Saat membicarakan keamanan jaringan, yang dipikirkan biasanya router, laptop, dan ponsel. Printer jarang disebut, padahal ia komputer kecil yang selalu menyala, terhubung ke Wi-Fi, punya halaman admin, menyimpan salinan dokumen, dan hampir tidak pernah diperbarui. Di kantor kecil, printer sering menjadi perangkat paling lemah di jaringan.

Kenapa printer menjadi sasaran

  • Kata sandi admin bawaan: banyak printer dikirim dengan halaman admin tanpa kata sandi, atau dengan kata sandi yang tercetak di manual dan mudah dicari.
  • Menyimpan dokumen: printer laser dan multifungsi menyimpan pekerjaan cetak, hasil pindai, dan salinan faks di memorinya. Siapa pun yang masuk ke halaman admin sering dapat mengunduhnya.
  • Menyimpan kata sandi Wi-Fi: dan kadang kata sandi surel atau akun cloud yang dipakai untuk memindai langsung ke folder.
  • Pijakan ke jaringan: printer yang dikuasai dapat dipakai untuk memindai perangkat lain di jaringan yang sama, tanpa terlihat mencurigakan.
  • Jarang diperbarui: pembaruan firmware printer tidak otomatis dan hampir tidak pernah dilakukan.

Lima langkah yang cukup untuk rumah dan kantor kecil

1. Beri kata sandi pada halaman admin

Buka alamat IP printer di peramban, biasanya tertera di menu printer di bagian Jaringan, atau terlihat di daftar perangkat router (lihat panduan melihat perangkat di Wi-Fi). Cari menu Keamanan, Administrator, atau Kata Sandi, dan buat kata sandi yang kuat. Ini langkah yang paling penting dan paling sering dilewati.

2. Letakkan di jaringan yang tepat

Printer harus berada di jaringan yang sama dengan komputer yang mencetak, jaringan staf, dan tidak di jaringan tamu. Di kantor kecil yang memakai VLAN, printer boleh diberi segmen sendiri yang dapat dijangkau dari segmen staf tetapi tidak sebaliknya; penjelasannya di panduan VLAN. Pastikan pula router tidak membuka port printer ke internet, periksa setelan port forwarding dan UPnP di panduan mengamankan router.

3. Matikan fitur yang tidak dipakai

Printer modern membawa banyak protokol yang dinyalakan secara bawaan: FTP, Telnet, SNMP versi lama, Wi-Fi Direct, cetak lewat surel, dan cetak dari cloud. Setiap fitur adalah pintu. Di halaman admin, matikan yang tidak Anda pakai, terutama Telnet, FTP, dan Wi-Fi Direct. Wi-Fi Direct membuat printer memancarkan jaringannya sendiri, yang sering tanpa kata sandi, dan siapa pun di sekitar dapat menyambungkan diri langsung ke printer tanpa melewati router Anda.

4. Perbarui firmware sekali, lalu ingat untuk mengulanginya

Cari menu Pembaruan di halaman admin atau di aplikasi pabrikan. Setelah diperbarui, catat di kalender untuk memeriksanya lagi setiap enam bulan. Bila pabrikan sudah tidak merilis pembaruan untuk model Anda, langkah 2 menjadi lebih penting.

5. Hapus memori sebelum dijual, dipinjamkan, atau diservis

Printer yang akan dijual, dikembalikan ke penyewa, atau dibawa ke tempat servis membawa serta kata sandi Wi-Fi Anda, dan mungkin salinan dokumen terakhir. Cari menu Reset ke Setelan Pabrik atau Hapus Semua Data: di printer multifungsi kantor sering ada pilihan khusus untuk menghapus hard disk. Persoalan yang sama berlaku untuk router bekas, dibahas di panduan keamanan router bekas.

Tambahan untuk kantor kecil

  • Bila printer memindai langsung ke surel atau folder bersama, buat akun khusus untuk printer dengan hak yang terbatas, jangan pakai akun surel pemilik usaha.
  • Nyalakan fitur cetak aman (PIN sebelum mencetak) untuk dokumen keuangan dan data pribadi pelanggan, supaya hasil cetak tidak tergeletak di baki sebelum diambil. Ini sejalan dengan kewajiban di UU Perlindungan Data Pribadi.
  • Masukkan printer ke daftar perangkat yang diperiksa saat mengaudit jaringan, bersama router dan kamera.

Yang perlu dilakukan

Printer adalah komputer yang menyimpan dokumen Anda dan kata sandi Wi-Fi Anda. Beri kata sandi admin, letakkan di jaringan staf bukan tamu, matikan Wi-Fi Direct dan protokol lama, perbarui firmware, dan hapus memorinya sebelum berpindah tangan. Lima langkah, kurang dari satu jam, dan satu celah besar tertutup.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah printer benar-benar menyimpan dokumen yang dicetak?

Printer laser dan multifungsi kantor umumnya menyimpan pekerjaan cetak dan hasil pindai di memori internal atau hard disk-nya, sebagian sampai ditimpa pekerjaan baru. Printer inkjet rumahan biasanya hanya menyimpan sementara, tetapi tetap menyimpan setelan Wi-Fi beserta kata sandinya.

Printer saya sudah tua dan tidak ada pembaruan firmware. Apa yang bisa dilakukan?

Pindahkan ke jaringan terpisah dari perangkat penting, matikan semua fitur jarak jauh, dan pastikan tidak dapat diakses dari internet. Printer tua tanpa pembaruan sebaiknya tidak dipakai di jaringan yang sama dengan komputer keuangan.