Studio foto dan percetakan punya satu ciri yang membedakan jaringannya dari usaha lain: berkas yang berpindah di sini besar sekali. Satu berkas cetak spanduk bisa ratusan megabita, satu sesi pemotretan bisa puluhan gigabita, dan keduanya berpindah antar komputer di ruangan yang sama.

Akibatnya, hal yang biasanya jadi pertanyaan pertama di usaha lain, yaitu berapa Mbps paket langganannya, hampir tidak relevan di sini. Yang menentukan adalah kecepatan jaringan di dalam ruangan.

Berkas besar tidak lewat internet

Keluhan paling umum berbunyi begini: internetnya 100 Mbps, tetapi memindahkan berkas dari komputer desain ke komputer operator cetak makan waktu sepuluh menit. Alasannya sederhana, berkas itu tidak pernah menyentuh internet. Ia berpindah lewat Wi-Fi atau switch di dalam ruangan, dan di situlah batasnya.

Wi-Fi yang bagus di ruangan sibuk memberi kira-kira 20 sampai 40 MB per detik kalau kondisinya ideal, dan jauh lebih kecil kalau ada beberapa orang memakai bersamaan. Kabel gigabit memberi sekitar 110 MB per detik secara konsisten, tanpa dipengaruhi siapa pun yang sedang ikut memakai jaringan.

Karena itu urutan kerjanya jelas: semua komputer kerja dan semua mesin cetak disambungkan dengan kabel. Wi-Fi disisakan untuk laptop yang berpindah, ponsel, dan tamu. Pemilihan kabel dan switch ada di memilih kabel LAN dan memilih switch jaringan.

Switch yang tepat, sekali beli

Dua hal yang sering salah saat membeli switch untuk studio:

  • Switch 100 Mbps yang terlihat sama dengan gigabit. Bentuk dan harganya mirip, tetapi kecepatannya sepersepuluh. Periksa spesifikasinya, bukan tampilannya.
  • Jumlah port yang pas-pasan. Studio selalu bertambah perangkat. Ambil yang portnya lebih banyak dari kebutuhan sekarang, selisih harganya kecil dan menambah switch bertingkat di kemudian hari membuat lalu lintas menumpuk di satu jalur.

Kalau anggaran memungkinkan dan berkasnya memang besar-besar, satu jalur 2,5 gigabit antara penyimpanan bersama dan switch adalah peningkatan yang terasa langsung. Bukan semua port, cukup jalur ke penyimpanan.

Penyimpanan bersama, bukan flashdisk berpindah

Banyak studio masih memindahkan berkas dengan flashdisk atau hard disk eksternal. Cara itu bekerja sampai tidak, dan kegagalannya selalu di saat yang buruk: berkas yang tertukar versinya, disk yang jatuh, atau satu-satunya salinan desain pelanggan yang hilang bersama flashdisk.

Penyimpanan jaringan menyelesaikan ketiganya sekaligus. Semua orang bekerja dari satu tempat, versinya satu, dan cadangannya berjalan sendiri. Pilihan perangkatnya di memilih penyimpanan jaringan NAS, dan cara mengatur cadangannya di cadangan data otomatis, yang berlaku sama untuk studio.

Satu catatan yang khusus untuk usaha ini: berkas desain pelanggan sering berisi data pribadi, mulai dari foto keluarga sampai berkas undangan yang memuat nama dan alamat. Penyimpanan bersama berarti menyimpan data orang lain, dan kewajibannya dibahas di keamanan data pribadi dan UU PDP.

Mesin cetak dan RIP

Mesin cetak besar, plotter, dan komputer RIP punya kebiasaan yang sama dengan printer kantor: mereka hilang dari jaringan setelah router menyala ulang, karena alamatnya berpindah. Beri masing-masing alamat tetap lewat reservasi DHCP di router, bukan lewat pengaturan di mesinnya. Penjelasannya di IP lokal, DHCP, dan bentrok.

Mesin cetak lama sering hanya mendukung protokol lama dan tidak pernah lagi menerima pembaruan. Jangan biarkan ia terbuka ke internet, dan sebaiknya pisahkan ke jaringan sendiri bila mesinnya memang tua. Langkah dasarnya di mengamankan printer jaringan.

Listrik dan panas

Studio dan percetakan punya beban listrik yang berat dan berubah-ubah: mesin cetak, lampu studio, pengering. Nyala matinya membuat tegangan turun sesaat, dan router adalah perangkat pertama yang menyerah. Gejalanya persis seperti gangguan dari penyedia, padahal sumbernya di dalam ruangan sendiri. Ini dibahas di Wi-Fi mati saat AC atau pompa menyala, dan solusinya berupa UPS kecil ada di UPS untuk router.

Ruang percetakan juga berdebu kertas. Letakkan switch dan router di rak tertutup berventilasi, bukan di lantai atau di atas mesin. Lihat memilih rak dan lemari jaringan.

Pelanggan yang menunggu proof

Pelanggan di percetakan sering menunggu lama, terutama saat menunggu contoh cetak disetujui. Wi-Fi tamu sederhana memenuhi kebutuhan itu, dengan satu syarat yang tidak bisa ditawar: ia harus benar-benar terpisah dari jaringan kerja dan penyimpanan desain. Langkahnya di memisahkan jaringan tamu.

Yang perlu dilakukan

Kabel untuk semua komputer kerja dan mesin cetak, gigabit dan bukan seratus. Satu penyimpanan bersama menggantikan flashdisk yang berpindah-pindah. Alamat tetap untuk mesin cetak. UPS kecil untuk router dan switch. Jaringan tamu yang terpisah dari desain pelanggan. Setelah lima hal ini beres, jaringan studio praktis tidak pernah lagi menjadi alasan pekerjaan tertunda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa memindahkan berkas desain terasa lambat padahal internetnya cepat?

Karena berkas itu tidak melewati internet sama sekali. Ia berpindah di dalam jaringan lokal, dan yang membatasinya adalah Wi-Fi atau switch, bukan paket langganan. Sambungan kabel gigabit biasanya menyelesaikan masalahnya seketika.

Apakah mesin cetak besar sebaiknya memakai Wi-Fi?

Sebaiknya tidak. Mesin cetak tidak pernah berpindah tempat, dan antrean cetak yang terputus di tengah membuang kertas dan tinta. Kabel menghilangkan seluruh kelas masalah itu.