Router adalah komputer kecil yang menyala terus, tersambung ke internet, dan menjadi pintu bagi semua perangkat di rumah. Seperti komputer lain, perangkat lunaknya, firmware, punya celah yang ditemukan dari waktu ke waktu dan ditambal oleh pembuatnya.
Bedanya dengan ponsel: router jarang memberi tahu. Tidak ada notifikasi, tidak ada ikon merah. Banyak router di rumah menjalankan firmware yang sama persis dengan hari pertama dipasang, bertahun-tahun lalu.
Kenapa ini lebih penting daripada kelihatannya
Celah pada router tidak memerlukan kelalaian pemiliknya untuk dimanfaatkan. Penyerang memindai internet secara otomatis, mencari model dan versi tertentu, lalu masuk tanpa perlu mengetahui kata sandi Wi-Fi. Router yang disusupi dapat mengalihkan DNS ke situs palsu, dipakai sebagai bagian dari jaringan mesin penyerang, atau memantau lalu lintas rumah.
Kata sandi Wi-Fi yang kuat tidak menolong di sini, karena serangannya datang dari sisi internet, bukan dari orang yang berdiri di dekat rumah.
Memeriksa versi yang terpasang
- Buka halaman admin router, alamatnya biasanya tertera di stiker di bawah perangkat.
- Cari menu bernama System, Administration, Firmware, atau Status. Versi firmware dan tanggalnya tercantum di sana.
- Catat nomor model persis, termasuk versi perangkat keras (misalnya "v2" atau "v3") yang tertera di stiker. Firmware untuk versi perangkat keras yang berbeda tidak boleh dipasang.
- Bandingkan dengan versi terbaru di situs resmi pembuatnya, atau gunakan tombol "periksa pembaruan" bila tersedia.
Memperbarui dengan aman
Proses pembaruan adalah satu-satunya saat router benar-benar dapat rusak karena ulah pemiliknya. Beberapa kebiasaan menekan risikonya hampir ke nol:
- Unduh hanya dari situs resmi pembuat, atau lewat fitur pembaruan di dalam router. Jangan dari forum atau tautan kiriman orang.
- Sambungkan komputer dengan kabel bila memperbarui dari berkas. Wi-Fi dapat terputus di tengah proses.
- Cadangkan pengaturan lewat menu Backup sebelum mulai, supaya dapat dipulihkan bila pengaturannya hilang.
- Jangan cabut listrik sampai router menyala kembali sepenuhnya, walau lampunya terlihat diam beberapa menit.
- Pilih waktu sepi. Internet rumah akan mati beberapa menit.
Setelah selesai, periksa bahwa kata sandi admin dan Wi-Fi masih seperti yang diharapkan, dan bahwa fitur yang tidak dipakai, seperti akses admin dari internet, tetap mati.
Saat pembaruan tidak lagi datang
Setiap pembuat berhenti mendukung model lama pada suatu titik. Tandanya: versi terakhir di situs resmi sudah bertahun-tahun, atau modelnya tercantum di daftar produk yang sudah tidak didukung.
Router yang tidak lagi mendapat pembaruan masih dapat bekerja, tetapi setiap celah baru akan tetap terbuka selamanya. Bagi rumah biasa, ini salah satu alasan yang paling masuk akal untuk mengganti router, lebih kuat daripada alasan kecepatan. Tanda-tanda lain dibahas di panduan kapan router harus diganti.
Periksa versi firmware beberapa bulan sekali, nyalakan pembaruan otomatis bila ada, dan perbarui hanya dari sumber resmi dengan kabel dan listrik yang tidak diganggu. Bila pembuatnya sudah berhenti merilis pembaruan, anggap itu tanggal kedaluwarsa routernya.
Pertanyaan yang sering diajukan
Seberapa sering firmware router perlu diperiksa?
Cukup beberapa bulan sekali, atau segera setelah mendengar kabar celah keamanan pada merek router yang dipakai. Router yang menyediakan pembaruan otomatis sebaiknya dibiarkan menyalakan fitur itu.
Apakah router dari penyedia internet perlu diperbarui sendiri?
Umumnya tidak. Router atau ONT milik penyedia biasanya diperbarui dari jarak jauh oleh penyedia, dan menu pembaruannya sering dikunci. Yang perlu diperiksa sendiri adalah router tambahan yang Anda beli.
Apa yang terjadi bila pembaruan gagal di tengah jalan?
Router dapat tidak mau menyala. Karena itu jangan memutus listrik atau kabel selama proses, dan jangan memperbarui lewat Wi-Fi bila ada pilihan kabel. Sebagian router punya mode pemulihan, tetapi tidak semua.