Di toko, restoran, dan apotek hari ini, hampir tidak ada transaksi yang tidak menyentuh internet. Aplikasi kasir menyinkronkan stok ke cloud, mesin EDC menghubungi bank, pembayaran QR menunggu notifikasi, dan pesanan dari aplikasi pesan antar masuk lewat tablet.
Ketika sambungan itu tersendat, antrean berhenti. Karena itu jaringan untuk pembayaran perlu diperlakukan berbeda dari Wi-Fi yang dibagikan kepada pelanggan.
Pisahkan dari Wi-Fi pelanggan
Ini aturan pertama dan yang paling sering dilanggar. Alasannya dua:
- Kecepatan pada jam ramai. Saat toko penuh, puluhan ponsel pelanggan bersaing dengan mesin kasir. Justru pada jam itulah transaksi paling banyak.
- Keamanan. Perangkat yang tidak dikenal di jaringan yang sama dengan komputer kasir adalah risiko yang tidak perlu. Data transaksi dan akun aplikasi kasir tidak boleh dapat dijangkau dari ponsel pelanggan.
Cara paling sederhana adalah fitur jaringan tamu di router: kasir, EDC, tablet pesanan, printer struk, dan komputer admin berada di jaringan staf; pelanggan di jaringan tamu dengan isolasi klien menyala. Caranya ada di panduan memisahkan jaringan tamu.
Untuk toko yang lebih besar atau punya beberapa access point, pemisahan yang lebih rapi memakai VLAN: setiap nama Wi-Fi (SSID) dipetakan ke VLAN sendiri, misalnya satu untuk kasir dan pembayaran, satu untuk staf, satu untuk pelanggan, dan port kabel kasir dimasukkan ke VLAN kasir. Router lalu diatur agar VLAN pelanggan hanya dapat ke internet, tidak ke VLAN lain. Konsepnya dijelaskan di panduan apa itu VLAN.
Kabel, Wi-Fi, atau SIM
Perangkat pembayaran dapat tersambung dengan beberapa cara. Masing-masing punya tempatnya:
| Sambungan | Cocok untuk | Kelebihan | Kelemahan |
|---|---|---|---|
| Kabel LAN | Komputer kasir, printer struk, EDC di meja kasir yang punya port LAN | Paling stabil, tidak terganggu keramaian | Tidak dapat dibawa, perlu jalur kabel |
| Wi-Fi jaringan staf | Tablet pesanan, EDC yang dibawa ke meja | Bebas bergerak, cepat bila sinyal kuat | Terganggu rak logam, lemari pendingin, dan Wi-Fi tetangga |
| SIM di EDC | Cadangan, atau toko tanpa internet tetap | Tidak bergantung pada router toko | Bergantung sinyal operator, yang dapat melemah di gedung tertutup atau saat ramai |
Pola yang paling tenang: perangkat yang diam memakai kabel, perangkat yang bergerak memakai Wi-Fi staf, dan EDC yang mendukung SIM diberi SIM aktif sebagai jalur kedua. Pastikan sinyal Wi-Fi kuat di seluruh area layanan, bukan hanya di dekat kasir. Panduan menata Wi-Fi toko secara umum ada di panduan Wi-Fi untuk toko ritel dan minimarket.
Saat EDC gagal tersambung pada jam ramai
Banyak toko melaporkan pola yang sama: pagi lancar, lalu EDC atau aplikasi kasir mulai gagal tepat saat antrean panjang. Penyebabnya biasanya dapat ditelusuri:
| Gejala | Kemungkinan penyebab | Yang dapat dilakukan |
|---|---|---|
| EDC atau tablet tidak mendapat alamat IP saat toko penuh | Jatah alamat DHCP habis karena ponsel pelanggan ikut di jaringan yang sama | Pisahkan jaringan pelanggan; beri perangkat kasir alamat tetap (reservasi DHCP) |
| Transaksi lambat atau habis waktu, internet terasa penuh | Bandwidth dipakai pelanggan, unggahan CCTV, atau streaming staf | Batasi kecepatan jaringan tamu, beri prioritas perangkat kasir lewat QoS |
| EDC Wi-Fi sering putus di titik tertentu | Sinyal lemah atau kanal padat | Pindahkan access point, ganti kanal, atau pakai kabel |
| EDC SIM gagal saat mal ramai | Sinyal operator melemah atau sel padat | Alihkan EDC ke Wi-Fi staf, atau coba SIM operator lain bila diizinkan penyedia EDC |
| Semua EDC gagal, internet lain normal | Gangguan di sisi bank atau penyedia EDC | Hubungi layanan merchant bank; tawarkan metode bayar lain |
Masalah alamat IP yang bentrok atau habis dibahas di panduan IP lokal dan DHCP, dan cara memberi prioritas lalu lintas di panduan mengatur prioritas bandwidth.
Rencana saat internet mati
Internet toko akan mati suatu hari, karena gangguan penyedia, kabel putus, atau listrik padam. Yang menentukan adalah apa yang terjadi berikutnya:
- Router dual-WAN. Router dengan dua sambungan, misalnya fiber dan modem seluler, dapat pindah otomatis ke jalur kedua saat jalur pertama mati. Pilihan-pilihannya dibahas di panduan internet cadangan untuk usaha.
- Hotspot dari ponsel khusus toko. Lebih murah, tetapi manual. Simpan ponselnya terisi daya, dan daftarkan perangkat kasir ke hotspot itu sebelumnya agar tidak perlu mengetik kata sandi saat panik.
- SIM di mesin EDC. Bila mesin mendukung, SIM aktif menjadi jalur kedua yang tidak bergantung pada router toko.
- UPS kecil untuk router dan ONT, supaya listrik yang berkedip tidak memutus sambungan selama beberapa menit, lihat panduan UPS untuk router.
- Mode offline aplikasi kasir. Periksa apakah aplikasi yang dipakai dapat mencatat penjualan tanpa internet dan menyinkronkannya kemudian. Latih staf menggunakannya sebelum dibutuhkan.
Pembayaran QR yang "menggantung"
Masalah paling menegangkan di kasir adalah pelanggan yang sudah membayar lewat QR, sementara layar kasir tidak menunjukkan apa-apa. Penyebabnya sering di sisi toko: notifikasi tidak sampai karena sambungan tersendat.
Tetapkan prosedur sederhana: jangan meminta pelanggan membayar ulang sebelum memeriksa riwayat transaksi di aplikasi merchant. Pelanggan yang terlanjur membayar dua kali akan mengingatnya jauh lebih lama daripada antrean yang sedikit lebih lama.
Keamanan dasar
Industri kartu pembayaran punya standar keamanan sendiri, PCI DSS, yang memuat banyak praktik di bawah ini. Kewajiban persis untuk toko Anda biasanya ditentukan oleh bank atau penyedia EDC, jadi tanyakan kepada mereka. Terlepas dari itu, kebiasaan berikut layak diterapkan di toko sekecil apa pun:
- Pelanggan tidak pernah diberi akses ke jaringan kasir, termasuk "sebentar saja".
- Kata sandi jaringan staf tidak dibagikan kepada pelanggan atau ditempel di dekat kasir.
- Kata sandi admin router dan perangkat lain bukan kata sandi bawaan, dan pengelolaan router dari internet dimatikan. Langkahnya ada di panduan mengamankan router.
- Firmware router dan pembaruan aplikasi kasir dipasang.
- Komputer kasir hanya dipakai untuk kasir, bukan untuk menonton video atau memasang aplikasi sembarangan.
- Akun aplikasi kasir tidak dipakai bersama; setiap staf punya akun sendiri bila aplikasinya mendukung.
- Kata sandi jaringan staf diganti saat ada karyawan yang berhenti.
- Mesin EDC diperiksa sekilas setiap hari: masih unit yang sama, tidak ada tempelan atau perangkat asing.
Daftar periksa
- Jaringan kasir terpisah dari jaringan pelanggan, dengan isolasi klien di jaringan tamu.
- Komputer kasir dan printer struk memakai kabel.
- Perangkat kasir punya alamat IP tetap atau reservasi DHCP.
- Jaringan tamu dibatasi kecepatannya, perangkat kasir diprioritaskan.
- Ada jalur cadangan: dual-WAN, hotspot toko, atau SIM di EDC.
- Router dan ONT tersambung ke UPS.
- Staf tahu cara memakai mode offline dan prosedur QR menggantung.
- Nomor layanan merchant bank dan penyedia internet ditempel di dekat kasir.
Kesalahan yang sering terjadi
- Satu Wi-Fi untuk semua. Lancar saat sepi, gagal tepat saat ramai.
- Memberi kata sandi kasir kepada pelanggan karena Wi-Fi tamu sedang bermasalah.
- Menyimpan SIM cadangan yang masa aktifnya habis. Cadangan baru diketahui mati saat dibutuhkan.
- Meminta pembayaran ulang sebelum memeriksa riwayat transaksi.
Ringkasnya
Pisahkan jaringan pembayaran dari Wi-Fi pelanggan, sambungkan perangkat yang diam dengan kabel, dan siapkan cadangan sebelum dibutuhkan: sambungan kedua, SIM di EDC, UPS, dan mode offline. Saat EDC gagal pada jam ramai, periksa jaringan pelanggan lebih dulu. Untuk pembayaran QR yang tidak muncul, periksa riwayat dulu sebelum meminta pelanggan membayar ulang.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah mesin kasir boleh memakai Wi-Fi yang sama dengan pelanggan?
Sebaiknya tidak. Selain soal kecepatan saat toko ramai, perangkat pelanggan di jaringan yang sama berpotensi menjangkau perangkat kasir. Sistem pembayaran harus berada di jaringan staf yang terpisah.
Mesin EDC lebih baik memakai SIM atau Wi-Fi?
Banyak mesin EDC dapat memakai keduanya. Wi-Fi atau kabel yang andal biasanya lebih cepat di dalam toko, sedangkan SIM berguna sebagai cadangan saat internet toko mati. Menyiapkan keduanya adalah pilihan yang paling tenang.
Apa yang terjadi bila internet mati saat transaksi QRIS?
Pembayaran di sisi pelanggan dapat berhasil, sementara layar kasir tidak menerima notifikasinya. Jangan menganggap pembayaran gagal sebelum memeriksa riwayat transaksi di aplikasi atau mutasi, supaya pelanggan tidak membayar dua kali.
Kenapa mesin EDC sering gagal koneksi saat toko ramai?
Penyebab yang paling umum adalah EDC berbagi jaringan dengan ponsel pelanggan, sehingga bandwidth penuh atau jatah alamat IP dari router habis. Pada EDC dengan SIM, sinyal operator juga dapat melemah saat banyak orang berkumpul. Memisahkan jaringan pelanggan dan memberi EDC alamat tetap biasanya menyelesaikan sebagian besar kasus.
Apakah toko kecil wajib memenuhi PCI DSS?
PCI DSS adalah standar keamanan industri kartu pembayaran, dan kewajiban untuk merchant biasanya diatur lewat bank atau penyedia EDC yang Anda pakai. Tanyakan kepada mereka apa yang diminta untuk toko Anda. Praktik dasarnya, seperti memisahkan jaringan kasir dan mengganti kata sandi bawaan, layak diterapkan berapa pun ukuran toko.