Bagi perusahaan otobus dan travel, Wi-Fi sudah menjadi bagian dari daftar fasilitas, sejajar dengan colokan USB dan selimut. Masalahnya, fasilitas ini paling sering dikeluhkan. Penumpang tersambung, tetapi halaman tidak terbuka, atau lancar di kota lalu mati sepanjang hutan dan perbukitan.

Kebanyakan keluhan itu bisa dikurangi, tetapi tidak bisa dihilangkan. Memahami batasnya sejak awal membantu memilih perangkat yang tepat dan menulis janji yang tidak membuat penumpang kecewa.

Dari mana internetnya

Wi-Fi di kendaraan darat hampir selalu berasal dari jaringan seluler 4G atau 5G. Router di bus memakai kartu SIM, menangkap sinyal dari menara di pinggir jalan, lalu membagikannya ke penumpang lewat Wi-Fi. Artinya, kualitasnya tidak akan pernah lebih baik daripada sinyal seluler di titik bus berada, dan sinyal itu harus dibagi ke puluhan orang.

Ruas tol di Jawa umumnya tertutup sinyal dengan baik. Jalur lintas Sumatra, Kalimantan, atau ruas pegunungan sering punya celah tanpa sinyal yang panjangnya puluhan kilometer. Di celah itu, perangkat semahal apa pun tidak bisa berbuat banyak. Internet satelit untuk kendaraan ada, tetapi biaya perangkat dan langganannya biasanya baru masuk akal untuk armada tertentu; perbandingannya ada di internet satelit untuk daerah tanpa fiber.

Perangkat yang cocok

  • Router seluler untuk kendaraan, bukan router rumah atau MiFi saku. Router kendaraan dirancang untuk getaran, panas kabin, dan daya 12 atau 24 volt dari aki. Pilihan perangkat 4G secara umum dibahas di memilih modem MiFi dan router 4G.
  • Dua slot SIM dari operator berbeda. Router yang berpindah otomatis ketika satu operator melemah memperpendek waktu tanpa internet di banyak ruas.
  • Antena luar di atap. Badan bus dari logam dan kaca berlapis film meredam sinyal. Antena di luar, dengan kabel sependek mungkin ke router, biasanya memberi perbedaan terbesar. Prinsip memilih antena ada di memilih antena eksternal.
  • Dukungan jumlah pengguna. Periksa batas perangkat yang bisa tersambung bersamaan. MiFi kecil sering hanya sanggup 10 sampai 16 perangkat.

Untuk travel atau shuttle berisi delapan sampai dua belas penumpang, MiFi yang baik bisa menjadi langkah awal yang murah. Begitu penumpang bertambah atau rute keluar dari kota besar, perbedaan antena luar dan dua operator akan terasa.

Pemasangan yang sering terlupa

Router sebaiknya dipasang di tempat yang tidak terpapar panas langsung, jauh dari dasbor yang terkena matahari, dan tidak di dalam kompartemen tertutup tanpa sirkulasi udara. Panas yang terus-menerus membuat router melambat atau menyala ulang sendiri; gejalanya dibahas di router panas dan cara mendinginkannya.

Ambil daya dari jalur yang menyala bersama kunci kontak, lengkap dengan sekring, supaya router tidak menguras aki saat bus terparkir semalaman. Hindari charger rokok murah yang tegangannya naik turun ketika mesin dinyalakan.

Kuota dan pembatasan

Inilah bagian yang paling menentukan biaya. Satu penumpang yang memutar video dalam kualitas tinggi sepanjang perjalanan malam bisa memakai beberapa GB sendirian. Tanpa pembatasan, kuota bulanan bisa habis dalam beberapa hari, dan setelah itu semua penumpang hanya mendapat kecepatan sisa.

  • Batasi kecepatan per perangkat, misalnya 1 sampai 2 Mbps. Cukup untuk chat, media sosial, peta, dan musik, tetapi menahan pemakaian video berat. Caranya ada di cara membatasi kecepatan Wi-Fi.
  • Batasi waktu atau kuota per sesi bila router mendukungnya.
  • Pahami FUP paket. Paket "unlimited" untuk kendaraan tetap punya batas pemakaian wajar; lihat apa itu FUP.
  • Gunakan kartu SIM atas nama perusahaan. Kartu yang dipakai di router juga wajib diregistrasi; ketentuannya di registrasi kartu SIM untuk modem.

Janji yang realistis

Tulis informasi Wi-Fi di kursi atau tiket dengan jujur. Contohnya: "Wi-Fi gratis untuk chat dan media sosial. Sinyal dapat terputus di beberapa ruas jalan. Tidak untuk streaming video." Kalimat seperti itu terdengar kurang menjual, tetapi jauh lebih sedikit memicu ulasan bintang satu daripada stiker "Free Wi-Fi 4G" tanpa keterangan.

Sebagian operator memakai halaman login sederhana untuk menampilkan nama perusahaan, syarat pemakaian, atau promosi rute. Halaman seperti itu juga tempat yang pas untuk menaruh syarat dan ketentuan Wi-Fi tamu. Cara kerjanya dijelaskan di apa itu captive portal.

Peran awak kendaraan

Sopir dan kernet tidak perlu menjadi teknisi, tetapi perlu tahu tiga hal: di mana router berada, cara menyalakan ulang dengan aman, dan siapa yang dihubungi bila Wi-Fi mati di sepanjang perjalanan. Catatan sederhana berisi nama Wi-Fi, letak router, dan nomor teknisi yang ditempel di kabin pengemudi sudah cukup. Untuk armada yang banyak, catat juga nomor kartu SIM dan masa berlakunya per kendaraan, supaya tidak ada bus yang berangkat dengan kuota habis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kuota yang dibutuhkan untuk Wi-Fi satu bus?

Sangat bergantung pada pembatasan. Bus berisi 30 penumpang tanpa batas kecepatan bisa menghabiskan puluhan GB dalam satu perjalanan malam karena video. Dengan batas sekitar 1 Mbps per perangkat dan pemblokiran unduhan besar, pemakaian biasanya turun drastis. Catat pemakaian beberapa perjalanan pertama sebelum memilih paket.

Apakah router dua kartu SIM benar-benar membantu?

Ya, kalau kedua kartunya dari operator berbeda. Di banyak ruas jalan, satu operator kuat dan yang lain lemah, dan titiknya berganti-ganti. Router yang bisa berpindah otomatis, atau menggabungkan keduanya, mengurangi lama waktu tanpa internet.

Bolehkah memakai MiFi biasa yang dicolok ke charger mobil?

Untuk travel kecil dengan beberapa penumpang, bisa sebagai awal. Kekurangannya: jumlah perangkat terbatas, antena kecil di dalam kabin besi, dan baterai yang cepat rusak bila terus panas sambil diisi. Untuk bus, router kendaraan dengan antena luar jauh lebih stabil.