Petugas penjualan menawarkan paket bisnis, dan angkanya dua sampai tiga kali lipat paket rumahan. Kecepatannya? Sering sama persis.

Pertanyaan yang wajar muncul: untuk apa selisihnya. Jawabannya ada pada empat hal yang tidak tercantum di spanduk penawaran, dan tidak semuanya Anda butuhkan.

Yang sebenarnya berbeda

Paket rumahanPaket bisnis
Kecepatan unduhSering samaSering sama
Kecepatan unggahJauh lebih kecilMendekati atau sama dengan unduh
Jaminan penangananTidak adaAda, tertulis
Antrean dukunganUmumTerpisah
IP publik statisJarang tersediaTersedia
Dipakai untuk usahaUmumnya dilarangDiizinkan
HargaRp 300 rb – 700 rbRp 800 rb – 3 jt

Baris paling atas menjelaskan kebingungannya. Angka besar yang diiklankan hampir selalu angka unduh, dan di situ kedua jenis paket memang mirip.

Kecepatan unggah, yang paling sering diremehkan

Paket rumahan umumnya memberi unggah jauh lebih kecil daripada unduh, susunan yang masuk akal untuk menonton video, tapi menjadi penyempit begitu ada kegiatan usaha.

Yang menuntut unggah besar:

  • Rapat video, yang mengirim sebanyak yang diterimanya
  • Kamera pengawas yang dipantau dari luar lokasi
  • Cadangan data ke awan
  • Mengunggah berkas besar seperti desain atau video
  • Kasir daring yang mengirim transaksi terus-menerus

Bila dua atau lebih dari daftar itu berlaku bagi Anda, kecepatan unggah adalah alasan yang sah untuk naik ke paket bisnis, dan sering menjadi satu-satunya alasan yang benar-benar terasa sehari-hari.

Membaca janji layanan

SLA adalah janji tertulis tentang tingkat layanan. Isinya biasanya dua angka, dan yang kedua jauh lebih berguna daripada yang pertama.

Persentase ketersediaan terdengar meyakinkan, tapi 99,5 persen setahun masih menyisakan hampir dua hari mati tanpa melanggar janji apa pun.

Batas waktu penanganan jauh lebih menentukan. Janji "ditangani dalam empat jam kerja" berarti gangguan pagi hari selesai sebelum tutup, bukan lusa. Inilah yang benar-benar membedakan paket bisnis dalam keseharian.

Tanyakan apa akibatnya bila janji itu tidak dipenuhi. SLA tanpa konsekuensi hanyalah kalimat baik. Yang lazim adalah potongan tagihan proratis, dan hampir selalu perlu diminta, tidak diberikan otomatis. Hak Anda sebagai pelanggan dibahas di panduan hak pelanggan saat internet lambat.

Kapan IP publik statis benar-benar perlu

Banyak langganan rumahan di Indonesia tidak memberi alamat publik sungguhan, pelanggan berbagi satu alamat lewat CGNAT. Akibatnya, tidak ada yang bisa menghubungi jaringan Anda dari luar, apa pun pengaturannya.

Ini menjadi masalah hanya bila ada yang memang perlu dihubungi dari luar:

KebutuhanPerlu IP publik?
Karyawan membuka internetTidak
Kasir daring dan rapat videoTidak
Memantau CCTV lewat aplikasi produsenTidak
Memantau CCTV langsung tanpa awanYa
VPN ke kantor dari luarYa
Menjalankan server sendiriYa

Perhatikan dua baris tentang kamera. Bila Anda memakai aplikasi bawaan produsen, sambungan berjalan lewat awan mereka dan alamat publik tidak diperlukan. Pertimbangan keduanya dibahas di panduan port forwarding.

Soal izin pemakaian

Ini bagian yang paling sering diabaikan dan paling sering menimbulkan akibat.

Hampir semua paket rumahan memuat ketentuan bahwa layanan hanya untuk pemakaian pribadi. Memakainya di tempat usaha melanggar ketentuan itu, dan memberi penyedia dasar memutus langganan sepihak.

Risikonya meningkat tajam bila Anda membagikan atau menjual aksesnya kepada pihak lain, kepada pelanggan, penghuni kos, atau tetangga. Batas hukumnya dibahas di panduan RT RW net, dan penerapannya untuk penjualan voucher di panduan cara membuat voucher Wi-Fi.

Menentukan kecepatan yang dibutuhkan

Hitung dari jumlah orang yang memakainya bersamaan pada jam sibuk, bukan dari luas tempat:

  • Karyawan: sekitar 3 Mbps per orang untuk pekerjaan kantor umum
  • Rapat video: 2 sampai 4 Mbps per peserta, ke dua arah
  • Pengunjung: 1 sampai 2 Mbps per perangkat aktif
  • Kamera pengawas: 1 sampai 4 Mbps per kamera bila dipantau dari luar

Jumlahkan, lalu tambahkan sekitar sepertiga sebagai ruang lega. Metode yang lebih rinci ada di panduan kapasitas Wi-Fi venue, dan susunan jaringan untuk kantor kecil di panduan Wi-Fi untuk kantor kecil.

Lima pertanyaan sebelum menandatangani

Berapa kecepatan unggahnya?

Bukan unduh. Minta angkanya tertulis, bukan disebutkan lisan.

Berapa lama gangguan dijanjikan selesai?

Dan apa yang terjadi bila tidak. Jawaban "secepatnya" bukan jawaban.

Ada batas pemakaian wajar?

Bila ada, berapa kuotanya dan berapa kecepatan setelah terlampaui.

Berapa lama masa kontraknya?

Dan berapa denda bila berhenti lebih awal. Kontrak dua tahun dengan denda besar mengunci Anda pada penyedia yang belum tentu memuaskan.

Apa saja biaya di luar tagihan bulanan?

Pemasangan, sewa perangkat, dan biaya penarikan kabel bila jaraknya jauh. Rincian pos yang sering luput ada di panduan biaya Wi-Fi tamu untuk usaha.

Ketika paket rumahan sudah memadai

Tidak setiap usaha memerlukan paket bisnis. Paket rumahan masuk akal bila seluruh keadaan berikut berlaku:

  • Kurang dari lima orang memakainya bersamaan
  • Tidak ada yang perlu dihubungi dari luar
  • Internet mati satu hari tidak menghentikan pemasukan
  • Tidak ada akses yang dibagikan atau dijual kepada pihak lain

Warung yang hanya memakai internet untuk kasir dan sesekali membuka pesan tidak perlu membayar tiga kali lipat. Yang lebih tepat dalam keadaan itu adalah menyiapkan cadangan sederhana, tethering ponsel, dan baterai untuk perangkat jaringan seperti dibahas di panduan UPS untuk router.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah paket bisnis benar-benar lebih cepat?

Sering kali angka kecepatannya sama persis dengan paket rumahan seharga sepertiganya. Yang berbeda adalah kecepatan unggah, jaminan penanganan gangguan, dan izin memakainya untuk keperluan usaha. Kecepatan bukan alasan utama membeli paket bisnis.

Apa itu SLA dan berapa angka yang wajar?

SLA adalah janji tingkat layanan, biasanya berisi persentase ketersediaan dan batas waktu penanganan gangguan. Untuk usaha kecil, jaminan penanganan dalam hitungan jam jauh lebih bernilai daripada angka ketersediaan yang terdengar besar.

Kapan usaha benar-benar memerlukan IP publik statis?

Ketika ada yang perlu dihubungi dari luar: kamera pengawas yang dipantau jarak jauh, server sendiri, atau VPN ke kantor. Bila semua kebutuhan Anda hanya keluar ke internet, IP publik tidak memberi manfaat apa pun.

Bolehkah memakai paket rumahan untuk tempat usaha?

Secara teknis bisa, dan banyak yang melakukannya. Tapi hampir semua paket rumahan memuat ketentuan bahwa layanan hanya untuk pemakaian pribadi, yang memberi penyedia dasar memutus langganan bila diketahui dipakai secara komersial.