Ponsel lama biasanya berpindah tangan dengan cepat: dijual ke konter, diberikan ke keluarga, atau ditumpuk di laci sampai lupa. Yang sering luput adalah apa saja yang masih tersimpan di dalamnya. Bukan hanya foto dan chat, tetapi kata sandi Wi-Fi rumah, sesi aplikasi yang masih hidup di server, akses ke kamera dan kunci pintar, serta nomor yang dipakai untuk kode OTP. Urutan di bawah ini mengurus semuanya, dan urutannya penting: menghapus lebih dulu justru membuat sebagian langkah tidak bisa dikerjakan lagi.
1. Cadangkan dulu, sekali saja
Salin foto, kontak, dan catatan ke ponsel baru atau ke komputer. Setelah langkah berikutnya, sebagian data tidak dapat diambil lagi. Periksa juga aplikasi yang menyimpan datanya hanya di perangkat: aplikasi catatan tanpa akun, aplikasi kesehatan, dan aplikasi otentikator.
2. Pindahkan aplikasi otentikator sebelum apa pun
Ini yang paling sering menyebabkan orang terkunci dari akunnya sendiri. Google Authenticator, Authy, atau aplikasi kode dua langkah lain menyimpan kuncinya di perangkat, bukan di akun. Pindahkan ke ponsel baru lewat fitur transfer bawaannya sebelum ponsel lama dihapus. Bila sudah telanjur terhapus, pemulihannya lewat kode cadangan atau proses pemulihan akun yang panjang.
3. Keluarkan akun, jangan hanya reset
Reset pabrik pada ponsel yang akunnya masih tertaut akan mengaktifkan penguncian aktivasi: Factory Reset Protection di Android, Activation Lock di iPhone. Pembeli tidak akan dapat memakainya tanpa kata sandi akun Anda, dan konter akan mengembalikannya. Jadi:
- Android: Setelan, Akun, keluar dari akun Google. Bila ponsel memakai akun Samsung, Xiaomi, atau Oppo, keluarkan juga akun pabrikannya.
- iPhone: Setelan, ketuk nama Anda, Keluar. Ini sekaligus mematikan Cari iPhone dan Activation Lock.
- WhatsApp: pindahkan dulu ke ponsel baru, atau keluar dari aplikasinya.
4. Cabut perangkat yang dikendalikan ponsel itu
Bagian yang paling sering terlewat, dan paling berisiko untuk rumah yang sudah dipenuhi perangkat pintar. Ponsel lama sering masih terdaftar sebagai pengendali:
- Kamera CCTV dan bel pintu. Hapus perangkat itu dari daftar di aplikasi kameranya, lalu tambahkan ulang dari ponsel baru. Alasannya ada di keamanan kamera CCTV Wi-Fi.
- Kunci pintar, lampu, colokan pintar. Sama: cabut dari akun, jangan hanya cabut aplikasinya. Lihat keamanan perangkat pintar rumah.
- Router. Bila ponsel itu dipakai memasang router lewat aplikasi pabrikan, hapus dari daftar pengguna aplikasi dan ganti kata sandi admin router. Panduannya di mengamankan router rumah.
- Mobil, TV, dan speaker yang pernah dipasangkan lewat Bluetooth atau akun.
5. Pikirkan kata sandi Wi-Fi rumah
Ponsel menyimpan kata sandi setiap jaringan yang pernah disambunginya, dan pada Android maupun iOS kata sandi itu dapat dilihat kembali dengan mudah oleh pemiliknya. Reset pabrik menghapusnya, tetapi bila ponsel diberikan tanpa reset, atau hilang sebelum sempat dihapus, ganti kata sandi Wi-Fi rumah. Caranya di cara ganti password Wi-Fi, dan cara melihat apa yang tersimpan di melihat password Wi-Fi tersimpan.
6. Baru hapus
Setelah semua akun dikeluarkan, jalankan reset pabrik. Pada Android 6 ke atas dan semua iPhone, penyimpanan internal sudah terenkripsi, sehingga reset membuang kunci enkripsinya dan sisa data tidak dapat dibaca lagi. Tidak perlu "mengisi penuh memori dengan video" seperti saran lama untuk ponsel era sebelum enkripsi.
Dua hal yang tidak ikut terhapus: kartu SIM dan kartu memori. Keluarkan keduanya secara fisik. Kartu memori yang akan dipakai lagi cukup diformat; yang tidak dipakai lagi lebih baik dirusak. Untuk kartu SIM, ingat bahwa nomor Anda adalah jalur kode OTP; bila nomornya tidak lagi dipakai, hentikan layanannya ke operator, jangan dibiarkan hangus lalu didaur ulang ke orang lain. Konteksnya di registrasi kartu SIM.
Bila ponselnya dibuang, bukan dijual
Ponsel rusak yang tidak bisa dinyalakan tetap menyimpan datanya. Karena tidak bisa direset, lakukan dari sisi akun: ubah kata sandi Google atau Apple ID dari perangkat lain, lalu hapus perangkat itu dari daftar perangkat akun. Setelah itu, jangan buang ke tempat sampah biasa. Baterai litium yang tertekan dapat terbakar, dan komponennya termasuk limbah berbahaya. Banyak kota sudah punya titik penampungan limbah elektronik, dan sebagian gerai ponsel menerima perangkat lama untuk didaur ulang.
Yang juga perlu dipikirkan: ponsel keluarga
Ponsel yang diberikan ke anak atau orang tua tidak berpindah ke orang asing, tetapi tetap sebaiknya direset supaya tidak membawa akun, sesi aplikasi, dan riwayat pemiliknya. Untuk orang tua lanjut usia, ada langkah penyiapan yang berbeda dan lebih penting, dibahas di menyiapkan internet yang aman untuk orang tua lansia.
Urutan singkatnya
Cadangkan, pindahkan aplikasi otentikator, keluarkan semua akun, cabut kamera dan perangkat pintar yang dikendalikan ponsel itu, pertimbangkan mengganti kata sandi Wi-Fi, baru reset pabrik, dan terakhir keluarkan kartu SIM serta kartu memori. Urutan terbalik akan membuat sebagian langkah mustahil dikerjakan.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah reset pabrik sudah cukup menghapus data?
Pada ponsel Android 6 ke atas dan semua iPhone, penyimpanannya terenkripsi, sehingga reset pabrik membuang kuncinya dan data lama praktis tidak dapat dibaca. Yang tidak diselesaikan reset adalah akun yang masih tertaut, sesi aplikasi di server, dan kartu memori yang terpasang.
Ponsel sudah mati total dan tidak bisa direset. Bagaimana?
Ubah kata sandi akun Google atau Apple ID dari perangkat lain, lalu hapus ponsel itu dari daftar perangkat akun. Untuk ponsel yang benar-benar dibuang, lepas dan rusak kartu SIM dan kartu memorinya, lalu serahkan ke penampungan limbah elektronik.