Tombol kecil bertuliskan WPS ada hampir di setiap router. Sebagian orang memakainya untuk menyambungkan printer atau perangkat pintar tanpa harus mengetik kata sandi panjang; sebagian besar tidak pernah menyentuhnya sama sekali.

Yang jarang disadari: tombol itu bukan sekadar jalan pintas yang menganggur. Ia mengubah cara jaringan Anda menerima tamu.

Dua cara kerja WPS

WPS punya dua bentuk yang sangat berbeda kualitas keamanannya, dan keduanya sering dianggap satu hal yang sama.

Metode tombol

Anda menekan tombol di router, lalu menekan tombol serupa di perangkat. Selama sekitar dua menit, router menerima siapa pun yang meminta bergabung, tanpa kata sandi.

Jendela dua menit itu adalah seluruh perlindungannya, dan itu bergantung pada satu asumsi: tidak ada orang lain dalam jangkauan Wi-Fi Anda pada saat yang sama. Di rumah tapak, asumsi itu masuk akal. Di rumah susun, kos-kosan, atau ruko yang berdempetan, jangkauan Wi-Fi Anda mencapai belasan orang yang tidak Anda kenal.

Metode PIN

Inilah yang bermasalah. Perangkat mengirim PIN delapan angka, dan router memeriksanya.

Kelemahannya ada pada rancangan, bukan pada pemakaian: router memeriksa PIN itu dalam dua bagian terpisah: empat angka pertama, lalu tiga berikutnya, dengan angka terakhir hanya angka pemeriksa. Alih-alih menebak sepuluh juta kemungkinan, penyerang hanya perlu menebak sekitar sebelas ribu.

Itu bukan pekerjaan bertahun-tahun. Itu pekerjaan beberapa jam, oleh perangkat yang berdiri di luar pagar. Pada sebagian router yang menghasilkan angka acaknya dengan buruk, seluruh PIN dapat dihitung dalam hitungan detik: serangan yang dikenal dengan nama pixie dust.

Dan yang membuatnya lebih buruk daripada kebocoran biasa: begitu PIN diketahui, router menyerahkan kata sandi Wi-Fi yang sebenarnya. Mengganti kata sandi tidak menutup lubangnya, PIN itu tetap berlaku, dan kata sandi baru akan diserahkan dengan cara yang sama.

Apakah WPA3 sudah menutupnya?

Sebagian. Router baru banyak yang tidak lagi menyalakan WPS PIN dari pabrik, dan WPA3 punya cara penyambungan sendiri yang lebih baik. Perbedaannya dibahas pada panduan beda WPA2 dan WPA3.

Tetapi dua hal membuat persoalannya belum selesai. Pertama, sebagian besar jaringan rumah masih berjalan pada mode campuran WPA2/WPA3 demi perangkat lama, dan pada mode itu jalur WPS lama sering masih hidup. Kedua, router yang sudah dipakai bertahun-tahun, atau router bekas, kerap masih memakai setelan lama. Yang perlu diperiksa pada perangkat bekas ada pada panduan keamanan router bekas.

Karena itu jawabannya tetap sama: periksa sendiri, jangan berasumsi.

Memeriksa dan mematikannya

  1. Masuk ke halaman admin router. Bila belum pernah, langkahnya ada pada panduan setting router baru.
  2. Cari menu WPS: biasanya di dalam pengaturan nirkabel, kadang bernama Wi-Fi Protected Setup atau QSS pada merek tertentu.
  3. Matikan metode PIN lebih dulu. Inilah yang paling penting. Pada sebagian router ia tercantum sebagai "Router PIN" atau "PIN client".
  4. Matikan juga metode tombol bila Anda tinggal berdekatan dengan banyak orang, atau bila memang tidak pernah memakainya.
  5. Simpan, lalu periksa ulang setelah router menyala kembali. Sebagian router menghidupkan WPS lagi setelah pembaruan firmware atau setelah reset ke setelan pabrik.

Bila menu WPS tidak ada sama sekali, kemungkinan besar router Anda memang tidak memilikinya, dan itu kabar baik.

Bila memang masih dibutuhkan

Ada perangkat yang sulit disambungkan dengan cara lain: printer tanpa layar, sebagian perangkat rumah pintar, dan alat lama yang tidak punya papan ketik. Untuk keadaan itu:

  • Nyalakan WPS hanya saat dibutuhkan, lalu matikan lagi setelah perangkatnya tersambung. Beberapa menit jauh lebih baik daripada bertahun-tahun.
  • Pakai metode tombol, tidak pernah PIN.
  • Sambungkan perangkat semacam itu ke jaringan terpisah, bukan ke jaringan utama tempat laptop dan ponsel Anda berada, caranya ada pada panduan memisahkan jaringan tamu. Alasannya dibahas pada panduan keamanan perangkat pintar rumah.

Cara yang lebih baik untuk sebagian besar perangkat modern: bagikan kata sandi lewat QR code Wi-Fi. Ia menghilangkan repotnya mengetik tanpa membuka apa pun di router.

Setelah dimatikan

Bila WPS pernah menyala lama pada jaringan Anda, apalagi metode PIN, anggap kata sandi Wi-Fi lama sudah tidak rahasia lagi. Ganti dengan yang baru, dan pilih yang layak: panduan kata sandi Wi-Fi yang kuat.

Sesudah itu, sekalian periksa yang lain di halaman yang sama, pengelolaan dari jauh, UPnP, dan kata sandi admin bawaan. Daftarnya ada pada panduan mengamankan router rumah. WPS jarang menjadi satu-satunya yang terbuka.

Kesimpulan

WPS menghemat satu kali mengetik kata sandi. Yang ditukar untuk itu adalah sebuah jalur masuk yang menyerahkan kata sandi Wi-Fi Anda kepada siapa pun yang berhasil menebak delapan angka, dan angka itu dirancang sedemikian rupa sehingga jauh lebih mudah ditebak daripada seharusnya.

Matikan metode PIN tanpa berpikir dua kali. Metode tombol boleh disisakan bila Anda tinggal berjauhan dan benar-benar memakainya; di lingkungan yang padat, matikan keduanya.

Dan bila WPS sudah lama menyala, ganti kata sandi Wi-Fi setelah mematikannya. Mematikan pintunya saja tidak cukup bila kuncinya sudah sempat beredar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu WPS pada router?

WPS (Wi-Fi Protected Setup) adalah cara menyambungkan perangkat ke Wi-Fi tanpa mengetik kata sandi, biasanya dengan menekan tombol di router, atau memasukkan PIN delapan angka.

Apakah WPS berbahaya?

Metode PIN-nya berbahaya: rancangannya membuat PIN delapan angka dapat ditebak jauh lebih cepat daripada seharusnya, dan pada sebagian router bahkan dalam hitungan detik. Metode tombol jauh lebih aman, tetapi tetap terbuka selama dua menit bagi siapa pun yang berada dalam jangkauan.

Bagaimana cara mematikan WPS?

Masuk ke halaman admin router, cari menu WPS atau Wi-Fi Protected Setup pada pengaturan nirkabel, lalu nonaktifkan. Pada sebagian router, PIN dan tombol harus dimatikan terpisah.