Komputer desktop, terutama yang dirakit sendiri, sering tidak memiliki Wi-Fi bawaan. Adapter USB adalah jalan keluar yang paling cepat, cukup dicolok, tanpa membuka casing.
Toko daring menawarkan ratusan pilihan dengan angka besar di kemasannya. Sebagian besar angka itu tidak akan pernah tercapai, dan alasannya sering bukan pada adapternya.
Jebakan yang paling sering
Ini yang perlu diperiksa sebelum melihat spesifikasi apa pun: port USB tempat adapter akan dicolok.
| Port | Batas teoretis | Yang realistis untuk Wi-Fi |
|---|---|---|
| USB 2.0 | 480 Mbps | Sekitar 250–300 Mbps |
| USB 3.0 ke atas | 5 Gbps | Dibatasi adapter, bukan port |
Adapter berlabel 1200 Mbps yang dicolok ke port USB 2.0 tidak akan pernah melampaui sekitar 300 Mbps. Portnya yang menjadi penyempit.
Cara membedakannya: port USB 3.0 umumnya berwarna biru di bagian dalam, atau bertanda SS. Bila seluruh port komputer Anda USB 2.0, tidak ada gunanya membeli adapter kelas atas.
Colok langsung ke komputer, bukan ke hub. Hub USB berbagi kapasitas dengan seluruh perangkat yang menempel padanya, dan sebagian tidak menyediakan daya yang cukup untuk adapter Wi-Fi. Ini penyebab umum adapter yang terdeteksi tapi sering terputus.
Yang benar-benar menentukan
Dukungan 5 GHz
Adapter yang hanya mendukung 2,4 GHz masih banyak dijual dan sangat murah. Untuk komputer yang dipakai bekerja, ini kekurangan yang akan terasa setiap hari, pita 2,4 GHz jauh lebih padat. Bedanya dibahas di panduan pita frekuensi Wi-Fi.
Antena luar bila komputer jauh dari router
Adapter berukuran kecil praktis, tapi antenanya terbatas. Untuk jarak lebih dari satu ruangan, adapter dengan antena luar memberi perbedaan yang jelas, bukan hanya dalam menerima, tapi juga dalam mengirim balik ke router.
Kabel perpanjangan USB
Sebagian adapter disertai kabel pendek dengan dudukan. Ini bukan pelengkap, memindahkan adapter dari belakang casing logam ke atas meja sering menaikkan kekuatan sinyal jauh lebih besar daripada mengganti adapternya.
Dukungan sistem operasi
Periksa apakah drivernya tersedia untuk versi Windows yang Anda pakai, dan apakah produsennya masih memperbaruinya. Adapter murah tanpa merek jelas sering berhenti didukung setelah satu pembaruan besar Windows.
Membaca angka di kemasan
Angka seperti AC1200 atau AX1800 adalah penjumlahan kecepatan kedua pita, bukan kecepatan yang akan Anda dapatkan.
AC1200 berarti sekitar 300 Mbps di 2,4 GHz ditambah 867 Mbps di 5 GHz. Perangkat Anda hanya memakai satu pita pada satu waktu, jadi angka tertinggi yang mungkin adalah 867 Mbps, dan dalam praktiknya sekitar setengahnya.
Untuk langganan internet rumahan di Indonesia yang umumnya di bawah 200 Mbps, adapter kelas menengah sudah lebih dari cukup. Yang lebih menentukan pengalaman sehari-hari adalah dukungan 5 GHz dan posisi antenanya.
Kapan kartu internal lebih tepat
| Adapter USB | Kartu PCIe internal | |
|---|---|---|
| Pemasangan | Colok saja | Buka casing |
| Antena | Kecil atau lipat | Antena luar berkabel |
| Kestabilan | Baik | Lebih baik |
| Dapat dipindah | Ya | Tidak |
| Kisaran harga | Rp 80 rb – 500 rb | Rp 250 rb – 900 rb |
Untuk komputer yang menetap di satu tempat dan dipakai bekerja atau bermain, kartu internal umumnya pilihan yang lebih baik. Antenanya dapat diletakkan di atas meja, jauh dari casing logam yang menghalangi sinyal.
Adapter USB lebih tepat bila Anda perlu memindahkannya antar komputer, atau tidak ingin membuka casing sama sekali.
Pertimbangan yang sering terlewat
Sebelum membeli keduanya, ada pilihan ketiga yang sering memberi hasil terbaik: tarik kabel LAN.
Komputer desktop jarang berpindah tempat. Satu kabel menghilangkan seluruh persoalan yang dibahas di artikel ini sekaligus, tidak ada driver, tidak ada penyempit port, tidak ada gangguan kanal. Untuk pekerjaan yang menuntut kestabilan seperti rapat daring atau siaran, selisihnya sangat terasa, dibahas di panduan Wi-Fi untuk belajar dan kerja di rumah.
Bila jalurnya tidak memungkinkan, powerline sering lebih stabil daripada Wi-Fi untuk jarak antar lantai, panduan powerline dan alternatifnya.
Bila sudah terpasang tapi bermasalah
- Tidak terdeteksi. Pasang driver dari situs produsen, bukan dari cakram bawaan. Coba port lain, dan hindari hub.
- Sering terputus. Matikan penghemat daya pada adaptor lewat Device Manager. Ini penyebab yang sangat sering dan mudah luput, panduan Wi-Fi bermasalah di satu perangkat.
- Lambat padahal sinyal penuh. Periksa apakah tersambung ke 2,4 GHz padahal 5 GHz tersedia, panduan sinyal penuh tapi internet lambat.
- Sinyal lemah di belakang casing. Pindahkan adapter ke atas meja dengan kabel perpanjangan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Kenapa adapter 1200 Mbps saya hanya dapat 300 Mbps?
Kemungkinan besar karena dicolok ke port USB 2.0, yang batas keseluruhannya sekitar 480 Mbps dan dalam praktiknya jauh lebih rendah. Adapter secepat apa pun tidak dapat melampaui kemampuan port tempatnya menempel.
Lebih baik adapter USB atau kartu internal?
Kartu internal PCIe umumnya lebih stabil dan antenanya lebih baik, tapi memerlukan membuka casing. Adapter USB lebih praktis dan dapat dipindah antar komputer. Untuk komputer yang menetap dan dipakai serius, kartu internal lebih tepat.
Apakah adapter kecil tanpa antena cukup?
Cukup bila komputer berada di ruangan yang sama dengan router. Untuk jarak lebih jauh atau terhalang dinding, adapter dengan antena luar memberi perbedaan yang jelas, terutama karena ia juga memancar lebih baik ke arah router.
Bagaimana kalau adapter tidak terdeteksi setelah dicolok?
Biasanya soal driver. Pakai driver dari situs produsen, bukan dari cakram bawaan yang sering sudah usang. Bila tetap tidak terdeteksi, coba port USB lain dan hindari memakai hub.