah pandangan langit yang benar-benar terbuka?
Ya, dan ini syarat yang paling sering diremehkan. Satu dahan pohon yang melintas di jalur pandang sudah cukup menyebabkan putus beberapa detik yang berulang, dan penyebabnya sulit dikenali karena tidak terjadi terus-menerus.
Apakah satelit cocok untuk bermain game daring?
Dengan satelit orbit rendah, permainan yang tidak menuntut ketepatan waktu tinggi umumnya masih nyaman. Untuk permainan kompetitif yang menuntut reaksi cepat, latensi dan jitter-nya masih terasa dibanding fiber.