Pertanyaan ini hampir selalu muncul dalam bentuk yang sama: "Berapa biaya pasang Wi-Fi untuk tempat saya?"
Jawaban jujurnya tergantung, tapi bukan tergantung yang mengambang. Ada beberapa variabel yang benar-benar menentukan, dan sisanya bisa diperkirakan dengan cukup dekat.
Tulisan ini merinci pos-pos biayanya supaya Anda bisa menilai sendiri penawaran yang masuk, termasuk penawaran dari kami.
Empat hal yang menentukan angka
- Luas dan bentuk ruangan. Bukan hanya meter persegi. Ruang memanjang dengan dinding beton perlu lebih banyak titik akses daripada ruang terbuka dengan luas sama.
- Jumlah pengunjung serentak pada jam sibuk. Ini angka yang paling sering diremehkan. Satu orang membawa dua sampai tiga perangkat.
- Ketersediaan jalur kabel. Bila plafon sudah tertutup rapi dan tidak ada jalur, biaya pemasangan bisa melampaui biaya perangkat.
- Apakah Anda perlu data pengunjung. Portal yang sekadar menampilkan syarat jauh lebih murah daripada portal yang mengumpulkan dan menyimpan data.
Biaya perangkat
Kisaran harga di pasar Indonesia untuk perangkat baru, di luar biaya pemasangan:
| Perangkat | Kisaran harga | Kapan diperlukan |
|---|---|---|
| Access point kelas bisnis | Rp 700 rb – 2,5 jt per unit | Selalu, satu unit per 40–60 m² area terbuka |
| Switch PoE 8 port | Rp 900 rb – 3 jt | Bila memakai lebih dari satu access point |
| Router atau gateway | Rp 800 rb – 4 jt | Bila perlu pemisahan VLAN dan pembatasan bandwidth |
| Kabel dan konektor | Rp 8 rb – 15 rb per meter | Selalu, panjang tergantung jalur |
| Perangkat pengendali | Rp 0 – 2 jt | Sebagian merek menyediakan pengendali berbasis perangkat lunak tanpa biaya |
Selisih harga access point terutama terletak pada jumlah perangkat yang dapat ditangani sekaligus, bukan pada jangkauan. Ini sering disalahpahami: membeli access point yang lebih mahal jarang memperluas cakupan secara berarti, tapi jelas membantu saat pengunjung ramai.
Jangan tertukar antara cakupan dan kapasitas. Kalau keluhannya "sinyal tidak sampai ke pojok", Anda butuh titik akses tambahan. Kalau keluhannya "penuh tapi lambat, terutama sore hari", Anda butuh perangkat yang lebih mampu menangani banyak sambungan, bukan yang lebih kuat sinyalnya. Bahasan lengkapnya di panduan kapasitas Wi-Fi venue.
Tiga contoh perhitungan
Angka di bawah adalah gambaran, bukan penawaran. Kondisi lokasi bisa menggeser totalnya cukup jauh.
Kafe kecil, 50 m², 15–20 pengunjung serentak
| Pos | Perkiraan |
|---|---|
| 1 access point kelas bisnis | Rp 1,2 jt |
| Router dengan dukungan VLAN | Rp 1,5 jt |
| Kabel, konektor, aksesori | Rp 400 rb |
| Pemasangan dan konfigurasi | Rp 1 jt – 2 jt |
| Total awal | Rp 4 jt – 5 jt |
Klinik dua lantai, 120 m², perangkat operasional terpisah
| Pos | Perkiraan |
|---|---|
| 3 access point | Rp 3,6 jt |
| Switch PoE 8 port | Rp 1,8 jt |
| Gateway dengan VLAN dan pembatasan | Rp 2,5 jt |
| Kabel antar lantai dan pemasangan | Rp 2,5 jt – 4 jt |
| Penyusunan kebijakan privasi portal | Rp 1 jt – 2 jt |
| Total awal | Rp 11 jt – 14 jt |
Ritel tiga cabang, pengelolaan terpusat
Untuk skala ini, biaya per cabang turun karena konfigurasi dapat disalin, tapi muncul pos baru: pengendali terpusat, dan waktu untuk menyeragamkan portal di semua lokasi. Perkirakan Rp 8 jt – 12 jt per cabang, ditambah biaya pengelolaan bulanan bila Anda tidak menanganinya sendiri.
Pos yang biasanya tidak dihitung
Ini bagian yang membuat anggaran meleset:
- Pekerjaan sipil. Membobok dinding, memasang tray kabel, atau mengembalikan plafon seperti semula. Di bangunan yang sudah jadi, ini bisa menyamai biaya perangkat.
- Listrik. Titik listrik baru di posisi access point, bila tidak memakai PoE. Memakai PoE justru sering lebih murah karena satu kabel membawa data dan daya.
- Waktu operasional yang hilang. Bila pemasangan harus dilakukan saat tutup, ada biaya lembur teknisi. Bila dilakukan saat buka, ada gangguan ke pengunjung.
- Penyusunan kebijakan privasi. Bila portal mengumpulkan nama, nomor telepon, atau surel, Anda memproses data pribadi dan terikat ketentuan UU PDP. Kebijakan yang disalin dari tempat lain tanpa disesuaikan justru menciptakan risiko baru.
- Penggantian perangkat. Sisihkan sekitar seperlima nilai perangkat per tahun bila ingin peremajaan berjalan tanpa kejutan.
Biaya berulang
| Pos | Kisaran per bulan | Catatan |
|---|---|---|
| Langganan internet | Rp 300 rb – 1,5 jt | Naik bila operasional dan tamu dipisah |
| Lisensi portal atau pengelolaan | Rp 0 – 500 rb | Banyak merek tidak memungut biaya lisensi |
| Pemeliharaan | Rp 0 – 500 rb | Nol bila ditangani sendiri |
| Listrik perangkat jaringan | Rp 20 rb – 60 rb | Kecil, tapi nyata |
Menilai penawaran yang masuk
Bila Anda menerima penawaran dari penyedia jasa, empat pertanyaan ini biasanya cukup untuk membedakan pekerjaan yang matang dari yang asal pasang:
- Apakah ada survei sinyal sebelum angka keluar? Penawaran yang dibuat tanpa melihat lokasi hampir selalu meleset, ke atas maupun ke bawah.
- Apakah jaringan tamu dan operasional dipisah? Kalau tidak disebut, tanyakan. Kasir dan CCTV di jaringan yang sama dengan pengunjung adalah risiko yang tidak perlu.
- Siapa yang memegang akses panel pengelolaan setelah selesai? Jawaban yang benar adalah Anda, atau setidaknya Anda ikut memegang.
- Apa yang terjadi setelah masa garansi? Termasuk apakah konfigurasi didokumentasikan sehingga teknisi lain bisa melanjutkan.
Di mana bisa berhemat, di mana sebaiknya tidak
Beberapa penghematan aman, sebagian lain menimbulkan biaya di kemudian hari.
| Aman dihemat | Sebaiknya tidak |
|---|---|
| Merek pengendali, banyak yang gratis dan memadai | Kualitas kabel; kabel CCA murah menyulitkan PoE |
| Portal sederhana tanpa pengumpulan data | Pemisahan jaringan tamu dan operasional |
| Memasang bertahap, mulai satu titik akses | Kapasitas access point bila pengunjung ramai |
| Menangani pemeliharaan sendiri | Dokumentasi konfigurasi saat serah terima |
Menambah access point nanti relatif mudah bila kabel sudah tertanam. Karena itu, bila plafon sedang terbuka, pasang jalur kabel ke titik-titik yang mungkin diperlukan meski perangkatnya belum dibeli. Kabelnya murah; membongkar plafon dua kali tidak.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah router rumahan cukup untuk kafe kecil?
Untuk tempat dengan kurang dari sepuluh pengunjung serentak, sering kali cukup. Masalah muncul saat jumlahnya bertambah: router rumahan menangani banyak sambungan sekaligus dengan buruk, meski sinyalnya masih terlihat penuh. Gejala khasnya adalah semua orang mengeluh lambat pada jam ramai.
Berapa lama perangkat jaringan bertahan?
Access point kelas bisnis umumnya tiga sampai lima tahun sebelum perlu diganti, biasanya bukan karena rusak melainkan karena standar Wi-Fi bergerak maju. Perangkat kelas rumahan yang dipakai sepanjang hari di lingkungan usaha sering habis lebih cepat.
Apakah perlu langganan internet terpisah untuk tamu?
Tidak harus. Satu langganan bisa dibagi selama jaringan tamu dan operasional dipisahkan secara logis, dan tamu diberi batas bandwidth. Langganan terpisah baru masuk akal bila operasional Anda sangat bergantung pada koneksi, misalnya kasir daring yang tidak boleh terganggu.