Warnet dan game center berbeda dari kafe: pelanggannya tidak butuh Wi-Fi yang "cukup", mereka butuh ping yang tidak berubah. Lag lima detik di tengah pertandingan adalah alasan pelanggan pindah ke tempat lain. Panduan ini menata jaringan warnet dari yang paling menentukan: kabel, switch, pembagian bandwidth, lalu Wi-Fi untuk yang bukan pemain.
PC selalu lewat kabel
Ini tidak bisa ditawar. Wi-Fi menambah latensi yang berubah-ubah, 5 ms saat sepi, 80 ms saat semua meja penuh, dan pemain merasakannya sebagai stutter. Setiap PC disambung dengan kabel Cat 5e atau Cat 6 ke switch gigabit. Panduan kabelnya di memilih kabel LAN; untuk 20 PC ke atas, pertimbangkan rak dan patch panel supaya kabelnya rapi dan mudah dilacak, lihat memilih rak dan lemari jaringan.
Switch, bukan port LAN router
Router rumahan punya empat port; warnet butuh puluhan. Pakai switch gigabit, unmanaged 24 port cukup untuk sebagian besar warnet, managed bila ingin VLAN memisahkan PC pemain dari kasir dan Wi-Fi. Hindari switch 100 Mbps bekas: pembaruan game yang diunduh serentak ke beberapa PC akan tersendat di sana.
Bagian yang paling sering salah: pembagian bandwidth
Game daring hanya memakai 1–3 Mbps per PC. Yang menghabiskan bandwidth adalah unduhan: pembaruan game 20–80 GB yang dimulai satu pengunjung dapat menyita seluruh jalur dan menaikkan ping semua orang. Dua cara mengatasinya, dan sebaiknya keduanya dipakai:
- QoS di router: prioritaskan lalu lintas game dan batasi unduhan besar. Router kelas usaha atau router gaming punya profil untuk ini; caranya di panduan QoS. Router bawaan penyedia biasanya tidak cukup; lihat router gaming perlu atau tidak, untuk warnet, jawabannya lebih sering "perlu" daripada untuk rumah.
- Jadwalkan pembaruan: unduh pembaruan game di jam tutup, bukan di jam ramai. Launcher seperti Steam bisa dijadwalkan; PC dengan pembaruan besar cukup dinyalakan semalam.
Pilih paket internet dengan upload yang memadai, bukan hanya download: streaming pemain ke Twitch/YouTube dan voice chat butuh upload stabil. Perbedaannya dijelaskan di kenapa upload lebih lambat dari download. Pastikan juga bukan CGNAT, beberapa game peer-to-peer dan fitur host lobi bermasalah di baliknya; minta IP publik ke penyedia bila perlu.
Wi-Fi hanya untuk ponsel
Penonton, pemain yang menunggu giliran, dan pengunjung yang sekadar nongkrong tetap butuh Wi-Fi, di jaringan terpisah dari PC. Buat SSID tamu dengan batas kecepatan 3–5 Mbps per perangkat dan tanpa akses ke jaringan PC dan kasir; langkahnya di memisahkan jaringan tamu. Satu access point di langit-langit tengah ruangan biasanya cukup untuk warnet berukuran ruko; yang lebih besar ikuti panduan kapasitas Wi-Fi venue.
Internet cadangan
Warnet yang internetnya putus adalah warnet yang kosong dalam sepuluh menit. Router dengan dua WAN (fiber utama + 4G cadangan) memindahkan lalu lintas otomatis saat fiber mati, lihat internet cadangan untuk usaha. Lengkapi dengan UPS untuk router, switch, dan ONT supaya kedip listrik tidak memutus semua pertandingan sekaligus.
Sisi aturan
Warnet adalah penyedia akses internet publik: berlaku kewajiban umum tentang penyaringan konten dan penyimpanan catatan yang wajar. Ringkasannya di aturan Wi-Fi publik di Indonesia dan kewajiban menyimpan log. Pengelola warnet juga sebaiknya membaca hak cipta dan unduhan ilegal lewat Wi-Fi, karena torrent dari PC pelanggan berjalan atas nama koneksi warnet.
PC lewat kabel gigabit ke switch, bukan Wi-Fi. QoS yang memprioritaskan game dan menahan unduhan, ditambah jadwal pembaruan di jam tutup. Paket dengan upload memadai dan tanpa CGNAT. Wi-Fi tamu terpisah untuk ponsel. Dua WAN dan UPS supaya tidak ada pertandingan yang putus. Ping yang stabil adalah produk yang sebenarnya dijual warnet.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa kecepatan internet yang cukup untuk warnet 20 PC?
Untuk bermain, 100 Mbps sudah lebih dari cukup, game daring hanya memakai 1–3 Mbps per PC. Yang menghabiskan bandwidth adalah unduhan dan pembaruan game. Paket 200–300 Mbps memberi ruang untuk itu tanpa mengganggu permainan, asalkan unduhan dibatasi lewat QoS.
PC warnet pakai Wi-Fi atau kabel?
Selalu kabel. Wi-Fi menambah latensi yang berubah-ubah dan turun drastis saat banyak perangkat aktif. Wi-Fi di warnet hanya untuk ponsel pengunjung dan penonton, di jaringan yang terpisah dari PC.
Apakah perlu IP publik statis untuk warnet?
Tidak untuk bermain. IP statis baru dibutuhkan bila warnet menjadi tuan rumah server game sendiri yang diakses dari luar. Namun pastikan bukan CGNAT, karena beberapa game peer-to-peer bermasalah dengannya.