Ada banyak keadaan di mana internet perlu menyeberang: kamar kos di bangunan belakang, kantor dengan gudang di seberang jalan kecil, toko di depan dan rumah pemilik di belakangnya. Hampir semua orang mencoba cara yang sama lebih dulu, router dipindah ke dekat jendela, atau ditambah repeater, dan hampir semua kecewa.

Dinding luar, jarak terbuka, dan dinding bangunan kedua memakan sinyal lebih banyak daripada yang dikira. Solusi yang bekerja bukan memperkuat pancaran, melainkan membuat jembatan: satu sambungan khusus di antara dua bangunan, lalu jaringan biasa di dalam masing-masing.

Pilihan 1: kabel LAN

Paling sederhana dan paling andal bila jaraknya tidak lebih dari sekitar 100 meter.

  • Pakai kabel khusus luar ruangan, yang selubungnya tahan sinar matahari dan air. Kabel dalam ruangan akan getas dan retak dalam satu atau dua tahun di bawah matahari.
  • Tanam di dalam pipa, atau rentangkan pada kawat penahan bila lewat udara. Jangan dibiarkan menggantung menahan beratnya sendiri.
  • Hindari berjalan sejajar dan berdekatan dengan kabel listrik dalam jarak panjang.
  • Kabel yang melintas di luar dapat mengalirkan lonjakan dari sambaran petir di sekitar. Pelindung surge untuk jaringan di kedua ujungnya adalah biaya kecil dibandingkan router yang terbakar.

Pilihan 2: fiber optik

Untuk jarak lebih dari 100 meter, atau di tempat yang sering tersambar petir, fiber adalah pilihan yang paling tenang. Kaca tidak menghantarkan listrik, jadi lonjakan petir tidak merambat lewat kabelnya, dan jaraknya dapat mencapai kilometer.

Yang dibutuhkan: kabel fiber, dan di kedua ujung sepasang media converter (atau switch yang punya port fiber) untuk mengubahnya kembali ke kabel LAN biasa. Pemasangannya memerlukan alat penyambung khusus, jadi biasanya dikerjakan teknisi, tetapi setelah terpasang, hampir tidak ada yang perlu dirawat.

Pilihan 3: nirkabel titik ke titik

Bila menarik kabel tidak mungkin, melintasi jalan, sungai, atau lahan orang lain, sepasang pemancar nirkabel titik ke titik adalah jawabannya. Keduanya memakai antena terarah yang saling menghadap, sehingga sinyal dipusatkan ke satu arah alih-alih disebar ke segala penjuru.

  • Garis pandang wajib. Kedua perangkat harus saling terlihat. Pohon yang hari ini kecil dapat menjadi halangan tahun depan.
  • Pasang setinggi mungkin di tiang atau dinding atas, di atas kepala orang dan kendaraan.
  • Arahkan dengan teliti. Kebanyakan perangkat punya indikator kekuatan sinyal untuk membantu penyelarasan.
  • Pilih pita 5 GHz untuk kecepatan, dan pastikan perangkatnya bersertifikat untuk dipakai di Indonesia.

Pada jarak ratusan meter dengan garis pandang bersih, sepasang perangkat kelas menengah dapat membawa puluhan hingga ratusan Mbps dengan stabil.

Setelah jembatan terpasang

Di bangunan kedua, ujung jembatan disambungkan ke access point atau router dalam mode access point. Jangan menjadikannya router kedua yang membagikan alamat IP sendiri, kecuali memang disengaja, dua lapis router membuat perangkat di kedua bangunan tidak saling terlihat dan menyulitkan pengaturan. Caranya dibahas di panduan menyetel dua router dalam satu jaringan.

Ringkasnya

Di bawah 100 meter dan dapat menarik kabel: LAN luar ruangan. Lebih jauh, atau rawan petir: fiber. Tidak dapat menarik kabel sama sekali: nirkabel titik ke titik dengan garis pandang bersih. Apa pun pilihannya, jembatan hanya menyeberangkan internet, di dalam bangunan kedua tetap dibutuhkan access point sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jarak maksimal kabel LAN?

Sekitar 100 meter untuk satu bentangan kabel Ethernet. Lebih dari itu sinyalnya melemah dan perlu switch di tengah, atau beralih ke fiber optik atau nirkabel.

Apakah perangkat nirkabel titik ke titik butuh garis pandang?

Ya. Kedua antena harus saling "melihat" tanpa terhalang dinding, pohon rimbun, atau atap. Halangan kecil pun dapat menurunkan kecepatan secara nyata.

Kenapa repeater biasa tidak cukup?

Repeater di dalam ruangan harus menangkap sinyal yang sudah lemah setelah menembus dinding dan melintasi halaman, lalu memancarkannya lagi pada kanal yang sama. Hasilnya lambat dan tidak stabil. Jembatan khusus memakai antena terarah yang memusatkan sinyal ke satu titik.